Metode Skrining Kanker

Metode Skrining Kanker

Metode Skrining Kanker

Skrining (screening) adalah salah satu cara mendeteksi kanker stadium awal, sangat membantu untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dalam pengobatan kanker. Tetapi metode skrining kanker bermacam-macam letak kanker yang berbeda, metode yang digunakan pun berbeda. Bagaimana cara memilih metode skrining kanker yang tepat? Ahli dari Modern Hospital Guangzhou menuturkan sekarang ini metode skrining kanker baik yang invasif maupun yang non-invasif, sebisa mungkin dahulukan yang non-invasif, non-radiasi, seperti USG. Tetapi jika metode skrining kanker ini tidak dapat mendeteksi penyakit, sebaiknya lakukan skrining yang bersifat invasif dan radiasi. Berikut ini beberapa metode skrining kanker yang sering digunakan dan penggunaannya yang tepat :

 

  1. USG

USG merupakan salah satu metode skrining kanker yang sering digunakan. Karena ekonomis dan nyaman, non-invasif, juga tidak ada efek samping. Biasanya digunakan untuk tumor abdomen, seperti kanker ginjal, kanker hati, tumor panggul, seperti kanker endometrium, kanker panggul, kanker ovarium, tumor payudara dan tumor leher, digunakan untuk mengidentifikasi tingkat keganasan tumor, lokasi, ukuran dan sebagainya.

Frekuensi pemeriksaan : Untuk orang normal 1 kali dalam setahun. Bagi orang berusia 35 tahun ke bawah yang memiliki risiko kanker payudara tinggi, disarankan melakukan USG 1 kali dalam setahun, sedangkan bagi yang berusia 40 tahun ke atas melakukan skrining mamografi yang digabungkan dengan USG.

Yang harus diperhatikan : 3 hari sebelum melakukan USG pada saluran pencernaan, sebaiknya hindari mengkonsumsi susu, kacang-kacangan dan makanan yang memicu gas fermentasi lainnya; 1 hari sebelum melakukan pemeriksaan sebaiknya melakukan diet ringan; pada hari pemeriksaan perut harus dikosongkan, dilarang makan dan minum. Sebelum melakukan USG pada panggul diharuskan menjaga cairan pada kandung kemih, tetapi 2 jam sebelum pemeriksaan sebisa minum sekitar 1000 ml air. Untuk USG pada vagina, kandung kemih harus dalam keadaan kosong.

 

  1. Tes darah

Luka yang diakibatkan kecil, tidak mempunyai efek samping. Tes darah biasa digunakan untuk menelusuri fungsi normal dari tiap-tiap organ dan sebagai tumor-marker, merupakan metode skrining kanker stadium awal, selain itu, juga bisa untuk memantau kekambuhan pada kanker. Biasa digunakan sebagai penunjang pada kanker prostat, kanker hati, kanker ovarium, kanker usus, kanker paru-paru, kanker lambung, dll.

Frekuensi pemeriksaan : Untuk tumor-marker sebaiknya dilakukan 1 kali pemeriksaan dalam setahun, terlebih bagi orang-orang dengan risiko kanker yang tinggi. Jika hasil pemeriksaan terdapat kejanggalan, sebaiknya melakukan pemeriksaan kembali 2-3 kali, meminimalkan terjadinya peradangan.

Yang harus diperhatikan : Penanda kelainan secara numerik, dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dari tumor, tetapi bagi penyakit non-tumor, misalnya peradangan, masa kehamilan, diabetes dan penyakit lainnya, yang mungkin dapat menyebabkan tumor marker meningkat. Karena itu, jika pada hasil pemeriksaan terdapat kejanggalan, sebaiknya dilakukan CT-scan, dan USG untuk memperjelas.

 

  1. X-ray

X-ray juga merupakan salah satu metode skrining kanker yang banyak penggunanya. Karena sifatnya yang non-invasif, nyaman, sinar radiasi yang berlebih dapat menyakiti tubuh pasien. Sering digunakan untuk mendiagnosa kanker pada bagian dada, misalnya kanker paru-paru, kanker payudara.

Frekuensi pemeriksaan : Perokok berusia menengah ke atas dan yang berusia 50 tahun dan berisiko tinggi terkena kanker payudara seharusnya memperhatikan pemeriksaan, disarankan melakukan pemeriksaan 1 kali dalam setahun.

Yang harus diperhatikan : Sebisa mungkin kurangi terkena langsung pada penyinaran, sebaiknya hanya bagian yang dimaksud saja, meminimalkan waktu penyinarannya. Selain itu, anak-anak, orang hamil, dan bagi wanita yang ingin melahirkan pada usia muda sebaiknya menghindari radiasi sinar X.

 

  1. Pap smear

Pap smear merupakan metode skrining kanker serviks yang utama. Tidak ada rasa sakit, tidak ada efek samping, keakuratannya lebih terjamin dengan metode ini.

Frekuensi pemeriksaan : pada 3 tahun pertama bisa melakukan 1 kali pap smear dalam setahun. Bagi yang berusia 30 tahun ke atas dapat diperiksa melalui faktor risikonya, jika setelah dilakukan 3 kali atau lebih pemeriksaan dan hasilnya negatif, dapat mengurangi jumlah pemeriksaan.

Yang harus diperhatikan : pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat tidak dalam masa haid, jika terjadi infeksi ginekologi atau peradangan akut, sebaiknya menunggu sakit yang anda rasakan sembuh baru melakukan pemeriksaan, 24-48 jam sebelum melakukan pemeriksaan jangan membersihkan bagian vagina.

 

  1. Endoskopi

Metode skrining kanker ini langsung memahami bentuk tumor, penyebaran, tingkat keganasan, dll, dan memiliki keakuratan yang tinggi. Endoskopi yang sering digunakan terdapat esophagoscopy, gastroskopi dan kolonoskopi. Metode ini biasa digunakan untuk mendeteksi kanker usus, dan kanker lambung

Frekuensi pemeriksaan : setelah berusia 40 tahun, disarankan untuk melakukan endoskopi pada bagian perut, untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Terlebih lagi bagi orang yang memiliki risiko tinggi terkena kanker lambung, misalnya gastritis kronis atrofi, ulkus lambung, dan riwayat keluarga yang pernah terkena kanker lambung. Dari pengembangan adenoma kolorektal biasanya memakan waktu 5-10 tahun, sehingga metode skrining kanker ini sangat diperlukan. Disarankan bagi orang yang berusia 50 tahun ke atas, tiap tahunnya melakukan pemeriksaan pada tinja yang berdarah, melakukan kolonoskopi 1 kali dalam 5 tahun, jika terdapat keluarga yang terkena kanker usus, sebaiknya melakukan pemeriksaan sejak berusia 40 tahun.

Yang harus diperhatikan : 3 hari sebelum melakukan pemeriksaan, sebaiknya memakan yang sedikit atau bahkan tidak mengandung residu, makanan semi-cair, tidak memakan buah dan sayuran, pada hari pemeriksaan dilarang sarapan.

 

 

 

Metode Skrining Kanker

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*