Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma – Melanoma adalah jenis kanker ganas yang berkembang dari sel-sel yang mengandung pigmen (melanosit). Melanoma umumnya terjadi pada kulit, namun bisa juga terjadi di mulut, usus, atau mata meski kasusnya sangat jarang. Pada perempuan, melanoma paling sering terjadi pada kaki, sementara pada laki-laki biasanya terjadi pada punggung. Melanoma bisa berkembang dari tahi lalat yang mengalami perubahan baik dari ukuran, bentuk, tepi yang tidak teratur, perubahan warna, gatal-gatal, atau kerusakan kulit.

 

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Semua orang sebenarnya memiliki risiko untuk terkena melanoma, namun risiko tersebut dapat meningkat karena beberapa faktor seperti paparan sinar matahari, jumlah tahi lalat, jenis kulit, dan riwayat kesehatan keluarga (genetik).

Berikut adalah Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma yang bisa menyerang siapa saja :

  1. Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar UVA dan UVB keduanya berbahaya untuk kulit dan dapat menyebabkan kanker kulit, termasuk melanoma. Kulit yang terbakar akibat paparan sinar matahari pada anak usia dini dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma.

Meski sudah dewasa, namun bila sering terkena paparan sinar matahari dalam jangka panjang juga bisa meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma. Hindari melakukan tanning karena meningkatkan paparan sinar UV pada kulit yang dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma dan kanker kulit lainnya.

Selain itu, tinggal lebih dekat di daerah garis khatulistiwa atau di area yang lebih tinggi, juga termasuk menjadi salah satu Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma. Orang yang tinggal dekat dengan ekuator bumi, dimana sinar matahari jatuh lebih dekat dan langsung, mengalami jumlah radiasi sinar UV yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di garis lintang yang lebih tinggi.

Orang-orang yang tinggal di lokasi yang memiliki lebih banyak sinar matahari seperti Florida, Hawaii, dan Australia lebih banyak yang terkena kanker kulit. Namun, di beberapa tempat yang lebih utara dengan populasi berkulit terang juga terjadi banyak kasus kanker kulit.

  1. Warna Kulit

Memiliki jumlah melanin atau pigmen pada kulit yang sedikit berarti perlindungan kulit terhadap radiasi sinar UV yang merusak juga menjadi berkurang. Seperti semua kanker kulit, orang dengan warna kulit yang terang dimana biasanya juga memiliki rambut dan warna mata yang lebih terang, memiliki Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma yang lebih tinggi.

Jika Anda memiliki rambut pirang atau rambut berwarna merah, mata berwarna terang, dan kulit yang mudah muncul bintik atau kulit yang mudah terbakar, maka Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan melanoma daripada orang yang memiliki kulit lebih gelap.

Meski demikian, melanoma juga tetap bisa terjadi pada orang yang berkulit gelap, termasuk orang Hispanik dan orang kulit hitam.

  1. Tahi Lalat

Ada dua jenis tahi lalat yaitu tahi lalat normal dan abnormal. Tahi lalat normal berupa titik cokelat kecil, atau tanda “beauty mark” yang muncul dalam beberapa dekade pertama kehidupan seseorang, dan hampir semua orang memiliki tahi lalat.

Sedangkan tahi lalat abnormal atau sering disebut sebagai dysplastic nevi merupakan tahi lalat yang ukurannya lebih besar dari tahi lalat normal, memiliki batas yang tidak teratur, dan memiliki lebih dari satu warna. Tahi lalat jenis ini bisa menjadi pencetus malanoma dan memiliki tahi lalat jenis ini dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma.

  1. Riwayat Melanoma

Bila seseorang pernah mengalami melanoma, maka risiko terjadinya melanoma kembali akan meningkat. Orang yang memiliki atau pernah mengalami karsinoma sel basal atau karsinoma sel squamosa juga memiliki peningkatan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma.

  1. Riwayat Keluarga dengan Melanoma

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma yang berikutnya yaitu akibat faktor keturunan memainkan peran utama dalam melanoma. Sekitar satu dari setiap 10 pasien yang didiagnosis dengan penyakit tersebut memiliki anggota keluarga dengan riwayat melanoma.

Jika memiliki ibu, ayah, saudara kandung, atau anak-anak yang didianosis melanoma, maka orang tersebut memiliki risiko 50% lebih tinggi untuk terkena melanoma dibanding dengan orang yang tidak memiliki anggota keluarga dengan riwayat melanoma.

  1. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang-orang yang pernah mengalami transplantasi organ, memiliki peningkatan risiko kanker kulit.

Sistem kekebalan tubuh yang melemah sebagai akibat dari kemoterapi, transplantasi organ, paparan sinar matahari berlebihan, dan penyakit seperti HIV / AIDS atau limfoma dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma.

 

Semoga dengan membaca apa saja Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma tersebut, kita bisa mengetahui bahkan bisa mencegah kanker kulit melanoma yang mungkin saja menyerang kita.

 

 

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*