Bahaya Stress Pada Penderita Kanker

Bahaya Stress Pada Penderita Kanker

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga menyebabkan kematian. Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah untuk semua jenis tumor ganas.

Bahaya Stress Pada Penderita Kanker

Kanker dapat menyerang siapa saja, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua golongan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun. Sebelum kanker meluas atau merusak jaringan disekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Stress berat dapat muncul saat seseorang mengalami penyakit kronis seperti tumor ataupun kanker. Bahaya stress kronis pada tubuh memengaruhi kinerja sistem imun tubuh, khususnya dalam mekanisme untuk mencegah pertumbuhan sel tumor dan kanker. Stress yang tidak tertangani juga memicu perilaku berisiko seperti konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, tidak aktif bergerak, dan merokok yang hanya akan meningkatkan risiko dan perkembangan terjadinya kanker. Apa saja bahaya stress pada penderita kanker?

 

  1. Memicu perkembangan kanker lebih cepat

Kondisi stress dan terjadinya kanker merupakan suatu hubungan tidak langsung yang dipengaruhi oleh banyak faktor, namun terdapat beberapa cara bahaya stress pada penderita kanker sangat berpengaruh, diantaranya: Dalam mencegah terjadinya kanker, sistem imun berperan dalam mencegah perkembangan sel abnormal untuk menjadi tumor dan kanker akibat paparan agen kanker yang berasal dari makanan, udara, dan air.

Stress menurunkan kemampuan sistem imun untuk merespon sel tumor dan menghambat proses perbaikan DNA sehingga proses perkembangan tumor untuk menjadi kanker terjadi lebih cepat. Selain itu, perkembangan menjadi kanker juga menjadi lebih cepat jika seseorang memiliki pola hidup yang tidak sehat akibat stress.

Studi percobaan pada tikus menunjukan bahwa kanker yang tertanam pada tikus yang terisolasi berkembang lebih cepat dibandingkan pada tikus yang tidak terisolasi dari kelompoknya. Secara spesifik, hormon norepinephrine yang dihasilkan akibat stress kronis diduga adalah penyebab utama perkembangan dan sel kanker.

 

  1. Mempercepat penyebaran sel kanker

Selain pertumbuhan, penyebaran sel abnormal merupakan faktor penting dalam perkembangan penyakit kanker. Satu studi eksperimen terbaru menunjukan bahaya stress pada penderita kanker menyebabkan penyebaran sel dari tumor ataupun kanker tidak hanya melalui sistem sirkulasi primer atau aliran darah namun juga dapat melalui sistem sirkulasi sekunder atau sistem limfatik.

Sistem limfatik itu sendiri merupakan bagian dari sistem yang imun yang berfungsi mengaliran cairan dari kelenjar limfa ke jaringan sekitarnya. Stress membantu sel kanker membuat saluran mandiri dari dan menuju kelenjar limfa dan dapat bergerak dengan cepat melalui saluran limfatik. Peneliti juga berpendapat hal tersebut merupakan mekanisme yang penting dalam memahami terjadinya metastasis kanker dan menghambat sinyal dan respon stress merupakan hal penting dalam pengobatan kanker.

 

  1. Mengganggu pengobatan kanker

Suatu metode pengobatan kanker memerlukan kondisi tubuh yang baik agar dapat merespon pengebotan dengan optimal. Sebaliknya pengobatan kanker tidak dapat memberikan pengaruh positif jika penderita kanker mengalami stress. Hal ini ditunjukan dengan suatu studi percobaan tikus yang mengalami tumor prostat dimana efek dari pengobatan untuk menghambat pertumbuhan tumor hanya terjadi saat tikus tidak mengalami stress, sebaliknya saat stress pengobatan tidak dapat menghambat perkembangan tumor.

 

  1. Meningkatkan risiko kematian

Perkembangan tumor dan kanker akibat stress dapat menurunkan peluang penderita kanker untuk sembuh dan bertahan hidup. Meski hal ini juga dipengaruhi hal lainnya, namun bahaya stress pada penderita kanker dapat menyebabkan perasaan keputusasaan sehingga penderita enggan mencari pengobatan yang ia butuhkan. Hal ini merupakan salah satu bahaya stress pada penderita kanker yang paling berisiko terhadap penyakit kanker, karena dengan melakukan pengobatan dan perbaikan gaya hidup peluang kematian dini akibat kanker masih dapat dicegah.

 

Banyak cara yang dapat kita lakukan agar terhindar dari stress yang bisa menjerumuskan ke penyakit yang lebih berbahaya, maka dari itu langkah yang tepat ialah mencegahnya sebelum terlambat. Semoga bermanfaat

 

 

Bahaya Stress Pada Penderita Kanker

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*