Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok – Kanker Tiroid adalah jenis kanker yang menyerang bagian kelenjar kupu-kupu yang berada di daerah kerongkongan yang cukup banyak disalah artikan sebagai penyakit biasa yang dinamakan gondok. Beberapa dari Anda pasti pernah mendengar nama penyakit ini. Gejalanya mirip dengan kanker Tiroid, hanya saja jika sedikit saja mengamati akan terlihat perbedaan antara kedua penyakit tersebut. Kelenjar tiroid berfungsi mengeluarkan hormon(Triidothyronin, Thyroxine, Calcitonin) dan mengatur suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung, dan berat badan.

Penyakit gondok (struma) disebabkan pembengkakan pada leher bagian depan atau samping pada tenggorokan yang disebabkan pertumbuhan kelenjar gondok yang abnormal. Penyakit gondok juga dapat terjadi karena gangguan pada kelenjar tiroid yang tidak mensekresikan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Kedua jenis penyakit ini baik gondok maupun kanker tiroid sebenarnya sangat berkaitan. Keduanya merupakan penyakit yang menyerang kelenjar tiroid. Bahkan dikatakan bahwa kanker tiroid dapat disebabkan oleh penyakit gondok yang lamban penanganannya. Berikut ini gejala penyakit gondok dan kanker tiroid yang memiliki kesamaan.

Jika dilihat dari beberapa gejalanya perbedaan kanker tiroid dan gondok sedikit samar. Namun jika diidentifikasi lanjut, maka akan ditemukan perbedaan pada gejala dua penyakit tersebut. Perbedaan kanker tiroid dan gondok dapat disimak dari ciri-ciri berikut ini:

 

  1. Nyeri Tenggorokan

Nyeri pada tenggorokan dialami oleh penderita kanker tiroid dan penyakit gondok. Perbedaan kanker tiroid dan gondok akan terlihat pada nyeri yang dirasakan. Pada penyakit gondok kecenderungan nyeri akan terasa saat menelan makanan saja, sedangkan pada kanker tiroid rasa nyeri tenggorokan akan dirasakan meski hanya menelan air liur saja.

 

  1. Benjolan

Baik penyakit gondok maupun kanker tiroid, keduanya sama-sama menyebabkan benjolan pada tenggorokan. Apabila diteliti lebih lanjut, perbedaan kanker tiroid dan gondok akan terlihat pada keduanya. Perbedaan kanker tiroid dan gondok pada penyakit gondok benjolan dapat muncul di bagian mana saja di tenggorokan, sedangakan pada kanker tiroid, sebagian besar ditemukan pada bagian depan tenggorokan (bawah jakun). Jika sedikit ditekan benjolan pada penyakit gondok tidak begitu sakit meskipun sudah membesar. Berbeda dengan kanker tiroid yang meski berukuran kecil benjolan akan terasa sakit bila ditekan.

 

  1. Kelainan Jantung

Perbedaan Kanker Tiroid dan GondokPerbedaan kanker tiroid dan gondok lainnya penderita penyakit gondok tidak akan mengalami gangguan pada jantung. Gangguan yang dimaksud adalah munculnya rasa cemas, selalu gelisah, dan jantung berdebar. Kelainan tersebut ditemukan pada penderita kanker tiroid.

 

  1. Dampak Psikologis

Penelitian membuktikan bahwa secara garis besar penderita penyakit gondok maupun kanker tiroid akan mengalami masa berkurangnya nafsu makan. Perbedaan kanker tiroid dan gondok yang dialami pada penderita gondok kurangnya nafsu makan dapat menyebabkan kondisi tubuh yang tidak stabil seperti demam tinggi sedangkan pada penderita kanker tiroid akan mengalami produksi keringat yang berlebih, dengan catatan kanker masih dalam stadium awal.

 

  1. Faktor Utama

Dilihat dari faktor utamanya, perbedaan kanker tiroid dan gondok bisa dikenali dari penyebabnya. Penyakit gondok murni karena gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid yang tidak mampu mengatur sekresi hormon sesuai dengan kebutuhan tubuh, selain itu pola makan yang tidak seimbang kandungan yodiumnya akan memicu penyakit ini. Dapat dikatakan bahwa penyakit gondok adalah penyakit tiroid ringan. Kanker tiroid lebih disebabkan karena kelenjar tiroid yng sudah membengkak dan memicu sel kanker tumbuh karena tidak segera diatasi. Beberapa faktor lain seperti penyakit gondok yang kronis serta pancaran radiasi sebagai efek kemoterapi atau radioterapi kanker juga memicu penyakit ini.

 

Pada intinya penyakit gondok dan kanker tiroid memiliki kesamaan baik gejala, pemicu, serta penanganannya. Keduanya dipengaruhi faktor kelebihan hormon yang sama dan mengakibatkan pembengkakan pada bagian kelenjar tiroid. Dilihat dari penanganannya, penyakit gondok dapat disembuhkan dengan obat herbal atau ramuan tradisional seperti daun sambiloto, konsumsi yodium dengan takaran stabil, atau dengan ramuan manggis. Perbedaan kanker tiroid dan gondok yaitu cara penanganannya. Kanker tiroid yang masih dalam stadium awal bisa dengan mudah diobati dengan obat tertentu dari resep dokter, tindakan seperti operasi pengangkatan dilakukan bila kanker sudah pada stadium lanjut. Kunci utama hidup sehat adalah mengatur pola makan dan pola hidup dengan seimbang. Demikian pembahasan mengenai perbedaan penyakit gondok dengan kanker tiroid. Semoga bermanfaat..

 

 

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis Kanker Tiroid

Jenis Kanker Tiroid

 Jenis Kanker Tiroid

Jenis Kanker Tiroid – Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel-sel kelenjar tiroid secara tidak terkontrol dan terus-menerus ke arah keganasan sehingga terbentuk suatu massa abnormal di kelenjar tiroid. Pada kondisi ini, maka terlihat adanya benjolan di leher bagian depan disertai dengan gejala-gejala seperti suara serak, sulit menelan, bahkan kesulitan bernafas. Jenis kanker ini jarang mengakibatkan pembesaran kelenjar, namun kerap menimbulkan pertumbuhan kecil (nodul) dalam kelenjar.

Kelenjar tiroid itu sendiri merupakan organ berbentuk seperti kupu-kupu dengan 2 lobus, yaitu lobus kanan dan lobus kiri, berada di bagian depan leher. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon tiroid yang berperan untuk membantu tubuh melakukan metabolisme dan menghasilkan energi. – Jenis Kanker Tiroid

Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan. Kanker tiroid kerap membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid, namun kadang kanker bisa memproduksi banyak hormon tiroid hingga menyebabkan hipertiroidisme. – Jenis Kanker Tiroid

 

Nodul tiroid akan berubah ganas bila:

  • Hanya ada satu
  • Tumbuhnya cepat
  • Nodulnya keras
  • Nodul padat dan isinya bukan cairan (kistik)
  • Skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi

 

Penyebab Kanker Tiroid

Penyebab utama dari terjadinya kanker tiroid tidak diketahui secara pasti. Namun terjadinya kanker diduga karena adanya mutasi (perubahan) dari materi genetik sel-sel kelenjar tiroid sehingga sel-sel tersebut terus tumbuh. Penyebab terjadiya perubahan materi genetik tersebut juga tidak diketahui. Selain itu ada faktor-faktor resiko yang memungkinkan seseorang terkena kanker tiroid. Walaupun memiliki resiko tinggi, belum tentu orang tersebut akan terkena kanker tiroid. Berikut beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker tiroid antara lain :

  • Jenis kelamin. Wanita memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan pria dengan perbandingan 3:1.
  • Usia. Kanker tiroid dapat terjadi pada usia berapapun, namun pada wanita paling sering terjadi pada usia diatas 30 tahun, sedangkan pada pria sering terjadi pada usia diatas 60 tahun
  • Faktor keturunan. Hanya sebagian kecil dari jenis kanker yang dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sebagian besar pasien lainnya tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker tiroid.
  • Faktor makanan. Penyakit ini banyak terjadi pada populasi penduduk yang memiliki kebiasaan asupan iodine atau yodium rendah.
  • Obesitas. Orang obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena.
  • Paparan radiasi. Orang yang sering terpapar sinar radiasi akan memiliki resiko lebih besar. Sebagai contoh pasien yang menjalani radioterapi di daerah leher, kepala atau dada.

 

Ada beberapa jenis kanker pada tiroid yang dapat terjadi, yaitu:

  1. Kanker Papiler

Jenis Kanker Tiroid ini lebih sering dialami wanita dan orang muda. Kanker akan lebih cepat tumbuh dan menyebar pada usia lanjut. Selain itu, orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di leher juga berisiko tinggi mengalami kanker papiler.

Jenis Kanker Tiroid ini bisa diatasi dengan tindakan pembedahan yang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya. Tindakan pembedahan hampir selalu berhasil menyembuhkan kanker ini. Hampir semua penderita kanker papiler bisa disembuhkan.

 

  1. Kanker Folikuler

Sebanyak 15% Jenis Kanker Tiroid merupakan kanker folikuler. Jenis Kanker Tiroid ini lebih sering dialami wanita. Jenis Kanker Tiroid ini bisa menyebar malalui aliran darah, kemudian sel-sel kanker menyebar ke berbagai organ tubuh. Tindakan pengobatan untuk Jenis Kanker Tiroid ini adalah pengangkatan kelenjar tiroid dan pemberian yodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan maupun sel kanker yang tersisa.

 

  1. Kanker Anaplastik

Kanker anaplastik merupakan Jenis Kanker Tiroid yang bisa tumbuh sangat cepat dan bisa mengakibatkan benjolan yang besar di leher. Sebagian besar penderita Jenis Kanker Tiroid ini akan meninggal dalam waktu 1 tahun. Pemberian obat anti kanker dan terapi penyinaran sebelum dan setelah pembedahan memberikan hasil yang cukup memuaskan.

 

  1. Kanker Meduler

Pada Jenis Kanker Tiroid meduler, kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar kalsitonin (hormon yang dihasilkan oleh sel-sel tiroid tertentu). Karena itu, Jenis Kanker Tiroid ini menunjukkan gejala yang tidak biasa. Sel kanker bisa menyebar melalui sistem getah bening ke kelenjar getah bening dan melalui darah ke paru-paru, hati, dan tulang. Pada sindroma neoplasia endokrin multipel, kanker meduler bisa terjadi bersamaan dengan kanker endokrin lainnya.

Jenis Kanker Tiroid ini bisa diturunkan dari anggota keluarga yang menderita kanker moduler. Bila Anda memiliki keluarga dengan riwayat kanker tiroid dan gondok menahun sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Perhatikan pula apakah ada pembesaran kelenjar tiroid atau pembengkakan di leher. Selain itu, gejala lainnya adalah perubahan suara menjadi serak, batuk berdarah, sembelit, atau diare.

 

 

 

Jenis Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Faktor Risiko Kanker Tiroid – Bagi orang yang pernah mengalami penyakit tiroid jinak seperti inflamasi kelenjat tiroid atau penyakit gondok, lebih berisiko menderita kanker tiroid. Sebanyak 20 persen kasus kanker tiroid muncul pada orang yang mengalami kondisi ini. Kanker tiroid adalah tumor yang relative jarang yang muncul paling sering pada wanita dibandingkan pria. Menurut banyak studi, Faktor Risiko Kanker Tiroid pada wanita dan akibat dari beberapa faktor hormo­nal atau reproduksi yang spesifik hanya pada wanita.

Kajian berupa kasus kontrol dilakukan dari tahun 2005 sampai 2010. Kelompok kasus termasuk 204 kasus kanker tiroid yang berdiferensiasi baik pada pasien pria (180 papiler dan 24 folikular termasuk sel Hürthle). Kelompok kontrol terdiri atas jumlah kasus yang sama. Pasien merupakan individu yang dicocokkan secara jenis kelamin, usia dan tempat tinggal. Analisis secara statistik termasuk logistik regresi univariat dan metode logistik regresi multivariat.
Menurut regresi logistik regresi, kanker tiroid berdiferensiasi baik pada pria secara signifikan berhubungan dengan status merokok, durasi merokok, jumlah rokok dalam sehari, riwayat adanya goiter atau nodul tiroid, riwayat kanker nontiroid, diabetes melitus, radioterapi pada kepala dan leher, serta riwayat adanya keganasan tumor. Menurut regresi logistik multivariate, hal ini secara bebas berhubungan dengan status merokok (OR = 0.36; 95% CI, 0.19-0.69), riwayat goiter atau nodul tiroid (OR = 9.19; 95% CI, 1.25-64.58), dan sejarah tumor keganasan (OR = 2.11; 95% CI, 1.19-7.33). Faktor risiko untuk kanker tiroid berdiferensiasi baik pada pria adalah goiter atau nodul tiroid dan riwayat penyakit keluarga dengan tumor keganasan. Merokok tidak berhubungan dengan penyakit ini.

Tapi penderita hipertiroidisme dan hipotiroidisme tidak meningkatkan risiko menderita kanker tiroid. Berikut inilah yang menjadi Faktor Risiko Kanker Tiroid, antara lain :

 

  • Riwayat kesehatan keluarga

Mutasi genetik yang diturunkan menjadi penyebab beberapa kasus karsinom tiroid menduler. Faktor Risiko Kanker Tiroid ini meningkat bila Anda memiliki kerabat yang pernah menderita kanker tiroid. Jadi, pastikan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah terdapat mutasi genetik bagi Anda yang memiliki kerabat dengan kondisi tersebut.

  • Pernah menderita gangguan payudara jinak

Penderita gangguan payudara yang tidak bersifat kanker seperti kista payudara, lebih meningkatkan Faktor Risiko Kanker Tiroid daripada wanita yang belum pernah mengalami kondisi ini.

  • Pajanan terhadap radiasi

Radiasi dari nuklir atau radiasi dari pengobatan medis dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Tiroid terhadap seseorang.

  • Tinggi dan berat badan

Orang yang memiliki berat badan berlebih dan juga orang dewasa dengan badan lebih tinggi dari rata-rata memiliki Faktor Risiko Kanker Tiroid yang lebih tinggi.

  • Gangguan pencernaanFaktor Risiko Kanker Tiroid

Jika Anda mengalami gangguan pencernaan yang bernama familial adenomatous polyposis (FAP), maka Anda memiliki Faktor Risiko Kanker Tiroid lebih tinggi. FAP merupakan penyakit turunan dan biasanya disebabkan karena mewarisi gen yang cacat.

  • Jenis kelamin

Faktor Risiko Kanker Tiroid yang lainnya juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Wanita 3 kali lipat beresiko untuk menderita kanker tiroid dibanding pria. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi bulanan atau ketika sedang hamil. Tapi belum ada cukup bukti untuk memastikan teori ini.

  • Akromegali

Akromegali ialah kondisi langka, di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan, dan akibatnya orang yang mengalami kondisi ini lebih meningkatkan Faktor Risiko Kanker Tiroidterhadap seseorang.

  • Makanan

Orang yang terlalu banyak mengonsumsi mentega, keju, dan daging, lebih meningkatkan Faktor Risiko Kanker Tiroid terhadap seseorang yang sering mengonsumsinya. Maka dari itu, perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk menurunkan risiko terkena kanker tiroid.

 

Dari ulasan di atas ternyata Faktor Risiko Kanker Tiroid tidak hanya genetik atau riwayat seseorang yang pernah mengalami kanker tiroid, makanan juga termasuk salah satu Faktor Risiko Kanker Tiroid maka dari itu untuk menghindari risiko penyakit kanker tiroid ini kita harus bisa menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita juga menghindari apa saja yang dapat meningkatkan risiko kanker tersebut. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Kanker Tiroid

Faktor Penyebab Kanker Tiroid

 

Faktor Penyebab Kanker TiroidFaktor Penyebab Kanker Tiroid – Kanker tiroid terjadi pada sel-sel kelenjar tiroid (organ berbentuk mirip kupu-kupu terletak di pangkal leher), yang berfungsi memproduksi hormon untuk mengatur kecepatan jantung berdetak, tekanan darah, suhu tubuh dan berat badan.

 

Gejala Kanker Tiroid

Kanker tiroid biasanya tidak menyebabkan tanda dan gejala awal apapun. Seiring dengan pertumbuhannya, penderita akan merasakan :

  • Benjolan yang dapat dirasakan di bawah kulit bagian leher
  • Perubahan suara, termasuk suara serak
  • Sulit menelan
  • Nyeri di leher atau tenggorokan
  • Pembengkakan node limpa di leher

 

Penyebab pasti kanker tiroid belum diketahui, namun faktor risiko tertentu telah diidentifikasi dapat meningkatkan Faktor Penyebab Kanker Tiroid, diantaranya:

  1. Penyakit gondok

Salah satu Faktor Penyebab Kanker Tiroid yaitu karena penyakit gondok. Penyakit gondok merupakan gangguan kesehatan tiroid yang jinak, namun apabila dialami terlalu sering tidak baik karena akan memicu semakin parah dan akibatnya bisa menjadi kanker tiroid. Oleh sebab itu apabila ada penyakit gondok sebaiknya tidak diabaikan.

 

  1. Genetik

Faktor Penyebab Kanker Tiroid juga bisa dipengaruhi oleh keturunan keluarga. Keluarga yang memiliki riwayat kanker tiroid ini bisa meningkatkan risiko kepada keturunannya untuk menderita penyakit ini. Karena kesamaan gen dari keluarga inilah yang menyebabkan suatu penyakit bisa menurun ke anggota keluarga yang lainnya, maka dari itu genetik menjadi salah satu faktor penyebab kanker tiroid.

 

  1. Tumor payudara

Tumor payudara merupakanFaktor Penyebab Kanker Tiroid jenis kanker yang jinak dan tumor payudara bisa menyebabkan bagian tubuh akan mengalami masalah seperti pada kelenjar tiroid. Karena tumor payudara yang pernah dialami juga bisa meningkatkan Faktor Penyebab Kanker Tiroid. Oleh karena itu apabila pernah memiliki tumor payudara sebaiknya lebih hati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh agar tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan di bagian tubuh yang lainnya.

 

  1. Berlebihan pada tinggi badan dan berat badan

Faktor Penyebab Kanker Tiroid juga bisa dialami karena disebabkan oleh berat dan tinggi badan yang berlebihan. Karena salah satu fungsi dari kelenjar tiroid untuk mengatur berat badan dan tinggi badan sehingga seseorang yang memiliki berat badan dan tinggi badan yang melebihi batas normal orang kebanyakan bisa menyebabkan penyakit kanker tiroid.

 

  1. Radiasi

Faktor Penyebab Kanker Tiroid juga bisa terjadi karena sering terkena paparan radiasi. Terlalu sering terpapar sinar radiasi bisa meningkatkan risiko untuk menderita kanker tiroid oleh karena itu jika melakukan pengobatan dengan metode radioterapi ataupun kemoterapi bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

 

  1. Makanan

Makanan yang masuk ke dalam tubuhFaktor Penyebab Kanker Tiroid pun bisa menjadi Faktor Penyebab Kanker Tiroid. Makanan yang meningkatkan kanker tiroid ini seperti daging merah, keju dan mentega. Oleh karena itu apabila jika tidak ingin menderita penyakit kanker tiroid maka sebaiknya makan makanan yang sehat seperti buah dan sayuran juga konsumsi makanan yang mengandung rendah yodium.

 

  1. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan seperti Familial Adenomatous Polyposis (FAP) merupakan gangguan pencernaan yang bisa menurun dari keluarga dan bukan hanya gangguan pencernaan biasa karena ini juga bisa menjadi salah satu Faktor Penyebab Kanker Tiroid. Oleh sebab itu jaga kesehatan tubuh dengan baik agar tidak menderita gangguan pencernaan.

 

Itulah beberapa Faktor Penyebab Kanker Tiroid, jika Anda menemukan gejala atau tanda-tanda seperti di atas maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter terdekat untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan kanker tiroid atau bukan. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga bermanfaat..

 

 

 

Faktor Penyebab Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Kanker Tiroid

Diagnosis Kanker Tiroid

Diagnosis Kanker Tiroid

Diagnosis Kanker Tiroid – Kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di pangkal leher, tepat di bawah jakun Anda. Tiroid Anda menghasilkan hormon yang mengatur denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh dan berat badan. Meskipun kanker tiroid tidak umum di Amerika Serikat, peringkatnya tampaknya akan meningkat. Menurut dokter ini adalah karena teknologi baru yang memungkinkan mereka untuk menemukan kanker tiroid kecil yang mungkin belum ditemukan di masa lalu. Kanker tiroid bisa diketahui dari gejala-gejala di bawah ini :

  • Benjolan

Beberapa kanker tiroid yang normal pada anak dan wanita paruh baya, gejala awal, lebih dari 95% pasien memiliki massa serviks, khususnya tidak teratur, terisolasi, tidak teratur, Batas tidak jelas, aktivitas yang buruk dari benjolan yang kaku, harus sangat waspada.

  • Suara serak

Kompresi saraf berulang laring kanker tiroid pada pasien dengan tumor tiroid terus mengalami pembesaran sehingga menyebabkan suara serak dan tersendak saat minum.

  • Kesulitan bernafas

Pasien kanker tiroid benjolan terus mengembang, dan secara bertahap menekan saraf yang berdekatan, trakea atau esofagus, penyebab pasien menunjukkan kesulitan bernapas atau menelan kesulitan, telinga, bantal, myeri bahu radioaktif.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Peningkatan benjolan invasi kelenjar getah bening rahim, menyebabkan pembengkakan leher kelenjar getah bening.   – Diagnosis Kanker Tiroid

 

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tiroid meliputi :

  • Kanker tiroid lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.
  • Paparan radiasi tingkat tinggi. Contoh radiasi tingkat tinggi termasuk yang berasal dari pengobatan radiasi pada kepala dan leher dan dampak dari sumber seperti bencana tenaga nuklir atau pengujian senjata tanaman.
  • Sindrom genetik tertentu yang diturunkan. Sindrom genetik yang meningkatkan risiko kanker tiroid termasuk kanker tiroid meduler, neoplasia endokrin multipel dan polyposis adenomatous dalam keluarga.   – Diagnosis Kanker Tiroid

 

Untuk menentukan Diagnosis Kanker Tiroid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai tahap awal pemeriksaan. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga, serta gejala-gejala yang Anda alami, seperti suara serak yang tidak kunjung menghilang. Tes yang dilakukan untuk Diagnosis Kanker Tiroid adalah :

 

  1. Tes fungsi tiroid

Ini adalah jenis Diagnosis Kanker Tiroid melalui darah yang berfungsi untuk memeriksaDiagnosis Kanker Tiroid apakah pembengkakan yang terjadi pada leher Anda disebabkan oleh kondisi lain. Tes ini juga berfungsi mengukur hormon tertentu di dalam darah Anda. Tes ini bisa mengetahui jika terjadi masalah kesehatan, seperti kondisi hipertiroidisme atau kondisi hipotiroidisme. Pemeriksaan ini dapat menghapus morfologi tiroid, lokasi, dan fungsi tiroid, telah menjadi cara konvensional diagnosis penyakit tiroid.

  1. Sitologi aspirasi jarum halus

Ini adalah prosedur lanjutan untuk Diagnosis Kanker Tiroid. Anda tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit untuk menjalani tes ini. Sebuah jarum yang sangat kecil dimasukkan ke benjolan pada leher untuk mengambil sampel yang kemudian diteliti dengan mikroskop. Tes ini bisa menentukan apakah terdapat sel bersifat kanker dan jenis dari kanker tiroid, jika memang ada.

  1. Tes pencitraan

Anda mungkin perlu melakukan Diagnosis Kanker Tiroid dengan tes pencitraan, seperti CT Scan, ultrasound, atau PET (positron emission tomography) untuk membantu dokter memastikan apakah kanker yang muncul sudah menyebar ke luar dari kelenjar tiroid. CT Scan jelas dapat menunjukkan kanker tiroid, bentuk, ukuran dan hubungan dengan laring, trakea, esofagus, dan Anda dapat melihat ruang lingkup infiltrasi kanker.

  1. Tes penyakit turunan

Dokter mungkin perlu melakukan Diagnosis Kanker Tiroid tes genetik untuk mencari gen yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid medular.

 

 

 

Diagnosis Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Tiroid

Pengobatan Kanker Tiroid

Pengobatan Kanker Tiroid

Pengobatan Kanker Tiroid sangat bergantung kepada jenis dan stadium dari kanker yang Anda derita. Tim dokter dari berbagai spesialisasi mungkin perlu memeriksa Anda untuk menentukan jenis pengobatan yang terbaik dan paling sesuai dengan kondisi Anda saat itu.

Beberapa jenis kanker, seperti karsinoma papiler, karsinoma folikuler, dan sebagian karsinoma tiroid meduler, memiliki peluang yang lebih baik untuk sembuh. Kanker tiroid jenis ini ditangani dengan cara operasi pengangkatan kelenjar tiroid, dan mungkin digabungkan dengan radioterapi. Berikut ini adalah beberapa langkah Pengobatan Kanker Tiroid, antara lain:

 

  1. Tiroidektomi

Pengobatan Kanker Tiroid ini adalah prosedur pengangkatan kelenjar tiroid, baik sebagian (hemitiroidektomi) atau keseluruhannya (tiroidektomi total). Pengobatan Kanker Tiroid ini bergantung pada jenis dan ukuran kanker tiroid, serta apakah sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Anda akan disarankan untuk beristirahat selama 2-3 minggu setelah operasi. Ini dimaksudkan untuk menghindari aktivitas yang memberikan beban pada bagian leher Anda.

 

  1. Terapi pengganti hormon

Anda tidak akan bisa menghasilkan hormon yang mengatur sistem metabolisme tubuh setelah Pengobatan Kanker Tiroid tiroidektomi. Oleh karena itu Anda akan memerlukan tablet pengganti hormon seumur hidup Anda. Mungkin Anda perlu melakukan tes darah secara teratur untuk penyesuaian dosis dan memantau kadar hormon apakah sudah tepat untuk tubuh Anda.

 

  1. Pengaturan kadar kalsium

Pascaoperasi pengangkatan kelenjar tiroid pada beberapa kasus, kelenjar paratiroid bisa terpengaruh. Kelenjar paratiroid berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah dan terletak di dekat kelenjar tiroid.

 

  1. Perawatan yodium radioaktif

Pengobatan Kanker Tiroid ini berfungsi menghancurkan sel-sel kanker yang masih ada dan mencegah munculnya kembali kanker setelah Anda menjalani operasi. Pengobatan Kanker Tiroid ini tidak bisa digabungkan dengan terapi pengganti hormon karena efektivitasnya akan terganggu. Demikian pula, orang yang menjalani Pengobatan Kanker Tiroid ini juga harus mengurangi konsumsi yodium dalam makanannya karena bisa menurunkan efektivitas pengobatan dengan cara ini. Disarankan untuk menghindari segala macam hidangan laut, kurangi konsumsi produk olahan dari susu, dan tidak mengonsumsi obat batuk, serta garam laut.Pengobatan Kanker Tiroid

Perbanyak konsumsi daging, buah, sayuran, dan nasi yang memiliki kandungan yodium rendah. Wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak disarankan menjalani prosedur pengobatan ini karena bisa berpengaruh pada kondisi janin dan bayi. Anda juga disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang bagus untuk menghindari kehamilan, setidaknya enam bulan setelah perawatan ini. Prosedur ini tidak berpengaruh pada kesuburan wanita, tapi bisa sedikit memengaruhi tingkat kesuburan pada pria. Efek samping yang mungkin terjadi akibat Pengobatan Kanker Tiroid ini adalah mual, mulut kering, mata kering, serta indera perasa dan penciuman yang berubah.

 

  1. Radioterapi eksternal

Prosedur yang mana gelombang radioaktif diarahkan pada bagian tubuh yang terpengaruh. Pengobatan Kanker Tiroid ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tahap lanjutan atau karsinoma tiroid anaplastik. Jangka waktu radioterapi sendiri bergantung kepada jenis kanker dan perkembangannya. Efek samping yang biasa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, mulut kering, dan sakit saat menelan.

 

  1. Kemoterapi

Prosedur ini biasanya hanya digunakan untuk mengatasi karsinoma tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh yang lain. Anda akan mengonsumsi obat yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan Kanker Tiroid ini jarang sekali bisa menyembuhkan kanker anaplastik, tapi bisa memperlambat perkembangan dan membantu meredakan gejala yang muncul akibat kanker tiroid. Beberapa kemungkinan efek samping yang bisa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, tukak mulut, dan kehilangan selera makan. Ketika Anda menjalani kemoterapi, Anda juga akan rentan mengalami infeksi.

 

 

Pengobatan Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Kanker Darah

Komplikasi Kanker Darah

Komplikasi Kanker Darah

Komplikasi Kanker Darah – Kanker darah di sebut juga dengan leukimia yang merupakan kelainan darah dimana bertambahnya sel darah putih yang menyebabkan kerusakan pada bagian sumsum tulang, dan sistem getah bening. Hal ini dapat mempengaruhi produksi dan fungsi sel darah normal.  Sehingga dapat mengancam jiwa dan sistem kekebalan tubuh dan perederan darah. Penyebab kanker darah dapat kita bagi berdasarkan jenisnya yang masing masing sangat berbeda.

Timbulnya kanker darah memiliki banyak sekali penyebab yang bisa terjadi.  Walaupun secara spesifik tidak di ketahui penyebabnya, tetapi orang dewasa dengan usia tua sangat mungkin terjangkit kanker darah.

 

Tanda-tanda kanker darah bervariasi, tergantung pada jenis kanker darah yang dialami seseorang. Beberapa ciri-ciri utama yang mungkin menandai keberadaan kanker darah antara lain yaitu:

  • Merasa demam atau kedinginan
  • Terus-menerus merasa lelah atau merasa lemah
  • Sering mengalami infeksi berulang-kali atau mengalami infeksi berat
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya dan tidak selera makan
  • Gampang berdarah atau memar
  • Sering mengalami mimisan
  • Muncul bintik-bintik merah kecil di kulit
  • Keringat berlebihan, terutama di malam hari
  • Rasa sakit atau nyeri pada tulang atau persendian

 

Ingatlah bahwa ciri-ciri kanker darah tidak selalu terlihat dengan jelas. Seorang penderitanya mungkin saja tidak menyadari keberadaan kanker darah di tubuhnya karena gejala-gejala kanker darah di tahap awal bisa mirip dengan gejala flu atau penyakit biasa lainnya.

 

 

Komplikasi Kanker Darah

Secara umum, kanker darah terjadi akibat produksi sel darah putih yang terlalu cepat sehingga banyak sel yang belum terbentuk secara sempurna dan akhirnya kekebalan tubuh tidak berfungsi secara baik bagi penderitanya. Beberapa Komplikasi Kanker Darah yang dapat terjadi pada penderita antara lain :

 

  1. Hepatomegali

Hepatomegali merupakan Komplikasi Kanker Darah dengan kondisi organ hati yang mengalami pembesaran dan membengkak melebihi ukuran normal. Pembengkakan dan pembesaran organ hati ini jika tidak ditindaklanjuti tentunya dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati. Hepatomegali dapat dipicu oleh penyakit di dalam organ hati ataupuan di luar organ hati. Salah satu penyakit di luar organ hati yang dapat memicu kondisi ini adalah kanker darah. Kanker darah yang dibiarkan dalam jangka waktu lama tanpa ditindaklanjuti dapat menyerang dan menyebar ke bagian tubuh lain salah satunya organ hati, sehingga dapat menyebabkan hepatomegali.

 

  1. Splenomegali

Splenomegali adalah pembesaran limfa. Splenomegali merupakan salah satu Komplikasi Kanker Darah Komplikasi Kanker Darahyang dapat terjadi pada penderita Leukemia Granulositik Kronis. Leukemia jenis ini termasuk dalam kategori Leukemia Myelositik Kronis. Leukemia Granulositik Kronis adalah suatu kanker darah yang ditandai dengan produksi berlebih dari seri granulosit yang relatif matang. Kelebihan sel-sel darah yang diproduksi ketika seseorang menderita leukemia granulositik kronis sebagiannya akan berakumulasi di dalam limfa. Komplikasi Kanker Darah ini selanjutnya akan menyebabkan limfa menjadi bertambah besar bahkan bisa berisiko untuk pecah.

 

  1. Gagal sumsum tulang (Bone Marrow Failure)

Kanker darah dapat membuat sel darah putih menumpuk dalam jumlah yang berlebihan di dalam sumsum tulang. Akibatnya Komplikasi Kanker Darah yang terjadi adalah sumsum tulang akan gagal memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Jika jumlah sel darah merah dalam tubuh kurang, maka dapat menyebabkan kondisi lain yang juga berbahaya, salah satunya anemia.

 

  1. Limpadenopati

Limpadenopati merupakan salah satu Komplikasi Kanker Darah yang menyerang tubuh penderita. Limpadenopati adalah suatu kondisi ketidaknormalan ukuran, konsistensi, maupun jumlah dari kelenjar getah bening.

 

Itulah beberapa Komplikasi Kanker Darah yang bisa terjadi pada penderita jika tidak segera ditindak lanjuti. Pantaulah selalu kondisi kesehatan Anda agar terhindar dari penyakit berbahaya ini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

 

 

 

Komplikasi Kanker Darah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Kanker Darah

Bahaya Kanker Darah

Bahaya Kanker Darah

Bahaya Kanker Darah – Kanker darah atau yang biasa disebut juga dengan istilah leukemia adalah suatu penyakit kanker yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh manusia. Sel darah putih yang dalam kondisi normal dapat menerima sinyal dari tubuh untuk bereproduksi (berkembang) hanya ketika tubuh membutuhkan, akan berubah sifatnya ketika sel kanker menyerang. Ia tak lagi dapat merespon sinyal tersebut. Akibatnya sel darah putih terus memproduksi dirinya secara berlebihan, tidak teratur, tidak terkontrol, dan tidak normal. Kanker darah dapat dialami oleh siapa saja baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia. Faktor genetik atau keturunan dapat berkontribusi cukup besar untuk menularkan penyakit ini. Karenanya, Anda perlu waspada jika terdapat keluarga yang pernah menderita leukemia.

Kanker darah atau leukemia dapat terjadi secara akut maupun kronis. Apabila kanker darah yang terjadi pada seseorang berlangsung sangat cepat, memburuk, bahkan hingga menyebabkan kematian maka ia telah mengalami kanker darah akut. Namun, apabila perjalanan penyakit kanker darah pada seseorang berlangsung tidak begitu cepat sehingga harapan hidupnya dapat menjadi lebih lama maka kanker darah kronislah yang sedang ia alami.   – Bahaya Kanker Darah

 

Bahaya Kanker Darah

Secara umum kanker darah atau leukemia digolongkan menjadi 4 jenis, yaitu leukemia Limfositik Akut (LLA) yang paling sering dialami oleh anak-anak, Leukemia Myelositik Akut (LMA) yang lebih sering dialami oleh orang dewasa, Leukemia Limfositik Kronis (LLK) yang lebih sering diderita oleh dewasa usia lebih dari 55 tahun (lansia), dan Leukemia Myelositik Kronis (LMK) yang juga dapat dialami oleh orang dewasa. Seperti kanker yang menyerang organ tubuh lainnya, penyakit ini pun membawa Bahaya Kanker Darah tersendiri bagi tubuh penderita. Apa saja Bahaya Kanker Darah? Di bawah ini dijelaskan beberapa Bahaya Kanker Darah :

 

  1. Dapat Menyebabkan Kematian

Apapun bagian organ tubuh yang diserang oleh kanker sebenarnya dapat berpotensi menyebabkan kematian apalagi jika sudah memasuki stadium lanjut. Tak terkecuali kanker darah atau leukemia. Seperti jenis kanker lainnya, kanker darah pun memiliki tingkatan penyakit dimulai dari stadium awal yaitu stadium 1, berlanjut ke stadium 2, stadum 3, hingga stadium 4 yang merupakan stadium lanjut. Jika seseorang sudah mengalami kanker darah stadium lanjut maka tak jarang dokter pun memvonis harapan hidupnya tidak akan lama lagi.  – Bahaya Kanker Darah

Bahaya Kanker Darah mau kategori akut ataupun kronis, keduanya sebenarnya sama-sama dapat ‘memangkas’ usia seseorang. Namun, diantara kedua ketagori tersebut memang kanker darah akutlah yang lebih berpeluang mematikan. Jika tidak ditindak lanjuti dengan mengkonsumsi obat-obatan, maka kanker darah akut atau leukemia akut (leukemia limfositik akut dan leukemia myelositik akut) dapat menyebabkan kematian pada penderitanya hanya dalam hitungan minggu saja atau bahkan hitungan hari karena kanker darah akut dapat merusak sistem-sistem yang terdapat di dalam tubuh dengan cepat.  – Bahaya Kanker Darah

Bahaya Kanker Darah kronis atau leukemia kronis (leukemia limfositik kronis dan leukemia myelositik kronis) juga sebenarnya dapat menyebabkan kematian pada penderitanya, namun prosesnya tidak secepat kanker darah akut. Perjalanan kanker darah kronis dalam tubuh seseorang tidak begitu cepat sehingga dapat membuat penderitanya memiliki harapan hidup yang lebih lama, bahkan hingga lebih dari 1 tahun. Karena Bahaya Kanker Darah ini memiliki potensi mematikan, maka jika Anda sudah mengalami beberapa gejalanya segera konsultasikan ke dokter terdekat agar penanganan dapat dilakukan lebih dini.  – Bahaya Kanker Darah

 

  1. Dapat Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Kanker darah atau leukemia adalah suatu kondisi berlebihnya produksi sel darah putih yang tidak normal di dalam tubuh. Begitu tidak terkontrolnya produksi sel darah putih di dalam sumsum tulang ini akan menyebabkan sel darah lain yang sehat menjadi berkurang. Bahaya Kanker Darah mengakibatkan sel darah lain seperti sel darah merah dan trombosit pun tidak dapat menjalankan fungsi normalnya masing-masing di dalam tubuh.

Bahaya Kanker DarahBahaya Kanker Darah lainnya selain menghambat fungsi normal sel darah merah dan trombosit, sebenarnya fungsi dari sel darah putih itu sendiri pun tidak dapat terpenuhi. Di dalam tubuh manusia, sel darah putih memiliki berbagai fungsi diantaranya untuk menjaga kekebalan tubuh (sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh), melindungi tubuh dari serangan mikroorganisme penyebab infeksi, menangkap dan menghancurkan organisme hidup, memiliki enzim yang berguna untuk memecah protein, dan berkontribusi sebagai pengangkut zat lemak.   – Bahaya Kanker Darah

Mengingat salah satu fungsi dari sel darah putih ialah sebagai salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh, maka jika yang terdapat di dalam tubuh justru adalah sel darah putih yang abnormal, tubuh menjadi tidak mampu lagi melawan segala infeksi yang menyerang. Akibatnya, tubuh menjadi lemah dan daya tahan tubuh menurun. Bahaya Kanker Darah seperti ini tentunya dapat membuat penderita kanker darah semakin drop.

 

 

 

Bahaya Kanker Darah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Darah

Cara Mencegah Kanker Darah

Cara Mencegah Kanker Darah

Cara Mencegah Kanker Darah – Leukimia atau bisa juga di sebut dengan kanker darah yaitu salah satu jenis penyakit kanker yang mana menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Jenia penyakit ini sangatlah berbahaya, bahkan sampai saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar orang, karena penyakit ini juga merupakan penyakit yang mematikan.

Adapun ciri-ciri kanker darah secara umum antara lain sering mengalami demam dan keringgat dingin di malam hari, wajah pucat, sakit kepala, mudah lelah, kondisi fisik melemah, mudah berdarah, mudah memar, nyeri tulang pada persendian, pembengkakan kelenjar getah bening pada leher atau ketiak ataupun perut, berat badan menurun, sering mengalami anemia atau kurang darah, seperti terkena asma dan terasa nyeri di dada.

 

Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa mencegah penyakit kanker darah ini? Nah, di bawah ini ada beberapa Cara Mencegah Kanker Darah atau leukimia yang bisa Anda lakukan, yaitu sebagai berikut:

 

  1. Olahraga yang Teratur

Cara Mencegah Kanker DarahCara Mencegah Kanker Darah pertama yaitu dengan olahraga yang teratur, maka bisa membuat keadaan tubuh kita menjadi jauh lebih sehat. Menurut American Cancer Society (ACS), dengan kita melakukan olahraga secara teratur, maka bisa menurunkan resiko penyakit kanker. Bahkan, ACS juga merekomendasikan, agar kita bisa berolahraga minimal 30 menit dalam satu hari, dan Anda bisa melakukannya 5 kali dalam satu minggu.

 

  1. Diet

Selain itu para peneliti juga mengungkapkan bahwa diet sehat juga bisa membantu Anda dalam mencegah munculnya sel kanker dalam tubuh termasuk Cara Mencegah Kanker Darah. Anda bisa melakukan diet sehat seperti mengkonsumsi biji-bijian, buah-buhan, sayur-sayuran serta mengurangi asupan lemak.

Selain itu Cara Mencegah Kanker Darah Anda juga harus menghindari mengkonsumsi makanan cepat saji, karena hal ini juga bisa meningkatkan resiko munculnya sel kanker pada tubuh Anda. Mengapa demikian? Karena makanan cepat saji ini merupakan salah satu jenis makanan yang memang menjadi pemicu munculnya sel kanker.

 

  1. Menghindari Rokok dan alkohol

Bukan hanya olahraga dan diet namun Cara Mencegah Kanker Darah lainnya Anda juga harus menghindari mengkonsumsi alkohol dan menjauhi rokok baik sebagai produk aktif atau bahkan pasif. Karena rokok ini merupakan salah satu penyebab munculnya kanker. Bahkan alkohol pun sama bahayanya dengan rokok. Ketika Anda banyak mengkonsumsi alkohol, maka sel kanker darah atau leukimia bisa dengan mudah menyebar pada tubuh Anda.

 

  1. Menghindari Zat Karsinogenik

Anda juga dianjurkan untuk menghindari zat karsinogenik, karena zat ini juga merupakan zat yang bisa memicu munculnya sel kanker. Zat ini bisa di hasilkan dari makanan yang diproses melalui di goreng, ditumis atau bahkan di bakar. Maka dari itu sebaiknya Anda mengolah makanan dengan cara dikukus atau bahkan direbus guna sebagai Cara Mencegah Kanker Darah atau leukimia.

 

  1. Deteksi Dini

Cara Mencegah Kanker Darah atau leukimia Anda juga harus melakukan deteksi dini. Hal ini patut dilakukan guna mencegah munculnya sel kanker lebih cepat. Karena jika sel kanker tidak Anda deteksi, apalagi Anda membiarkannya, maka bisa berakibat sangat fatal, bahkan bisa menghilangkan nyawa Anda.

 

Nah, itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan Cara Mencegah Kanker Darah atau leukimia. Penting untuk Anda ketahui mencegah lebih baik daripada mengobati maka dari itu cegahlah sedini mungkin sebelum semuanya terlambat.

 

 

Cara Mencegah Kanker Darah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanda-Tanda Kanker Darah

Tanda-Tanda Kanker Darah

Tanda-Tanda Kanker Darah

Tanda-Tanda Kanker Darah ini juga cenderung mirip dengan penyakit lainnya, sehingga akan terjadi kesulitan mengindikasi terjadinya kanker darah di dalam tubuh. Umumnya, Tanda-Tanda Kanker Darah ini nampak seperti penyakit flu. Oleh karena itu kita perlu mewaspadai terjadinya. Pada dasarnya, tanda-tanda yang ditimbulkan dari adanya kanker darah ini adalah sebagai berikut:

 

  1. Lemas atau terjadi kelelahan yang berkelanjutan

Tanda-Tanda Kanker Darah yang pertama yang menandai terjadinya kanker darah adalah tubuh terasa lemas dan terjadi kelelahan yang berkelajutan. Darah merupakan komponen yang paling banyak terdapat di dalam tubuh. Oleh karena itu, ketika darah terjangkit penyakit kanker ini maka badan kita akan mengalami kelelahan yang luar biasa dan juga mengalami badan yang terasa lemas.

 

  1. Sering menggigil

Salah satu Tanda-Tanda Kanker Darah ini adalah seringkali menggigil. Menggigil merupakan salah satu hal yang Tanda-Tanda Kanker Darahsering mengikuti ketika demam terjadi. Namun tidak semua demam tidak disertai menggigil. Ketika seseorang terlalu sering mengalami demam dan disertai menggigil, sebaiknya segera saja di bawa ke dokter agar mendapatkan penanganan dan juga agar segera diketahui penyebab terjadinya hal tersebut. Namun, demam disertai gigilan juga bukan merupakan satu-satunya Tanda-Tanda Kanker Darah ini. Harus tetap diperhatikan gejala-gejala lainnya yang menyertai.

 

  1. Munculnya keringat yang berlebihan, terutama ketika malam hari

Tanda-Tanda Kanker Darah selanjutnya adalah seseorang seringkali mengalami keringat berlebihan di dalam tubuhnya atau dibagian tertentu. Keringat ini akan bertambah jumlahnya ketika malam hari datang. Sehingga apabila seseorang mengalami keringat berlebihan, terutama pada malam hari, alangkah baiknya segera dibawa ke dokter dan diperiksa apakah sebenarnya yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

 

  1. Terjadinya penurunan berat badan

Terjadinya penurunan berat badan merupakan salah satu Tanda-Tanda Kanker Darah ini. Bagaimanapun juga penyakit dalam akan dapat menggerogoti apa yang ada di dalam tubuh manusia, termasuk sel kanker ini. Sel kanker yang terdapat di dalam darah lama-kelamaan akan menyerang berbagai bagian tubuh manusia sehingga secara tidak sadar kita akan mengalami penurunan berat badan, baik secara bertahap maupun secara drastis.

 

  1. Mudah sekali mengalami pendarahan

Tanda-Tanda Kanker Darah juga dapatTanda-Tanda Kanker Darah ditandai dengan mudahnya bagian tubuh mengeluarkan darah. Seperi misal mimisa, atau pada luka memar sering keluar darahnya. Hal ini karena darah yang ada di dalam tubuh kita terkontaminasi oleh sel-sel kanker sehingga akan terjadi gangguan di dalam tubuh yang menyebabkan darah ini kerap kali keluar dari dalam bagian tubuh tertentu menuju keluar bagian tubuh.

 

  1. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit

Tanda-Tanda Kanker Darah selanjutnya yang menandai terjadinya kanker darah adalah munculnya bintik- bintik merah yang terdapat pada kulit. Bintik-bintik merah menrupakan gejala dari terjadinya beberapa penyakit tertentu, seperti penyakit demam berdarah dan juga kanker darah ini. Maka dari itu ketika pada kulit Anda megalami bintik-bintik yang berwarna kemerahan, hal tersebut mengindikasikan suatu kondisi tertentu yang membawa Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Jika kita merasa acuh dengan adanya bintik merah yang ada pada kulit maka hal tersebut bisa saja beresiko terhadap kesehatan kita. Maka dari itu kita tidak boleh meremehkan adanya bintik merah tersebut.

 

  1. Munculnya atau sering terjadinya infeksi parah

Tanda-Tanda Kanker Darah selanjutnya yang menandai kanker darah adalah seringkali munculnya atau terjadinya infeksi yang parah. Biasanya infeksi ini akan terjadi pada luka, sehingga bagian tubuh kita yang terluka akan mudah sekali menjadi infeksi badan susah untuk disembuhkan.

 

  1. Terjadi pembengkakan dan juga rasa yang tidak nyaman pada bagian perut yang diakibatkan oleh pembesaran limpa

Selanjutnya Tanda-Tanda Kanker Darah juga ditandai dengan bengkaknya bagian perut seseorang sehingga menyebabkan rasa yang tidak nyaman akibat pembesaran limpa. Ya, kanker darah merupakan satu penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada limpa. Limpa merupakan satu organ dalam tubuh manusia yang mempunyai kegunaan tertentu. Dan limpa ini merupakan satu organ yang penting untuk manusia.

 

Itulah beberapa Tanda-Tanda Kanker Darah dan yang umumnya terjadi. Meskipun Tanda-Tanda Kanker Darah di atas disinyalir sebagai gejala yang menandai awalnya penyakit kanker darah, namun ternyata hal itu belumlah pasti. Pasalnya ada penyakit lain yang mempunyai gejala-gejala yang hampir sama dengan Tanda-Tanda Kanker Darah diatas, salah satunya adalah terjadinya infeksi.

 

Tanda-Tanda Kanker Darah

Posted in Uncategorized | Leave a comment