Gejala Kanker Kulit Melanoma

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Gejala Kanker Kulit Melanoma – Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Melanoma berkembang pada sel melanosit yang menghasilkan melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit. Meski jarang terjadi, namun melanoma juga bisa muncul pada mata dan organ internal, seperti usus, saluran kencing, atau vagina.

Penyebab melanoma belum diketahui secara jelas, tetapi paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari, lampu tanning, dan lampu tidur dapat meningkatkan risiko terkena melanoma. Membatasi tubuh terhadap paparan radiasi sinar UV dapat membantu mengurangi risiko melanoma. Risiko melanoma meningkat pada orang yang berusia di bawah 40 tahun, terutama perempuan. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

Melanoma dapat muncul pada seluruh area tubuh, namun yang paling sering terkena adalah area tubuh yang sering terkena paparan matahari, seperti punggung, kaki, lengan, dan wajah. Melanoma juga bisa terjadi pada area tubuh yang tidak menerima banyak paparan sinar matahari, seperti telapak kaki, telapak tangan, dan kulit di bawah kuku. Melanoma ini sering disebut sebagai melanoma tersembunyi dan lebih umum terjadi pada orang dengan kulit lebih gelap. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

Pengobatan melanoma biasanya dengan menghilangkan bagian yang terkena melalui operasi. Bagi yang mengalami melanoma dengan area cukup besar, nodus limpa terdekat biasanya akan dilakukan tes apakah melanoma sudah tersebar atau belum. Sebagian besar orang yang terkena melanoma akan bisa diobati apabila sel kanker belum menyebar. Namun, bagi yang melanomanya sudah menyebar, beberapa alternatif terapi misalnya immunotherapy, biologic therapy, terapi radiasi, dan kemoterapi dapat memperbesar peluang untuk bertahan hidup. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

 

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Mengetahui Gejala Kanker Kulit Melanoma dapat membantu memastikan bahwa perubahan kanker dapat terdeteksi secara dini dan diobati sebelum kanker menyebar. Melanoma sebenarnya bisa diobati dengan baik jika terdeteksi lebih dini. Berikut adalah Gejala Kanker Kulit Melanoma :

  • Perubahan pada tahi lalat

Gejala Kanker Kulit Melanoma yang pertama yaitu terdapat perubahan pada tahi lalat yang nampak lebih menghitam dan membesar. Meskipun melanoma tidak selalu muncul dari tahi lalat yang sudah ada, karena bisa juga terjadi pada kulit yang normal.

  • Tahi lalat normal

Tahi lalat yang normal umumnya berwarna sama, seperti cokelat atau hitam, dengan batas yang jelas antara tahi lalat dan kulit sekitarnya. Bentuknya oval atau bulat dan biasanya memiliki diameter lebih kecil dari 6 milimeter. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

Kebanyakan orang memiliki 10 hingga 45 tahi lalat. Sebagian besar dari tahi lalat ini muncul pada usia 50, meskipun tahi lalat dapat berubah penampilannya dari waktu ke waktu, beberapa bahkan mungkin hilang seiring dengan usia. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

  • Tahi lalat yang mengindikasikan melanoma

Gejala Kanker Kulit MelanomaAda cara mudah untuk membantu mengidentifikasi karakteristik tahi lalat yang mungkin mengindikasikan melanoma atau kanker kulit lainnya, yaitu dengan menilik Gejala Kanker Kulit Melanoma yang sering disingkat dengan ABCDE :

  • A adalah untuk bentuk Asimetris

Carilah tahi lalat dengan bentuk tidak teratur, seperti dua bagian yang sangat berbeda. Tahi lalat yang jinak biasanya berbentuk simetris. Jika kita menarik garis di tengah, kedua sisi akan sama besar. Namun jika tahi lalat yang memiliki kedua bagian tidak sama berarti asimetris, dan menjadi salah satu tanda peringatan untuk melanoma.

  • B (irreguler Border) adalah batas yang tidak teratur

Tahi lalat jinak memiliki batas halus dan tegas, berbeda pada melanoma. Batas dari melanoma awal cenderung tidak merata. Tepi tahi lalat dapat bergigi atau berlekuk.

  • C (changes in Colour) adalah perubahan warna.

Umumnya tahi lalat yang jinak hanya memiliki satu warna, seringnya berwarna cokelat. Tahi lalat yang memiliki lebih dari satu warna menjadi sinyal peringatan lain dari melanoma. Warna kecoklatan yang beragam atau hitam bisa muncul. Melanoma juga bisa berwarna merah, putih, atau biru. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

  • D adalah Diameter

Tahi lalat jinak biasanya memiliki diameter lebih kecil atau sekitar 6mm. Sedangkan melanoma biasanya memiliki diameter berukuran lebih besar dari 6mm, tetapi terkadang bisa lebih kecil ketika pertama kali terdeteksi. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

  • E adalah Evolving atau tumbuh dan berubah bentuk

Umumnya, tahi lalat yang jinak akan terlihat sama dari waktu ke waktu. Perlu diwaspadai ketika tahi lalat mulai berkembang atau berubah, baik bentuk, ukuran, maupun warnanya. Kenali adanya perubahan pada ukuran dan bentuk atau warna pada tahi lalat dari waktu ke waktu. Tahi lalat yang merupakan melanoma juga bisa menimbulkan gejala lain seperti gatal-gatal atau perdarahan. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

 

Melanoma Tersembunyi

Melanoma juga dapat muncul di daerah tubuh yang sedikit atau tidak mendapat paparan sinar matahari, seperti ruang antara jari-jari kaki dan pada telapak tangan, telapak kaki, kulit kepala, atau alat kelamin. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

Disebut sebagai melanoma tersembunyi karena terjadi di tempat-tempat dimana kebanyakan orang tidak akan berpikir untuk melakukan pemeriksaan melanoma. Jenis melanoma ini lebih sering terjadi pada orang dengan kulit lebih gelap.

 

Melanoma tersembunyi meliputi:

  1. Melanoma Acral-lentiginosa

Sering disebut sebagai melanoma di bawah kuku. Acral-lentiginosa melanoma adalah jenis melanoma yang jarang ditemui. Melanoma ini muncul di bawah kuku tangan atau kuku kaki dan juga dapat ditemukan pada telapak tangan atau telapak kaki. Melanoma ini lebih sering terjadi pada orang kulit hitam dan orang dengan pigmen kulit yang lebih gelap.

  1. Melanoma Mukosa

Melanoma mukosa sering terjadi pada mulut, saluran pencernaan, saluran kemih atau vagina. Melanoma mukosa berkembang di selaput lendir yang melapisi hidung, mulut, kerongkongan, anus, saluran kemih dan vagina. Melanoma mukosa sangat sulit untuk dideteksi karena kondisinya mirip dengan penyakit umum lainnya.

  1. Melanoma Okular

Melanoma mata, juga disebut melanoma okular, paling sering terjadi pada uvea – lapisan di bawah putih mata (sclera). Melanoma mata dapat menyebabkan perubahan kemampuan pandang mata (vision) dan dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata.

 

Demikian artikel tentang Gejala Kanker Kulit Melanoma ini, semoga dengan membaca dan mengetahui apa saja Gejala Kanker Kulit Melanoma tersebut kita bisa mendiagnosa tanda dari kanker kulit melanoma yang sangat berbahaya sejak dini dan bisa mencegahnya agar tidak sampai terkena kanker kulit melanoma. Semoga bermanfaat 🙂

 

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Leukimia Pada Anak

Gejala Leukimia Pada Anak

Gejala Leukimia Pada Anak

Gejala Leukimia Pada Anak – Penyakit kanker darah (leukimia) adalah penyakit yang paling menakutkan bagi manusia. Karena , begitu vonis itu dijatuhkan pada seseorang maka berbagai permasalahan berat dan rumit akan dihadapi di antaranya resiko ancaman jiwa tinggi dan pengobatannya sangat mahal dan efek samping pengobatan yang sangat menyiksa. Leukimia menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60% anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut. Deteksi dini dan pencegahan adalah langkah awal yang paling agar hal yang lebih berat dapat terjadi. – Gejala Leukimia Pada Anak

 

Kejadian leukemia berbeda dari satu negara dengan negara lainnya, hal ini berkaitan dengan cara diagnosis dan pelaporannya. Kejadian leukemia setiap tahun sekitar 3,5 kasus dari 100.000 anak dibawah 15 tahun. Leukemia akut pada anak mencapai 97% dari semua leukemia pada anak, dan terdiri dari 2 tipe yaitu : Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) 82 % dan Leukemia Mieloblastik (LMA) 18 %. Hal ini berbeda dengan leukemia pada orang dewasa, yaitu LLA 15 % dan LMA 85%. Leukemia kronik mencapai 3% dari seluruh leukemia pada anak.  Puncak kejadian LLA pada usia 2-5 tahun dan meningkat lagi setelah usia 65 tahun, sedang LMA mengenai semua kelompok usia, tetapi kejadiannya meningkat dengan bertambahnya usia. Perbandingan penderita laki-laki dan perempuan adalah 1,3 : 15. – Gejala Leukimia Pada Anak

 

Penyebab Leukimia Pada Anak

Penyebab leukemia pada anak belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti :

  • Radiasi Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung: Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia dan Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. – Gejala Leukimia Pada Anak
  • Faktor leukemogenik Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia: Racun lingkungan seperti benzena, Bahan kimia industri seperti insektisida, Obat untuk kemoterapi
  • Penderita sindrom Down memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal. – Gejala Leukimia Pada Anak
  • Virus dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa. – Gejala Leukimia Pada Anak

 

 

Gejala Leukimia Pada Anak

  • Anemia atau pucat

Anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah. Gejala Leukimia Pada Anak umumnya anak mengalami anemia dengan ciri-ciri muka pucat, tak bertenaga alias lemas, gampang lelah dan sesak napas. – Gejala Leukimia Pada Anak

  • Demam berkepanjangan dan mudah terkena infeksi

Karena sel darah putihnya abnormal, kuman yang masuk jadi tidak bisa dilawan sel darah putih. Sel darah putih yang harusnya bertugas melindungi tidak berfungsi. Akibatnya anak jadi rentan kena infeksi dan sering demam. Demam dan infeksi adalah awal Gejala Leukimia Pada Anak. Tidak mudah memang membedakan dengan demam lainnya seperti flu. Tapi demam pada leukemia biasanya lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung beberapa hari dan sering terjadi. – Gejala Leukimia Pada Anak

  • Pembengkakan Kelenjar

Kelenjar getah bening bengkak merupakan salah satu awal Gejala Leukimia Pada Anak yang bisa diamati. Bengkak akibat kelenjar bisa terlihat di dada, pangkal paha leher dan ketiak. Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. Bedanya dengan bengkak kelenjar pada sakit lainnya adalah pada anak leukemia berlangsung selama beberapa hari berbeda dengan bengkak karena sakit flu.

  • Nyeri tulang

Nyeri tulang ini bukan karena luka atau memar. Gejala Leukimia Pada Anak yang ditandai dengan nyeri tulang biasanya semakin memburuk dari waktu ke waktu karena sumsum tulangnya terakumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. – Gejala Leukimia Pada Anak

  • Mudah berdarah dan memar

    Gejala Leukimia Pada Anak

    Gejala Leukimia Pada Anak

Anak-anak leukemia gampang sekali berdarah dan memar yang merupakan tanda tingkat pembekuan darahnya rendah. Trombosit adalah fragmen sel atau sel yang membantu darah untuk membeku yang diproduksi oleh sumsum tulang. Rendahnya tingkat trombosit dalam tubuh dapat mengakibatkan keterlambatan dalam pembekuan darah sehingga anak-anak leukemia gampang berdarah untuk periode yang sering. Gejala Leukimia Pada Anak yang ditandai dengan mudah berdarah dan memar ini harus segera di diagnosa apakah benar anak Anda terserang kanker darah atau leukemia, sebelum menjadi parah periksakanlah ke dokter.

Gejala Leukimia Pada Anak lainnya adalah mimisan, perdarahan gusi, kesulitan bernapas, kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit kepala, hati dan limpa membesar, keringat berlebihan pada malam hari dan munculnya bintik-bintik merah kecil pada kulit, yang dikenal sebagai petechiae. Untuk memastikan anak menderita leukemia harus dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tes darah darah lengkap, CT scan, MRI, biopsi sumsum tulang, apusan darah tepi, dan analisis cytogenic dan tekan tulang belakang.

 

Penanganan Leukimia Pada Anak

  • Penanganan leukemia meliputi kuratif dan suportif. Penanganan suportif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia, komplikasi dan tindakan yang mendukung penyembuhan, termasuk perawatan psikologi. Perawatan suportif tersebut antara lain transfusi darah/ trombosit, pemberian antibiotik pada infeksi/ sepsis, obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik dan pendekatan aspek psikososial.
  • Sitostatika yang digunakan pada tiap tahap pengobatan leukemia merupakan kombinasi dari berbagai sitostatika. Pengobatan dengan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) bermanfaat untuk mengatasi penurunan granulosit sebagai efek samping sitistatika, namun tidak mengurangi lama perawatan di rumah sakit.
  • Permasalahan yang dihadapi. Pada penanganan pasien leukemia adalah obat yang mahal, ketersediaan obat yang belum tentu langkap, dan adanya efek samping, serta perawatan yang lama. Obat untuk leukemia dirasakan mahal bagi kebanyakan pasien apalagi dimasa krisis sekarang ini, Selain macam obat yang banyak , juga lamanya pengobatan menambah beban biaya untuk pengadaan obat. Efek samping sitostatika bermacam-macam seperti anemia, pedarahan, rambut rontok, granulositopenia (memudahkan terjadinya infeksi), mual/ muntah, stomatitis, miokarditis dan sebagainya. Penderita dengan granulositopenia sebaiknya dirawat di ruang isolasi. Untuk mengatasi kebosanan karena perawatan yang lama perlu disediakan ruang bermain dan pelayanan psikologis. Penderita yang telah remisi dan selesai pengobatan kondisinya akan pulih seperti anak sehat. Problem selama pengobatan adalah terjadinya relap (kambuh). Relaps merupakan pertanda yang kurang baik bagi penyakitnya. – Gejala Leukimia Pada Anak

 

Usia penderita leukemia :

  • LLA resiko normal prognosisnya lebih baik dari resiko tinggi
  • Faktor prognosis yang kurang baik antara lain : usia kurang dari 2 tahun, usia lebih dari 10 tahun, jumlah leukosit (sel darah putih) saat awal lebih dari 50×109/L, jumlah trombosit (keping darah) kurang dari 100×109/L, ada masa mediastinum, ras hitam, laki-laki, ada pembesaran kelenjar limfe, pembesaran hati lebih dari 3 cm, tipe limfoblas L2 atau L3, dan adanya penyakit susunan syaraf pusat saat diagnosisi.
  • Angka kelangsungan hidup 5 tahun penderita leukemia sekitar 66-67%.
  • Pada LMA, jumlah lekosit yang tinggi (>100.000/µL), ras hitam, koagulasi abnormal berprognosis jelek – Gejala Leukimia Pada Anak

 

 

Gejala Leukimia Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Tiroid

Gejala Kanker Tiroid

Gejala Kanker Tiroid – Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan dari leher yang mengeluarkan hormon dan mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lain-lainnya

Kanker tiroid sendiri adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam kelenjar tiroid. Kanker tiroid merupakan sejenis kanker yang cukup jarang terjadi dan biasanya mudah disembuhkan jika diketahui sejak awal. – Gejala Kanker Tiroid

Kanker tiroid biasanya terjadi pada orang yang berusia antara 35-39 tahun dan juga pada usia 70 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko mengalami kanker tiroid dua hingga tiga kali lipat dibandingkan pria. Meski alasan pasti kenapa hal ini terjadi masih tidak diketahui, tapi ada kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita. – Gejala Kanker Tiroid

Kanker tiroid terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Karsinoma papiler. Ini adalah jenis kanker tiroid yang paling umum (sekitar 60 persen kasus kanker tiroid) dan biasanya memengaruhi wanita pada usia di bawah 40 tahun.
  • Karsinoma folikuler. Jenis ini terjadi sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker tiroid dan cenderung terjadi pada orang-orang lanjut usia.
  • Karsinoma medular tiroid. Jenis ini terjadi sekitar 5-8 persen dari seluruh kasus kanker tiroid, tapi kanker tiroid jenis ini bisa turun-menurun di dalam satu keluarga, ini yang membedakan dengan jenis kanker tiroid lainnya.
  • Karsinoma tiroid anaplastik. Ini jenis kanker tiroid yang paling jarang dan paling agresif. Kondisi ini hanya terjadi pada 5 persen dari kasus kanker tiroid yang ada dan umumnya terjadi pada orang pada usia 60 tahun ke atas.

 

Berdasarkan survei dari American Cancer Society, ada 60.000 kasus kanker tiroid terbaru tahun lalu. Kebanyakan di antara penderitanya adalah wanita. Angka ini dianggap cukup tinggi jika dibandingkan dengan kasus serupa beberapa puluh tahun silam.

 

Gejala Kanker Tiroid

Gejala Kanker Tiroid

Meskipun sebesar 90 persen kanker tiroid bisa disembuhkan, bukan berarti Anda bisa menyepelekan penyakit ini. Jadi waspadai Gejala Kanker Tiroid selengkapnya seperti yang dilansir dari Third Age berikut ini:

  • Benjolan di leher depan

Tepat di bawah jakun, jika ada benjolan di sana, Anda sebaiknya siaga. Sebab terkadang benjolan yang merupakan Gejala Kanker Tiroid awal yang bisa menyebabkan kanker tiroid bisa tumbuh perlahan atau cepat sekali.

  • Sulit berbicara

Gejala Kanker Tiroid lainnya jika penyakit bergerak ke jaringan di sekitarnya, seperti pita suara, biasanya penderita akan mengalami kesulitan bicara dan suaranya berubah serak.

  • Kelenjar getah bening

Penderita kanker tiroid juga merasakan Gejala Kanker Tiroid yang ditandai dengan pembesaran pada kelenjar getah bening yang ada dileher. Dengan sentuhan lembut, pembesaran tersebut bisa dirasakan.

  • Sulit menelan

Selain sulit berbicara, Gejala Kanker Tiroid yang ditandai dengan benjolan di tiroid juga menekan kerongkongan, sehingga penderita merasa kesulitan saat menelan makanan.

  • Sulit bernapas

Dalam beberapa kasus, benjolan bahkan bisa menyempitkan tenggorokan, sehingga pasien kanker tiroid juga mengalami Gejala Kanker Tiroid kesulitan dalam bernapas.

  • Nyeri leher

Karena adanya Gejala Kanker Tiroid yang ditandai dengan benjolan dan tekanan terhadap saraf di sekitar leher, bagian tersebut terkadang terasa nyeri. Bahkan nyeri tersebut bisa menyebar sampai ke telinga.

 

 

Mendiagnosis Kanker Tiroid

Untuk menentukan diagnosis terhadap kanker tiroid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai tahap awal pemeriksaan. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga, serta Gejala Kanker Tiroid yang Anda alami, seperti suara serak yang tidak kunjung menghilang. Tes yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker tiroid adalah:

  • Tes fungsi tiroid. Ini adalah jenis tes darah yang berfungsi untuk memeriksa apakah pembengkakan yang terjadi pada leher Anda disebabkan oleh kondisi lain. Tes ini juga berfungsi mengukur hormon tertentu di dalam darah Anda. Tes ini bisa mengetahui jika terjadi masalah kesehatan, seperti kondisi hipertiroidisme atau kondisi hipotiroidisme.
  • Sitologi aspirasi jarum halus. Ini adalah prosedur lanjutan untuk mendiagnosis kanker tiroid. Anda tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit untuk menjalani tes ini. Sebuah jarum yang sangat kecil dimasukkan ke benjolan pada leher untuk mengambil sampel yang kemudian diteliti dengan mikroskop. Tes ini bisa menentukan apakah terdapat sel bersifat kanker dan jenis dari kanker tiroid, jika memang ada.
  • Tes pencitraan. Anda mungkin perlu melakukan tes pencitraan, seperti CT scan, ultrasound, atau PET (positron emission tomography) untuk membantu dokter memastikan apakah kanker yang muncul sudah menyebar ke luar dari kelenjar tiroid.
  • Tes penyakit turunan. Dokter mungkin perlu melakukan tes genetik untuk mencari gen yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid medular.

 

Itulah beberapa Gejala Kanker Tiroid yang wajib diwaspadai. Semoga Anda dijauhkan dari penyakit tersebut! – Gejala Kanker Tiroid

 

Gejala Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Darah

Gejala Kanker Darah

Gejala Kanker Darah

Kanker darah atau leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul.

Gejala Kanker Darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap.

Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai Gejala Kanker Darah yang umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:

  • Gejala Kanker Darah ditandai dengan lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  • Gejala Kanker Darah yang sering dianggap sepele yaitu demam.
  • Gejala Kanker Darah Menggigil.
  • Sakit kepala.
  • Muntah-muntah.
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
  • Nyeri pada tulang atau sendi.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa.
  • Gejala Kanker Darah muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.
  • Gejala Kanker Darah yang sering terjadi adalah mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.
  • Gejala Kanker Darah yang terakhir yaitu muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.

Jika Anda atau anak Anda mengalami Gejala Kanker Darah di atas, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk Gejala Kanker Darah yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

Penyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Tetapi terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor pemicu kanker darah tersebut meliputi:

  • Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker darah, risiko Anda untuk terkena kanker yang sama akan meningkat.
  • Kelainan genetik, misalnya sindrom Down.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pengaruh kelainan darah yang diderita, misalnya myelodysplastic syndrome.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

 

Diagnosis dan Pengobatan Kanker Darah

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang ada sebelum memeriksa kondisi fisik Anda. Jika menduga Anda mengidap kanker darah, misalnya karena adanya pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih mendetail yang meliputi tes darah serta biopsi sumsum tulang.

Tes darah akan menunjukkan kadar sel darah putih yang abnormal. Sementara biopsi sumsum tulang digunakan untuk memastikan keberadaan sel-sel kanker darah. Prosedur yang dilakukan dengan mengambil sampel sumsum tulang ini juga digunakan untuk mengetahui jenis kanker darah.

Setelah diagnosis kanker darah positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada banyak faktor, antara lain usia dan kondisi kesehatan Anda serta jenis dan stadium kanker darah yang Anda idap. Berikut ini adalah metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah.

  • Kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Radioterapi untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
  • Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian rentan dalam sel-sel kanker.
  • Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker.
  • Transplantasi sel induk atau stem cell untuk penggantian sumsum tulang yang sudah rusak dengan yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.

 

Gejala Kanker Darah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Leukimia Limfosit Akut

Leukimia Limfosit Akut

 

Leukimia Limfosit Akut (LLA) terjadi akibat perkembangan sel-sel normal menjadi limfosit ganas yang kemudian menggantikan sel-sel normal dalam sumsum tulang. Jenis leukimia ini sering dialami anak-anak. Dari semua jenis kanker 25 persen anak dibawah umur 15 tahun mengalami Leukimia Limfosit Akut. Anak usia 3-5 tahun paling sering terkena Leukimia Limfosit Akut, namun terkadang bisa juga dialami saat usia remaja dan dewasa.

Leukimia Limfosit Akut

Sel kanker bisa mengiritasi selaput otak, menyebabkan meningitis, anemia, gagal hati, gagal ginjal dan kerusakan organ lainnya.

 

Penyebab Leukimia Limfosit Akut

Kebanyakan kasus tidak menunjukkan adanya penyebab yang pasti. Radiasi, beberapa obat kemoterapi, dan bahan racun seperti benzena diduga berperan dalam terjadinya leukimia. Kelainan kromosom juga memegang peranan dalam terjadinya leukemia akut.

Leukimia limfosit akut juga bisa disebabkan sindroma Down, pemaparan radiasi (penyinaran), atau memiliki saudara (kakak atau adik) yang menderita leukimia.

 

Gejala Leukimia Limfosit Akut

Gejala pertama meliputi:

  • Pendarahan gusi
  • Nyeri tulang
  • Demam
  • Sering infeksi
  • Sering mimisan
  • Benjolan yang terjadi di sekitar leher, ketiak, perut, atau selangkangan yang disebabkan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kulit pucat
  • Sesak napas
  • Kelemahan atau kelelahan

Pada beberapa penderita, infeksi yang berat merupakan pertanda awal dari leukemia; sedangkan pada penderita lain gejalanya lebih ringan, berupa lemah, lelah dan tampak pucat.

Perdarahan biasanya berupa perdarahan gusi, perdarahan hidung, mudah memar, dan terdapat bercak keungunan di kulit.

Sel-sel leukimia yang menyebar ke otak mengakibatkan penderita mengalami sakit kepala, gelisah, dan muntah. Sementara dalam sumsum tulang menyebabkan nyeri tulang dan sendi.

 

Pengobatan Leukimia Limfosit Akut

Tindakan pengobatan bertujuan untuk mencapai kesembuhan total dengan menghancurkan sel-sel leukemik sehingga sel normal bisa tumbuh kembali dalam sumsum tulang. Penderita yang menjalani kemoterapi perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari atau beberapa minggu, tergantung kepada respon yang ditunjukkan oleh sumsum tulang.

Sebelum sumsum tulang kembali berfungsi normal, penderita mungkin memerlukan antibiotik untuk mengatasi infeksi, transfusi trombosit untuk mengatasi perdarahan, dan transfusi sel darah merah untuk mengatasi anemia.

Beberapa kombinasi dari obat kemoterapi sering digunakan dan dosisnya diulang selama beberapa hari atau beberapa minggu. Suatu kombinasi terdiri dari prednison per-oral (ditelan) dan dosis mingguan dari vinkristin dengan antrasiklin atau asparaginase intravena. Untuk mengatasi sel leukemik di otak, biasanya diberikan suntikan metotreksat langsung ke dalam cairan spinal dan terapi penyinaran ke otak.

Beberapa minggu atau beberapa bulan setelah pengobatan awal yang intensif untuk menghancurkan sel leukemik, diberikan pengobatan tambahan (kemoterapi konsolidasi) untuk menghancurkan sisa-sisa sel leukemik. Pengobatan penyakit ini bisa berlangsung hingga 2-3 tahun.

Sel-sel leukemik bisa kembali muncul di otak, sumsum tulang, atau buah zakar sehingga pasien harus kembali menjalani kemoterapi. Upaya penyembuhan penyakit ini juga bisa dilakukan dengan  pencangkokan sumsum tulang.

 

Faktor Risiko Leukimia Limfosit Akut

Berbagai faktor yang meningkatkan resiko Leukimia Limfosit Akut meliputi:

  1. Pengobatan kanker

Anak-anak dan orang dewasa yang menjalani kemoterapi dan terapi radiasi untuk kanker jenis lain mungkin mengalami peningkatan risiko mengalami leukimia limfosit akut.

  1. Paparan radiasi

Orang yang terpapar radiasi tingkat tinggi, seperti selamat dari kecelakaan reaktor nuklir, memiliki risiko lebih besar mengalami Leukimia Limfosit Akut.

  1. Kelainan genetik

Kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Down, dikaitkan dengan peningkatan risiko Leukimia Limfosit Akut.

  1. Memiliki saudara dengan pengidap

Orang-orang yang memiliki saudara, termasuk saudara kembar, yang Leukimia Limfosit Akut akan memiliki risiko mengalami penyakit yang sama.

 

 

Leukimia Limfosit Akut

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Kulit Melanoma

Kanker Kulit Melanoma

Kanker Kulit Melanoma adalah jenis kanker yang berkembang pada melanosit, sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin. Melanin inilah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan. Melanoma adalah jenis kanker kulit yang jarang dan sangat berbahaya. Kondisi ini dimulai dari kulit manusia dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya menjadi pertanda umum atau gejala Kanker Kulit Melanoma. Hal ini bisa terjadi di seluruh tubuh, tapi beberapa bagian tubuh yang sering mengalami kemunculannya adalah:

  • Wajah
  • Tangan
  • Punggung
  • Kaki

Kanker Kulit Melanoma memiliki bentuk yang tidak beraturan dan lebih dari satu warna. Tahi lalat yang terserang Kanker Kulit Melanoma bisa terasa gatal dan bisa mengalami pendarahan, selain itu, ukurannya juga bisa melebihi tahi lalat normal. Untuk membedakan antara tahi lalat normal dan melanoma, daftar ABCDE sudah dikembangkan untuk orang-orang.

Kanker Kulit Melanoma

Penderita Kanker Kulit Melanoma

Menurut data WHO, ada sekitar 132.000 kasus melanoma muncul setiap tahunnya di seluruh dunia. Setiap 3 kasus kanker ditemukan satu kasus Kanker Kulit Melanoma dan diperkirakan ini akan terus meningkat karena lapisan ozon di langit yang terus menipis. Pengurangan lapisan ozon 10 persen saja dapat menyebabkan peningkatan insiden Kanker Kulit Melanoma sebesar 4500 tambahan kasus baru.

Risiko melanoma lebih besar menyerang wanita yang berusia di bawah 40 tahun. Kanker kulit jenis ini dapat berakibat fatal jika tidak didiagnosis secara awal.

 

Penyebab Kanker Kulit Melanoma

Melanoma terjadi ketika sel-sel pigmen kulit berkembang secara tidak normal. Hingga kini, belum diketahui kenapa hal ini terjadi. Sebagian orang yang beranggapan penyebab munculnya melanoma dikarenakan kulit yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (UV) alami atau buatan. Tapi ternyata tidak semua orang yang sering terpapar UV menjadi penderita melanoma. Para peneliti masih berupaya mencari tahu penyebabnya. Beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan kemungkinan terjangkit melanoma adalah memiliki banyak tahi lalat atau bintik di kulit, berkulit pucat dan mudah terbakar, memiliki anggota keluarga yang menderita melanoma, serta yang berambut merah atau pirang.

 

Diagnosis Kanker Kulit Melanoma

Dokter bisa mendiagnosis melanoma setelah melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan merujuk Anda untuk menemui dokter spesialis kulit (dermatologi) atau dokter bedah plastik jika mereka mengira Anda menderita melanoma. Jadi jika Anda melihat ada perubahan pada bentuk tahi lalat, segera temui dokter.

Pada sebagian besar kasus yang ada, jaringan tahi lalat yang dianggap mencurigakan akan diangkat dengan pembedahan dan dipelajari apakah telah menjadi kanker. Proses ini dikenal dengan istilah biopsi. Sedangkan untuk memeriksa apakah melanoma sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, prosedur biopsi nodus sentinel juga bisa dilakukan.

 

Pengobatan Kanker Kulit Melanoma

Salah satu prosedur utama pengobatan melanoma adalah operasi, meski semua jenis penanganan yang dilakukan tergantung dengan kondisi Anda. Operasi bisa sukses jika melanoma terdiagnosis di tahap awal. Tapi, untuk mencegah melanoma muncul kembali, Anda harus menjalani perawatan lanjutan.  Jika melanoma tidak terdiagnosis hingga pada tahap paling parah, perawatan yang dilakukan hanya bisa memperlambat penyebaran kanker dan meredakan gejala yang terjadi. Pada tahap ini, biasanya dibutuhkan obat-obatan, misalnya kemoterapi.

 

Kemunculan Kembali Melanoma

Ada kemungkinan melanoma akan kembali jika sebelumnya Anda pernah menderita melanoma. Jika kanker sudah menyebar dan parah, maka risiko Anda terkena kembali akan meningkat.

Anda mungkin harus melakukan pemeriksaan secara teratur untuk memonitor kesehatan, terutama jika tim penanganan kanker Anda merasa bahwa ada kemungkinan besar melanoma akan muncul kembali. Cara memeriksa apakah ada tumor di kulit dan kelenjar limfe Anda, biasanya akan diajari oleh tim dokter yang bertugas.

 

Pencegahan Kanker Kulit Melanoma

Anda bisa menurunkan risiko terkena melanoma dengan menghindarkan kulit agar tidak terkena paparan langsung sinar ultraviolet, baik yang alami maupun buatan, meski kemunculan melanoma tidak selalu bisa dicegah. Salah satu pencegahan melanoma yang mudah dilakukan adalah gunakan tabir surya dan kenakan pakaian yang lengkap untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang merusak.

Untuk meningkatkan keberhasilan penanganan dan agar bisa mendapatkan diagnosis sejak awal, Anda disarankan untuk memeriksa tahi lalat dan bintik-bintik secara teratur.

 

 

Kanker Kulit Melanoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Leukimia pada Anak

Faktor Leukimia pada Anak

 

Faktor Leukimia pada Anak

Faktor Leukimia pada Anak – Leukimia atau yang juga sering disebut kanker darah merupakan salah satu jenis penyakit yang mengerikan dan termasuk dalam salah satu jenis penyakit yang mematikan, layaknya penyakit jantung dan diabetes. Penyakit ini disebabkan karena adanya pertumbuhan atau trannsformasi yang terjadi secara tidak wajar pada sel darah putih ( leukosit ) dan menyebabkan pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkendali. Produksi sel darah putih yang berlebih ini tentunya menyababkan ketidak normalan dalam tubuh, seperti menakan sel darah merah.

 

Leukimia dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali anak – anak. Bahkan di Indonesia sendiri tingkat leukimia pada anak tergolong tinggi, dengan 60 % diantaranya telah memasuki stadium lanjut. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orang tua sehingga menyebabkan kelambanan penanganan pada anak tersebut.

 

Oleh sebab itu penting bagi setiap keluarga, khususnya ibu untuk mencegah penyakit mengerikan ini menyerang si buah hati Anda.  Bagaimana caranya? Untuk mencegahnya hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengetahui apa sebenarnya penyebab leukimia. – Faktor Leukimia pada Anak

 

Penyebab Faktor Leukimia pada Anak

Penyebab leukemia belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa Faktor Leukimia pada Anak yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti:

 

  • Faktor Leukimia pada Anak akibat Radiasi. Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara Faktor Leukimia pada Anak akibat radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung: Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia dan Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  • Faktor Leukimia pada Anak leukemogenik Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia: Racun lingkungan seperti benzena, Bahan kimia industri seperti insektisida, Obat untuk kemoterapi.
  • Faktor Leukimia pada Anak Penderita sindrom Down memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  • Faktor Leukimia pada Anak karena Virus yang dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

 

Klasifikasi Faktor Leukimia pada Anak adalah

  • Leukemia limfositik akut (LLA) merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih. – Faktor Leukimia pada Anak
  • Leukemia mielositik akut (LMA) lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak.Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
  • Leukemia limfositik kronis (LLK) sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak. – Faktor Leukimia pada Anak
  • Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit. – Faktor Leukimia pada Anak
  • Tipe yang sering diderita orang dewasa adalah LMA dan LLK, sedangkan LLA sering terjadi pada anak-anak. – Faktor Leukimia pada Anak

 

Gejala dan tanda Faktor Leukimia pada Anak yang harus di waspadai

  • Anemia atau pucat.

Faktor Leukimia pada Anak yang harus di waspadai Anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah. Anak-anak leukemia umumnya mengalami anemia dengan ciri-ciri muka pucat, tak bertenaga alias lemas, gampang lelah dan sesak napas.

  • Demam berkepanjangan dan mudah terkena infeksi.

Karena sel darah putihnya abnormal, kuman yang masuk jadi tidak bisa dilawan sel darah putih. Sel darah putih yang harusnya bertugas melindungi tidak berfungsi. Akibatnya anak jadi rentan kena infeksi dan sering demam. Demam dan infeksi adalah tanda awal Faktor Leukimia pada Anak yang harus di waspadai. Tidak mudah memang membedakan dengan demam lainnya seperti flu. Tapi demam pada leukemia biasanya lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung beberapa hari dan sering terjadi.

  • Pembengkakan Kelenjar.

Kelenjar getah bening bengkak merupakan salah satu Faktor Leukimia pada Anak yang harus di waspadai. Bengkak akibat kelenjar bisa terlihat di dada, pangkal paha leher dan ketiak. Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. Bedanya dengan bengkak kelenjar pada sakit lainnya adalah pada anak leukemia berlangsung selama beberapa hari berbeda dengan bengkak karena sakit flu.

  • Nyeri tulang.

Faktor Leukimia pada Anak yang harus di waspadai Nyeri tulang ini bukan karena luka atau memar. Nyeri tulang pada anak leukemia biasanya semakin memburuk dari waktu ke waktu karena sumsum tulangnya terakumulasi sel-sel darah putih yang abnormal

  • Mudah berdarah dan memar.

Anak-anak leukemia gampang sekali berdarah dan memar yang merupakan tanda tingkat pembekuan darahnya rendah. Trombosit adalah fragmen sel atau sel yang membantu darah untuk membeku yang diproduksi oleh sumsum tulang. Rendahnya tingkat trombosit dalam tubuh dapat mengakibatkan keterlambatan dalam pembekuan darah sehingga anak-anak leukemia gampang berdarah untuk periode yang sering.

  • Gejala lainnya adalah mimisan, perdarahan gusi, kesulitan bernapas, kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit kepala, hati dan limpa membesar, keringat berlebihan pada malam hari dan munculnya bintik-bintik merah kecil pada kulit, yang dikenal sebagai petechiae. Untuk memastikan anak menderita leukemia harus dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tes darah darah lengkap, CT scan, MRI, biopsi sumsum tulang, apusan darah tepi, dan analisis cytogenic dan tekan tulang belakang.

 

Penanganan Faktor Leukimia pada Anak

  • Penanganan leukemia meliputi kuratif dan suportif. Penanganan suportif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia, komplikasi dan tindakan yang mendukung penyembuhan, termasuk perawatan psikologi. Perawatan suportif tersebut antara lain transfusi darah/ trombosit, pemberian antibiotik pada infeksi atau sepsis, obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik dan pendekatan aspek psikososial.
  • Sitostatika yang digunakan pada tiap tahap pengobatan leukemia merupakan kombinasi dari berbagai sitostatika. Pengobatan dengan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) bermanfaat untuk mengatasi penurunan granulosit sebagai efek samping sitistatika, namun tidak mengurangi lama perawatan di rumah sakit.
  • Permasalahan yang dihadapi pada penanganan pasien leukemia adalah obat yang mahal, ketersediaan obat yang belum tentu langkap, dan adanya efek samping, serta perawatan yang lama. Obat untuk leukemia dirasakan mahal bagi kebanyakan pasien apalagi dimasa krisis sekarang ini, Selain macam obat yang banyak , juga lamanya pengobatan menambah beban biaya untuk pengadaan obat. Efek samping sitostatika bermacam-macam seperti anemia, pedarahan, rambut rontok, granulositopenia (memudahkan terjadinya infeksi), mual atau muntah, stomatitis, miokarditis dan sebagainya. Penderita dengan granulositopenia sebaiknya dirawat di ruang isolasi. Untuk mengatasi kebosanan karena perawatan yang lama perlu disediakan ruang bermain dan pelayanan psikologis. Penderita yang telah remisi dan selesai pengobatan kondisinya akan pulih seperti anak sehat. Problem selama pengobatan adalah terjadinya relap (kambuh). Relaps merupakan pertanda yang kurang baik bagi penyakitnya. – Faktor Leukimia pada Anak

 

 

Faktor Leukimia pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit – Kanker merupakan jenis penyakit yang ditakuti oleh orang-orang di seluruh pelosok dunia. Kanker dapat menyerang seluruh bagian tubuh manusia, tidak terkecuali kulit, sehingga disebut kanker kulit. – Gejala Kanker Kulit

Penyakit kanker kulit pada umumnya lebih sering menyerang orang dengan pigmen kulit putih, tetapi belum tentu juga penyakit kanker kulit tidak menyerang orang yang berkulit hitam atau gelap. Pada dasarnya, penyakit kanker kulit disebabkan oleh paparan sinar UV dari matahari dengan kulit. – Gejala Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan sel kanker yang tumbuh dan menyerang bagian kulit, jika tidak segera mendapatkan pertolongan dari medis, sel kanker tesebut dapat menyebar dan menyerang bagian organ tubuh lainnya. – Gejala Kanker Kulit

Karena beberapa hal yang disebababkan dari lingkungan kerja atau lingkungan hidup, sehingga membuat insiden kanker kulit terus terjadi dan jumlahnya semakin meningkat.Lalu, apa saja Gejala Kanker Kulit? Berikut penjelesannya.

 

Perkembangan Kanker kulit

  1. Gejala Kanker Kulit
  • Squamous Cell Carcinoma Gejala Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit ini pada umumnya disebabkan oleh keratosis, leukoplakia, dan berbagai jenis kanker lainnya. Terjadinya luka atau ulcer, merupakan penyebab awal pertumbuhannya menjadi cepat. Pada umumnya squamous cell carcinoma bercampur dengan infeksi purulen, bau busuk, dan rasa sakit. Dalam hal ini, akan banyak dijumpai metastase kelejar getah bening lokal. Gejala Kanker Kulit

  • Bassal Cell Carcinoma Gejala Kanker Kulit

Pada awal terjadinya jenis kanker ini, tidak terdapat Gejala Kanker Kulit apapun. Pada tahap awal pertumbuhannya akan berbentuk papula substrat patch keras, ada juga yang berbentuk menonjol verrucos, dan kemudian pada ulserasi berubah menjadi lesi ulkus, dengan bentuk acak dan bagian tepi menonjol seperti mulut gunung merapi, lalu pada bagian bawah tidak merata dan pertumbuhannya sangat lambat. Gejala Kanker Kulit

 

Pasien squamous cell carcinoma lebih banyak terjadi pada usia 30-50 tahun, sedangkan pasien bassal cell carcinoma cenderung terjadi pada usia di atas 50 tahun.

Squamous cell carcinoma dalam waktu yang relatif singkat dapat tumbuh dengan cepat, sedangkan bassal cell carcinoma pertumbuhannya sangat lambat.

Squamous cell carcinoma dapat dengan mudah tumbuh di bagian bibir bawah, bagian hidung, bagian lidah, vulva dan persimpangan lendir kulit.

Sedangkan basal cell carcinoma dapat dengan mudah tumbuh di bagian rongga mata, pada bagian dalam canthus, bagian hidung, pipi, dahi, dan semua area bagian kepala juga leher.

 

  1. Gejala Klinis Kanker Kulit
  • Warna : Pada umumnya, kanker kulit berwarna cokelat, hitam, merah, putih atau bercampur warna biru yang tidak merata, kewaspadaan perlu ditingkatkan, saat menjumpati tahi lalat berubah warna. Gejala Kanker Kulit
  • Bagian tepi : Pada bagian tepi umumnya akan berubah menjadi lebih menonjol dan bergerigi. Hal ini disebabkan karena tumor sudah menyebar secara otomatis ke arah sekitar degenerasi. Gejala Kanker Kulit
  • Bagian permukaan : Pada umumnya, bagian permukaan akan menjadi tidak halus dan juga kasar, dan bagian permukan akan berbentuk menjadi squamous atau flaky deskuamasi. Terkadang dalam hal ini, terdapat eksudat atau errhysis, dan lesi menjadi menonjol lebih tinggi di atas permukaan kulit. Gejala Kanker Kulit
  • Pada bagian kulit sekitar lesi akan muncul edema, sehingga menyebabkan kehilangan cahaya dari kilauan kulit, dan berubah menjadi warna putih atau abu-abu.
  • Rasa yang tidak normal : Pada daerah lokal, umumnya akan terjadi rasa gatal, rasa terbakar atau rasa sakit yang menekan. Gejala Kanker Kulit

 

Pengobatan Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan tumor ganas yang menyerang atau terjadi pada bagian kulit. Jenis kanker kulit yang paling sering ditemui atau dijumpai adalah squamous cell carcinoma dan jenis bassal cell carcinoma. Gejala Kanker Kulit

Kanker kulit dapat mudah terjadi karena adanya paparan sinar UV langsung ke arah bagian permukaan kulit. Beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya kanker kulit sebagai berikut :

  • Sinar X-ray dan thermal radiasi.
  • Paparan sinar matahari.
  • Bahan-bahan kimia, seperti arsenic, minyak bumi, aspal, dan batubara.

Dan beberapa zat lainnya, yang dapat menyebabkan terjadinya kanker kulit. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kanker kulit, kita harus menghindari hal-hal yang telah disebutkan atau dijelaskan di atas.

 

Beberapa Macam Jenis Pengobatan Kanker kulit dengan terapi

Gejala Kanker Kulit – Pengobatan yang tepat, tidak hanya berdasarkan atau berlandaskan dari hasil pemeriksaan histology pada diagnosis kanker kulit saja, tetapi juga harus berdasarkan dari hasil pemeriksaan posisi anatomi, umur pasien, jenis kelamin, serta keadaaan dan kondisi kesehatan umum dari pasien.

Dalam melakukan pengobatan, posisi anatomi yang harus diperhatikan adalah bagian yang mudah kambuh setelah menjalani atau melakukan pengobatan melalui operasi, selalin itu ada juga bagian yang dapat mencapai hasil yang sesuai dengan harapan dari rencana pengobatan, misalnya bagian daerah sekitar pada mata,

daerah sekitar hidung, daerah sekitar telinga merupakan daerah yang memiliki tingkat kekambuhan yang cukup tinggi, sehingga harus memilih cara pengobatan yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi pula.

Keadaan dari kondisi kesehatan pasien kanker kulit harus dipertimbangkan, jika mengalami gangguan koagulasi atau terjadi pembekuan darah, atau anti koagulan saat proses terapi, maka harus melakukan cara pengobatan yang tidak menimbulkan adanya pendarahan.

Untuk pengobatan ini dapat menggunakan terapi pisau Ar-He cryosurgery, terapi radiopartikel, dan immunoterapi. Selain itu, pasien lansia dan juga rapuh merupakan pasien kanker kulit yang terjadi pada wanita.

  1. Terapi Pisau Ar-He Cryosurgery.

Pisau Ar-He merupakan jenis gabungan dari teknik ultra yang beku dan panas dalam melakukan pengobatan tumor. Dari ujung jarum dilepas dengan cepat gas argon, sehingga dapat membekukan jaringan lesi tumor hanya dalam hitungan waktu per detik saja, sampai pada suhu -120°C hingga -165°C, dan mampu membentuk menjadi bola es, lalu jaringan tumor yang terdapat di dalam es akan menjadi “kelaparan-kedinginan”.

Dalam hal ini, keadaan “kelaparan” merupakan kekurangan darah atau iskemia, dan kekurangan oksigen disebut hipoksia, hal ini juga disebabkan karena dalam keadaan suhu yang sangat rendah -165°C, sehingga keadaan ini menyebabkan jaringan tumor koagulasi nekrosiss.

Saat ujung jarum melepas gas helium dengan cepat, dapat menaikkan suhu menjadi 20°C-40°C, sehingga dapat mencapai hasil dalam menghancurkan jaringan tumor, dengan pecah dan cairnya bola es yang keras tersebut. Gejala Kanker Kulit

  1. Terapi Penanaman Radiopartikel

Jenis kanker bassal cell carcinoma dan squamous cella carcinoma adalah jenis kanker yang sangat peka terhadap pengobatan radioterapi.

Sebelum menentukan pengobatan radioterapi, pertimbangkan terlebih dahulu umur pasien, jenis kelamin pasien, umur tumor yang diderita, posisi anatomi, tingkat keberhasilan dan tingkat kekambuhan, dan terakhir yaitu hasil dari pengobatan yang dilakukan. Gejala Kanker Kulit

Partikel I 125 merupakan jenis energy dari radionuklida, yang dapat memancarkan sinar dengan terus-menerus dalam jarak waktu yang sangat dekat, sehingga mampu membunuh jaringan sel tumor, dan dari dalam tumor menimbulkan efek radiasi, sehingga mampu mencapai hasil pengobatan yang sama dengan pengangkatan tumor melalui operasi.

  1. Sel Somatik Immunoterapi.

Sel somatic immunoterapi merupakan terapi dengan memasukkan sel-sel immune yang memiliki keaktifan dalam melawan sel kanker yang masuk ke tubuh pasien penderita kanker kulit,

sehingga mampu membunuh sel tumor secara langsung atau dapat merangsang reaksi anti tumor dalam kekebalan tubuh menjadi meningkat. Sel somatic immunoterapi adalah terapi teh hijau,

terapi ini memiliki manfaat dapat membersihkan sel-sel kanker yang tersisa atau dormasi sel dalam darah secara tuntas. – Gejala Kanker Kulit

 

Gejala Kanker Kulit

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Ciri-Ciri Kanker Kulit. Kanker kulit adalah sejenis kanker yang lebih sering menyerang orang dengan pigmen kulit putih. Namun hal ini tentu saja tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit kanker kulit tidak akan menyerang orang dengan kulit gelap. Hal ini karena kanker kulit pada dasarnya disebabkan oleh bahaya sinar UV yang memapar kulit.

Orang berkulit putih cenderung lebih berisiko sebab mereka memiliki pigmen pelindung dari sinar UV yang jauh lebih sedikit ketimbang orang berkulit hitam. Dengan terjadinya cuaca ekstrem dan gejala pemanasan global, sangat penting bagi Anda untuk mengenali Ciri-Ciri Kanker kulit agar dapat melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit mematikan ini, atau bahkan untuk melakukan pengobatan dini.

 

Tanda-Tanda-Kanker-Kulit

Ciri-Ciri Kanker Kulit yang pertama adalah adanya tumor atau tompel atau benjolan yang dapat terlihat dari luar. Inilah yang menyebabkan kanker kulit cenderung memiliki risiko kematian paling sedikit, sebab Ciri-Ciri Kanker Kulit bisa dikenali dengan mudah, sehingga pertolongan medis pun bisa dilakukan lebih cepat. Selain itu, kulit juga merupakan organ yang letaknya paling jauh dari organ vital utama manusia, sehingga kemungkinan penyebarannya membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

Jenis benjolan pada gejala kanker kulit merupakan Ciri-Ciri Kanker Kulit adanya kemungkinan kanker kulit stadium awal. Bila Anda menemukan sebuah benjolan tidak wajar, artinya tiba-tiba muncul dan belum pernah dirasakan sebelumnya, maka perhatikanlah beberapa Ciri-Ciri Kanker Kulit berikut:

  • Ciri-Ciri Kanker Kulit bentuk benjolan yang kurang beraturan atau asimetris. Sehingga antara bentuk bagian kiri dan kanannya terlihat berbeda.
  • Ciri-Ciri Kanker Kulit adanya batas pinggiran benjolan yang terlihat tidak rata dan cenderung memiliki tekstur yang kasar.
  • Ciri-Ciri Kanker Kulit benjolan memiliki warna yang tidak rata atau bergradasi, misalnya warna gelap di tengah dan warna cokelat muda di bagian pinggir hingga batas tepinya.
  • Ciri-Ciri Kanker Kulit besar diameter benjolan yang tidak wajar, bandingkan dengan diameter sebuah pensil.
  • Ciri-Ciri Kanker Kulit bentuknya yang berubah-ubah jika diamati secara teliti. Untuk membuktikan hal ini Anda bisa mengambil foto benjolan atau tompel pada hari pertama Anda mengetahuinya. Kemudian lakukan pengambilan foto pada minggu berikutnya, amati apakah ada perubahan bentuk, warna, atau bahkan ukuran.

Sementara Ciri-Ciri Kanker Kulit yang lain adalah dengan adanya benjolan yang terasa gatal atau bahkan sakit jika disentuh. Amati juga bila terdapat luka kecil pada kulit yang terus mengeluarkan darah sehingga cenderung tidak sembuh. Hal ini bisa jadi adalah gejala kanker kulit.

 

Diagnosis Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan jenis kanker ganas yang menyerang daerah kulit, menyerang bagian-bagian tubuh yang terbuka oleh kulit, sehingga membuat keadaan dan kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang menjadi tidak nyaman.

Jika melakukan diagnosis kanker kulit tepat waktu, maka akan sangat membantu dalam proses pengobatan untuk mengatasi kanker kulit tersebut.

Ciri-Ciri Kanker Kulit juga pada seseorang yang telah lanjut usia, seperti 50-60 tahun, memiliki resiko terbesar terserang penyakit kanker kulit. Tetapi, dalam hal ini banyak orang yang malas dan tidak ingin direpotkan oleh proses pemeriksaan medis. Berikut ini akan dijelaskan mengenai metode pengobatan dari kanker kulit.

 

  1. Langkah Diri Untuk Melakukan Pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit :
  • Menatap cermin kearah bawah, posisi tubuh dalam keadaan tidak mengenakan sehelai pakaian apapun, pertama dapat memulainya dari telapak tangan, lalu periksa telapak tangan, jari-jari, lengan atas dan bagian lengan bawah.
  • Kemudian, langkah selanjutnya angkat kedua tangan ke atas, lekukan sikut tangan, dan lakukan pemeriksaan sendiri dengan teliti pada bagian lengan bawah juga bagian sendi-sendinya.
  • Lakukan pemeriksaan tubuh bagian depan, yaitu mulai dari pemeriksaan bagian muka, bagian leher, bagian perut, bagian dada, bagian dari daerah intim, lalu bagian paha atas dan bagian paha bawah.
  • Pemeriksaan tubuh bagian samping dengan mengangkat kedua tangan ke atas, langkah pertama periksalah tubuh bagian sebelah kiri, dan lalu periksa tubuh bagian sebelah kanan.
  • Lalu selanjutnya, punggung menghadap ke arah cermin atau membelakangi cermin, gunakan cermin kecil agar mudah digenggam tangan, lihat leher bagian belakang , punggung, pinggul, dan kedua lengan bagian belakang. Jika merasakan sulit, Anda dapat meminta bantuan kepada saudara atau kerabat, dan pasangan Anda, agar dapat melakukan pemeriksaan bagian belakang.
  • Anda dapat meminta bantuan sesorang untuk menyisir rambut, lalu lakuanlah pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit bagian kepala Anda, apakah ada sesuatu hal yang mencurigakan di kulit kepala Anda atau tidak.
  • Langkah selanjutnya, Anda dapat duduk, lalu periksalah bagian kaki Anda, dari bagian tumit, bagian jari kaki dan bagian telapak kaki, jika pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit bagian bawah kaki sudah selesai, kemudian segera Anda mengambil cermin untuk melakukan pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit pada betis bagian depan maupun pada bagian belakang, amatilah dengan cermat, apakah terdapat tanda-tanda adanya lesi atau tidak.

 

Sedangkan diagnosis secara medis, pemeriksaan awal dilakukan oleh dokter kulit. Seorang dokter kulit yang telah berpengalaman, biasanya dapat mengetahuinya dengan cukup mengamati Ciri-Ciri Kanker Kulit bagian benjolan yang berada di atas permukaan kulit merupakan tumor jinak atau ganas.

 

  1. Poin Diagnosis Kanker Kulit

Berikut ini beberapa poin yang harus diperhatikan dalam diagnosis kanker kulit.

  • Pertama-tama, Anda harus memperhatikan bahan-bahan atau zat yang berhubungan atau melakukan kontak langsung dengan kulit Anda. Waspadalah, terhadap terjadinya Ciri-Ciri Kanker Kulit bagi penderita yang memiliki penyakit kulit kronis, dan orang-orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan zat-zat radioaktif, di bidang batubara, dan aspal yang biasa digunakan untuk jalanan. Karena hal tersebut adalah dasar penting dalam diagnosi kanker kulit.
  • Jika Anda mengalami kelainan pada kulit, maka hal ini harus diperhatikan dan patut dicurigai, jika Anda menemukan sebuah nodul yang keras pada permukaan kulit, lalu bagian tepinya ada benjolan atau menonjol, serta terdapat pertumbuhan pada sekitarnya, waspadalah, karena Ciri-Ciri Kanker Kulit Tersebut kemungkinan yang terjadi itu adalah kanker kulit, khususnya bagi Anda yang telah memasuki usia di atas 40 tahun.
  • Dan yang terakhir, Anda dapat melakukan pemeriksaan medis histopatologi untuk mendiagnosis kanker kulit. Melakukan pemeriksaan medis histopatologi sangat penting, karena hasil pemeriksaan yang akurat. Jika hasil pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit menunjukkan Anda terkena kanker kulit, diharapkan jangan panik, Anda dapat menentukan langkah pengobatan selanjutnya sesuai dengan kodisi penyakit yang Anda derita. Lakukanlah konsultasi dengan ahlinya, untuk mendapatkan hasil pengobatan yang baik juga efektif.

 

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Kanker Tiroid

Penyakit Kanker Tiroid

Penyakit Kanker Tiroid

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan dari leher yang mengeluarkan hormon dan mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lain-lainnya. Berikut ini adalah ketiga hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid:

 

Triiodothyronin (T3) dan thyroxine (T4). Kedua hormon ini membantu mengatur tingkat metabolisme tubuh, seperti seberapa cepat pembakaran kalori yang dibutuhkan tubuh. Kandungan hormon T3 dan T4 yang berlebih bisa membuat Anda menjadi overaktif dan menurunkan berat badan tubuh, tapi jika kekurangan kedua hormon ini berat badan akan bertambah dan Anda merasa lemah.

Calcitonin. Ini adalah jenis hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium di dalam darah, yang mana kalsium membantu dalam proses pembentukan tulang yang kuat. Tapi hormon ini tidak terlalu penting untuk menjaga kesehatan karena tubuh juga memanfaatkan cara lain dalam mengendalikan kalsium dalam darah.

 

Penyakit Kanker Tiroid sendiri adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam kelenjar tiroid. Penyakit Kanker Tiroid merupakan sejenis kanker yang cukup jarang terjadi dan biasanya mudah disembuhkan jika diketahui sejak awal.

 

Penyakit Kanker Tiroid biasanya terjadi pada orang yang berusia antara 35-39 tahun dan juga pada usia 70 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko mengalami Penyakit Kanker Tiroid dua hingga tiga kali lipat dibandingkan pria. Meski alasan pasti kenapa hal ini terjadi masih tidak diketahui, tapi ada kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita.

 

Penyakit Kanker Tiroid terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Karsinoma papiler. Ini adalah jenis Penyakit Kanker Tiroid yang paling umum (sekitar 60 persen kasus kanker tiroid) dan biasanya memengaruhi wanita pada usia di bawah 40 tahun.
  • Karsinoma folikuler. Jenis ini terjadi sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker tiroid dan cenderung terjadi pada orang-orang lanjut usia.
  • Karsinoma medular tiroid. Jenis ini terjadi sekitar 5-8 persen dari seluruh kasus Penyakit Kanker Tiroid, tapi Penyakit Kanker Tiroid jenis ini bisa turun-menurun di dalam satu keluarga, ini yang membedakan dengan jenis kanker tiroid lainnya.
  • Karsinoma tiroid anaplastik. Ini jenis Penyakit Kanker Tiroid yang paling jarang dan paling agresif. Kondisi ini hanya terjadi pada 5 persen dari kasus Penyakit Kanker Tiroid yang ada dan umumnya terjadi pada orang pada usia 60 tahun ke atas.

 

Gejala Apa Saja yang Terjadi Pada Penyakit Kanker Tiroid?

Gejala utama dari Penyakit Kanker Tiroid adalah munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan dari leher, lebih tepatnya di bawah jakun, dan biasanya tidak terasa sakit. Tapi pada tahapan awal, Penyakit Kanker Tiroid jarang menimbulkan gejala dan cenderung tidak ada gejala sama sekali.

 

Sedangkan gejala lain dari Penyakit Kanker Tiroid biasanya muncul setelah kanker memasuki stadium lanjutan, seperti:

  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan dalam menelan.
  • Perubahan suara atau menjadi serak dan tidak membaik setelah beberapa minggu.
  • Rasa sakit pada bagian leher.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.

 

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid disebabkan oleh Penyakit Kanker Tiroid. Hanya sekitar lima persen dari benjolan pada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kanker.

Sebagian besar pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan nama penyakit gondok. Kondisi ini tidak bersifat kanker dan disebabkan oleh hipertiroidisme (terlalu banyak hormon T3 dan T4) dan hipotiroidisme (kekurangan hormon T3 dan T4).

 

Faktor Apa Saja yang Meningkatkan Risiko Menderita Penyakit Kanker Tiroid?

Penyebab pasti dari Penyakit Kanker Tiroid pada sebagian besar kasus yang terjadi masih belum diketahui, tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami Penyakit Kanker Tiroid, yaitu:

 

  • Mengalami gangguan pada tiroid. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit tiroid jinak, seperti inflamasi kelenjar tiroid atau penyakit gondok, lebih berisiko menderita Penyakit Kanker Tiroid. Sebanyak 20 persen kasus kanker tiroid muncul pada orang yang mengalami kondisi ini. Tapi penderita hipotiroidisme dan hipertiroidisme tidak meningkatkan risiko menderita Penyakit Kanker Tiroid.
  • Riwayat kesehatan keluarga. Mutasi genetik yang diturunkan menjadi penyebab dari beberapa kasus karsinoma tiroid menduler. Risiko untuk menderita Penyakit Kanker Tiroid meningkat bila seseorang memiliki kerabat yang pernah menderita Penyakit Kanker Tiroid. Pastikan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah terdapat mutasi genetik bagi Anda yang memiliki kerabat dengan kondisi tersebut.
  • Pernah menderita gangguan payudara jinak. Penderita gangguan payudara yang tidak bersifat kanker, seperti kista payudara, lebih berisiko mengembangkan Penyakit Kanker Tiroid daripada wanita yang belum pernah mengalami kondisi ini.
  • Tinggi dan berat badan. Orang yang memiliki berat badan berlebih dan juga orang dewasa dengan badan lebih tinggi dari rata-rata, memiliki risiko lebih tinggi mengalami Penyakit Kanker Tiroid.
  • Pajanan terhadap radiasi. Radiasi dari nuklir atau radiasi dari pengobatan medis dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami Penyakit Kanker Tiroid.
  • Gangguan pencernaan. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan yang bernama familial adenomatous polyposis (FAP), maka Anda lebih berisiko mengalami Penyakit Kanker Tiroid. FAP merupakan penyakit turunan dan biasanya disebabkan karena mewarisi gen yang cacat.
  • Makanan. Orang yang terlalu banyak mengonsumsi mentega, keju, dan daging lebih berisiko mengalami Penyakit Kanker Tiroid. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk menurunkan risiko Anda. Orang dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) yang tinggi atau jika makanan yang Anda konsumsi mengandung iodium rendah juga meningkatkan risiko mengalami kanker tiroid. Orang yang mengalami radiasi dan yang pernah mengalami gangguan tiroid akan memiliki kadar iodium dalam tubuh yang rendah.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko 2-3 kali lipat untuk menderita Penyakit Kanker Tiroid dibandingkan pria. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi bulanan atau ketika sedang hamil, tapi belum ada cukup bukti untuk memastikan teori ini.
  • Akromegali. Ini adalah kondisi yang langka yang mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan, akibatnya orang yang mengalami kondisi ini lebih berisiko terkena Penyakit Kanker Tiroid.

 

Penting untuk diingat bahwa orang yang memiliki satu atau beberapa faktor risiko di atas belum tentu akan menderita Penyakit Kanker Tiroid di masa mendatang. Beberapa orang yang menderita Penyakit Kanker Tiroid juga tidak mengalami faktor risiko di atas.

 

Mendiagnosis Penyakit Kanker Tiroid

Untuk menentukan diagnosis terhadap Penyakit Kanker Tiroid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai tahap awal pemeriksaan. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga, serta gejala-gejala yang Anda alami, seperti suara serak yang tidak kunjung menghilang. Tes yang dilakukan untuk mendiagnosis Penyakit Kanker Tiroid adalah:

  • Tes fungsi tiroid. Ini adalah jenis tes darah yang berfungsi untuk memeriksa apakah pembengkakan yang terjadi pada leher Anda disebabkan oleh kondisi lain. Tes ini juga berfungsi mengukur hormon tertentu di dalam darah Anda. Tes ini bisa mengetahui jika terjadi masalah kesehatan, seperti kondisi hipertiroidisme atau kondisi hipotiroidisme.
  • Sitologi aspirasi jarum halus. Ini adalah prosedur lanjutan untuk mendiagnosis Penyakit Kanker Tiroid. Anda tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit untuk menjalani tes ini. Sebuah jarum yang sangat kecil dimasukkan ke benjolan pada leher untuk mengambil sampel yang kemudian diteliti dengan mikroskop. Tes ini bisa menentukan apakah terdapat sel bersifat kanker dan jenis dari kanker tiroid, jika memang ada.
  • Tes pencitraan. Anda mungkin perlu melakukan tes pencitraan, seperti CT scan, ultrasound, atau PET (positron emission tomography) untuk membantu dokter memastikan apakah kanker yang muncul sudah menyebar ke luar dari kelenjar tiroid.
  • Tes penyakit turunan. Dokter mungkin perlu melakukan tes genetik untuk mencari gen yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid medular.

 

Pengobatan Pada Penyakit Kanker Tiroid

Pengobatan yang dilakukan pada kanker tiroid sangat bergantung kepada jenis dan stadium dari kanker yang Anda derita. Tim dokter dari berbagai spesialisasi mungkin perlu memeriksa Anda untuk menentukan jenis pengobatan yang terbaik dan paling sesuai dengan kondisi Anda saat itu.

 

Beberapa jenis kanker, seperti karsinoma papiler, karsinoma folikuler, dan sebagian karsinoma tiroid meduler, memiliki peluang yang lebih baik untuk sembuh. Kanker tiroid jenis ini ditangani dengan cara operasi pengangkatan kelenjar tiroid, dan mungkin digabungkan dengan radioterapi.

 

Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan untuk menangani kanker tiroid.

 

  • Ini adalah prosedur pengangkatan kelenjar tiroid, baik sebagian (hemitiroidektomi) atau keseluruhannya (tiroidektomi total). Prosedur ini bergantung pada jenis dan ukuran kanker tiroid, serta apakah sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Anda akan disarankan untuk beristirahat selama 2-3 minggu setelah operasi. Ini dimaksudkan untuk menghindari aktivitas yang memberikan beban pada bagian leher Anda.
  • Terapi pengganti hormon. Anda tidak akan bisa menghasilkan hormon yang mengatur sistem metabolisme tubuh setelah prosedur tiroidektomi. Oleh karena itu Anda akan memerlukan tablet pengganti hormon seumur hidup Anda. Mungkin Anda perlu melakukan tes darah secara teratur untuk penyesuaian dosis dan memantau kadar hormon apakah sudah tepat untuk tubuh Anda.
  • Pengaturan kadar kalsium. Pascaoperasi pengangkatan kelenjar tiroid, pada beberapa kasus, kelenjar paratiroid bisa terpengaruh. Kelenjar paratiroid berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah dan terletak di dekat kelenjar tiroid.
  • Perawatan iodium radioaktif. Pengobatan ini berfungsi menghancurkan sel-sel kanker yang masih ada dan mencegah munculnya kembali kanker setelah Anda menjalani operasi. Pengobatan ini tidak bisa digabungkan dengan terapi pengganti hormon karena efektivitasnya akan terganggu. Demikian pula, orang yang menjalani prosedur ini juga harus mengurangi konsumsi iodium dalam makanannya karena bisa menurunkan efektivitas pengobatan dengan cara ini. Disarankan untuk menghindari segala macam hidangan laut, kurangi konsumsi produk olahan dari susu, dan tidak mengonsumsi obat batuk, serta garam laut. Perbanyak konsumsi daging, buah, sayuran, dan nasi yang memiliki kandungan iodium rendah. Wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak disarankan menjalani prosedur pengobatan ini karena bisa berpengaruh pada kondisi janin dan bayi. Anda juga disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang bagus untuk menghindari kehamilan, setidaknya enam bulan setelah perawatan ini. Prosedur ini tidak berpengaruh pada kesuburan wanita, tapi bisa sedikit memengaruhi tingkat kesuburan pada pria. Efek samping yang mungkin terjadi akibat prosedur ini adalah mual, mulut kering, mata kering, serta indera perasa dan penciuman yang berubah.
  • Radioterapi eksternal. Prosedur yang mana gelombang radioaktif diarahkan pada bagian tubuh yang terpengaruh. Pengobatan ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tahap lanjutan atau karsinoma tiroid anaplastik. Jangka waktu radioterapi sendiri bergantung kepada jenis kanker dan perkembangannya. Efek samping yang biasa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, mulut kering, dan sakit saat menelan.
  • Kemoterapi. Prosedur ini biasanya hanya digunakan untuk mengatasi karsinoma tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh yang lain. Anda akan mengonsumsi obat yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan ini jarang sekali bisa menyembuhkan kanker anaplastik, tapi bisa memperlambat perkembangan dan membantu meredakan gejala yang muncul akibat kanker tiroid. Beberapa kemungkinan efek samping yang bisa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, tukak mulut, dan kehilangan selera makan. Ketika Anda menjalani kemoterapi, Anda juga akan rentan mengalami infeksi.

 

Apa Saja Komplikasi Akibat Penyakit Kanker Tiroid?

Kanker tiroid yang sudah diobati bisa muncul kembali, meski kelenjar tiroid Anda sudah diangkat melalui prosedur operasi. Hal ini terjadi diduga karena sel-sel kanker yang ada sudah menyebar hingga ke luar kelenjar tiroid. Kemunculan kembali kanker tiorid biasanya terjadi dalam kurun waktu lima tahun setelah operasi, tapi bisa juga muncul puluhan tahun setelah penanganan awal kondisi Anda.

 

Kemunculan ini bisa terjadi pada bagian kelenjar getah bening pada leher, jaringan kelenjar tiroid yang masih tertinggal pada saat operasi, atau pada bagian tubuh lainnya. Kondisi ini bisa ditangani dan biasanya dokter akan menyarankan Anda melakukan tes fungsi tiroid secara berkelanjutan untuk memeriksa kemunculan kembali kanker tiroid, seperti:

 

  • Tes tiroglobulin. Tes tiroglobulin adalah tes darah khusus untuk mengamati munculnya kembali sel-sel kanker. Tiroglobulin adalah protein yang dilepaskan oleh kelenjar tiroid yang sehat, tapi protein ini juga bisa dilepaskan oleh sel-sel kanker. Jika kelenjar tiroid sudah diangkat, seharusnya tidak ada lagi tiroglobulin dalam darah terkecuali sel-sel kanker kembali muncul. Tes ini cukup efektif untuk memeriksa apakah ada kemunculan kembali sel-sel kanker. Tes ini biasanya dilakukan tiap enam bulan sekali.
  • Ultrasound. Tes pencitraan bisa memperlihatkan jika terjadi kemunculan kembali kanker di dalam leher Anda.
  • Tes radioaktif iodium. Tes ini akan memperlihatkan sel-sel tiroid yang bersifat kanker di dalam tubuh Anda. Anda akan diminta untuk menelan sedikit radioaktif iodium sebelum melakukan tes pencitraan. Bagi Anda yang sedang hamil atau menyusui, beri tahu kondisi Anda pada dokter sebelum melakukan tes ini. Tes ini biasanya dilakukan 6-8 bulan pascaoperasi.

 

Penyakit Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment