Pengobatan Kanker Darah

Pengobatan Kanker Darah

Pengobatan Kanker Darah

Leukemia atau kanker darah pada umumnya dapat menyerang dua organ penting manusia yakni sumsum tulang dan jaringan getah bening. Mekanisme kerja sel pada tubuh orang yang menderita kanker darah dengan orang sehat jelas berbeda. Dalam kondisi sehat, proses regenerasi selnya ialah sel-sel di dalam tubuh yang akan terus bertumbuh dan membelah diri, untuk kemudian menggantikan sel yang sudah rusak.

Dalam perkembangannya, mereka yang menderita kanker darah atau leukemia semakin meningkat saja dari tahun ke tahunnya. Bila tidak ditangani dengan benar, kanker darah dapat berbahaya dan sukar disembuhkan, tetapi bukan tidak mungkin untuk sembuh total. Di dalam tubuh penderita kanker darah terdapat jumlah sel darah putih yang abnormal dan tentu sangat membahayakan jika dibiarkan. Hampir 90% kasus kanker darah mayoritas dialami oleh orang dewasa. Nah, karena penyakit ini tergolong membahayakan, maka Anda perlu punya pengetahuan mengenai pengobatan kanker darah ini, terutama apabila Anda atau salah seorang anggota keluarga didiagnosa leukemia.

 

Pada penderita leukemia sel-sel baru akan terus bermunculan, namun sel-sel yang sudah tua tidak mati. Alhasil, sel-sel baru akan terus tumbuh sekalipun sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh. Lantas, faktor apa sajakah yang menjadi pemicu terjadinya penyakit leukemia ini? Banyak faktor tentunya, mulai dari virus, radiasi, faktor genetik, dan leukemia sekunder.

Sedangkan, beberapa gejala yang muncul pada saat seseorang sedang menderita kanker darah antara lain mengalami gejala seperti pilek yang sulit disembuhkan disertai dengan rasa sakit kepala, mudah sekali lesu, wajah yang terlihat pucat, terjadi penurunan berat badan, terasa nyeri pada bagian tulang, serta mudah sekali berdarah dan memar sekalipun tanpa penyebab yang jelas.

 

Bila Anda divonis terkena kanker darah, langkah awal yang paling bijak adalah dengan mendapatkan informasi yang dibutuhkan mengenai pilihan pengobatan kanker darah. Berikut beberapa pilihan terbaik pengobatan kanker darah yang tersedia saat ini, secara medis maupun alternatif. Faktanya, penderita memiliki harapan kesembuhan dengan pengobatan kanker darah dan perawatan yang benar.

 

Pengobatan Kanker Darah

Penderita kanker darah kini memiliki beragam pilihan pengobatan yang dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berikut beberapa jenis pengobatan kanker darah tersebut. Tujuan dari berbagai pengobatan kanker darah ini adalah untuk menghancurkan sel-sel leukemia dan memungkinkan sel-sel normal untuk kembali terbentuk di dalam sumsum tulang. Keputusan memilih suatu jenis pengobatan kanker darah didasarkan pada jenis kanker yang diderita, sudah seberapa parah kankernya, usia pasien, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

 

  1. Kemoterapi

Pengobatan kanker darah kemoterapi ini memiliki banyak ragam dan cara yakni seperti penyuntikan pada intravena atau pembuluh darah balik, serta penyuntikan langsung pada cairan cerebrospinal. Namun, perlu diketahui bahwa ternyata banyak pasien yang enggan melakukan terapi kemoterapi ini dengan alasan efek samping yang bisa sangat menyakitkan bagi pasien. Itu semua tentunya tergantung dari pilihan tiap-tiap pasien apakah memilih pengobatan kanker darah secara kemoterapi atau dengan yang lainnya.

 

  1. Terapi Biologi

Terapi biologi ini dimaksudkan untuk memperkuat daya tahan tubuh pasien dari ganasnya serangan kanker. Biasanya, terapi jenis ini menggunakan media suntikan intravena. Pengobatan Kanker DarahTerapi biologi berbeda-beda tipenya karena tergantung dari jenis kanker darah yang diderita. Misalnya saja, untuk pasien yang menderita leukemia limfositik kronis, maka cocok digunakan jenis terapi antibodi monoklon. Sedangkan, untuk pasien yang menderita leukemia myelo kronis, maka terapinya ialah interferon.

 

  1. Transplantasi Sel Induk

Jenis pengobatan kanker darah ini mungkin membutuhkan biaya yang cukup tinggi karena pasien mesti menginap di rumah sakit dalam waktu cukup lama. Mekanismenya ialah dengan memberikan obat yang berdosis tinggi atau menggabungkannya dengan radiasi. Pemberian obat-obatan berdosis tinggi akan menghancurkan sel-sel jahat dan normal sekaligus. Lalu, sel-sel sehat akan dimasukkan ke dalam tubuh si penderita dengan tabung fleksibel yang dipasang pada pembuluh intravena di bagian leher dan dada. Sel-sel induk dari transplantasi tersebut akan terus tumbuh dan menghasilkan sel-sel yang baru.

 

 

Pengobatan Kanker Darah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Pemicu Kanker Darah

Faktor Pemicu Kanker Darah

Faktor Pemicu Kanker DarahFaktor Pemicu Kanker Darah – Leukemia atau kanker darah adalah kanker yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini ditandai dengan perubahan sel yang tak normal. Leukemia sendiri berarti sel darah putih. Disebut begitu karena pasien leukemia memiliki banyak sel darah putih dalam jumlah yang tak normal.

Jenis penyakit kanker yang menyerang sel darah putih ini tergolong sebagai salah satu penyakit yang paling mematikan. Kanker darah atau leukemia tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga banyak terjadi pada anak-anak dan para remaja. Tingkat keberhasilan pengobatan kanker darah atau leukemia yang masih rendah membuat kita semua harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya penyakit leukemia ini.

Tanda-tanda kanker darah bervariasi, tergantung pada jenis kanker darah yang dialami seseorang. Beberapa ciri-ciri utama yang mungkin menandai keberadaan kanker darah antara lain yaitu:

  • Merasa demam atau kedinginan
  • Terus-menerus merasa lelah atau merasa lemah
  • Sering mengalami infeksi berulang-kali atau mengalami infeksi berat
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya dan tidak selera makan
  • Gampang berdarah atau memar
  • Sering mengalami mimisan
  • Muncul bintik-bintik merah kecil di kulit
  • Keringat berlebihan, terutama di malam hari
  • Rasa sakit atau nyeri pada tulang atau persendian

 

Dengan mengetahui penyebab utama sebuah penyakit, maka upaya pencegahan dan pengobatan akan lebih mudah untuk dilakukan. Namun sayang, sampai hari ini penyebab utama kanker darah atau leukemia masih belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu, terdapat beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker darah atau leukemia secara umum. Berikut ini adalah beberapa faktor pemicu kanker darah atau leukemia secara umum yang perlu anda ketahui.

 

  1. Faktor keturunan

Salah satu faktor pemicu kanker darah atau leukemia adalah faktor genetika atau keturunan. Jika dalam sebuah keluarga terdapat riwayat kanker darah atau leukemia, maka anggota keluarga lainnya memiliki resiko yang tinggi terserang penyakit ini.

 

  1. Kelainan genetik

Seseorang yang mengalami kondisi kelainan genetik memiliki faktor pemicu kanker darah atau leukemia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal. Contoh kelainan genetik tersebut adalah down syndrome. Kelainan genetik down syndrome adalah gangguan genetika yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu.

 

  1. Pernah menjalani pengobatan kanker

Seperti kita ketahui bahwa metode pengobatan kanker secara medis yang menggunakan obat-obatan keras seperti kemoterapi dan radioterapi dapat menimbulkan efek samping. Terdapat dugaan bahwa kemoterapi atau radioterapi tertentu dapat menjadi faktor pemicu kanker darah atau leukemia. Namun untuk memastikan hal ini, masih perlu dilakukan penelitian lebih jauh dan mendalam.

 

  1. Kelainan darah

Faktor Pemicu Kanker DarahTerjadinya kelainan darah seperti myelodysplastic syndrome dapat meningkatkan faktor pemicu kanker darah atau leukemia. Sindrom myelodisplastik (myelodysplastic syndrome) adalah kelainan darah langka dan berpotensi fatal yang terjadi karena produksi abnormal sel-sel darah di sumsum tulang. Sel darah yang dihasilkan menjadi mati dan abnormal begitu mereka memasuki aliran darah, sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normal dan penting seperti mengangkut oksigen melalui tubuh (sel darah merah) dan melawan infeksi (sel darah putih).

 

  1. Pajanan radiasi tinggi dan zat kimia

Seseorang yang pernah mengalami pajanan radiasi tinggi seperti radiasi nuklir, dan juga beberapa jenis zat dan senyawa kimia berbahaya memiliki tingkat faktor pemicu kanker darah atau leukemia yang tinggi.

 

  1. Kebiasaan merokok

Sudah bukan rahasia umum jika kebiasaan merokok dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit berbahaya. Salah satu jenis penyakit yang bisa terjadi karena kebiasaan merokok adalah penyakit kanker, termasuk kanker paru-paru dan juga menjadi faktor pemicu kanker darah atau leukemia.

 

Itulah tadi informasi seputar kesehatan tentang faktor pemicu kanker darah atau leukemia yang perlu untuk diketahui. Dengan mengetahui beberapa faktor pemicu terjadinya kanker darah atau leukemia ini diharapkan kita lebih waspada dan mencoba upaya untuk menghindari beberapa hal tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua, dan jangan lupa untuk membagikan artikel kesehatan tentang faktor pemicu kanker darah atau leukemia ini kepada orang-orang di sekitar Anda.

 

 

 

Faktor Pemicu Kanker Darah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Fakta Kanker Tiroid

Fakta Kanker Tiroid

Fakta Kanker Tiroid

Fakta Kanker Tiroid – Kanker tiroid sendiri adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam kelenjar tiroid. Kanker tiroid merupakan sejenis kanker yang cukup jarang terjadi dan biasanya mudah disembuhkan jika diketahui sejak awal.

Kanker tiroid biasanya terjadi pada orang yang berusia antara 35-39 tahun dan juga pada usia 70 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko mengalami kanker tiroid dua hingga tiga kali lipat dibandingkan pria. Meski alasan pasti kenapa hal ini terjadi masih tidak diketahui, tapi ada kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita.

 

Kanker tiroid terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Karsinoma papiler. Ini adalah jenis kanker tiroid yang paling umum (sekitar 60 persen kasus kanker tiroid) dan biasanya memengaruhi wanita pada usia di bawah 40 tahun.
  • Karsinoma folikuler. Jenis ini terjadi sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker tiroid dan cenderung terjadi pada orang-orang lanjut usia. – Fakta Kanker Tiroid
  • Karsinoma medular tiroid. Jenis ini terjadi sekitar 5-8 persen dari seluruh kasus kanker tiroid, tapi kanker tiroid jenis ini bisa turun-menurun di dalam satu keluarga, ini yang membedakan dengan jenis kanker tiroid lainnya. – Fakta Kanker Tiroid
  • Karsinoma tiroid anaplastik. Ini jenis kanker tiroid yang paling jarang dan paling agresif. Kondisi ini hanya terjadi pada 5 persen dari kasus kanker tiroid yang ada dan umumnya terjadi pada orang pada usia 60 tahun ke atas. – Fakta Kanker Tiroid

 

Gejala Kanker Tiroid

Gejala utama dari kanker tiroid adalah munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan dari leher, lebih tepatnya di bawah jakun, dan biasanya tidak terasa sakit. Tapi pada tahapan awal, kanker tiroid jarang menimbulkan gejala dan cenderung tidak ada gejala sama sekali.  – Fakta Kanker Tiroid

Sedangkan gejala lain dari kanker tiroid biasanya muncul setelah kanker memasuki stadium lanjutan, seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan dalam menelan
  • Perubahan suara atau menjadi serak dan tidak membaik setelah beberapa minggu
  • Rasa sakit pada bagian leher
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid disebabkan oleh kanker tiroid. Hanya sekitar lima persen dari benjolan pada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kanker.  – Fakta Kanker Tiroid

Sebagian besar pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan nama penyakit gondok. Kondisi ini tidak bersifat kanker dan disebabkan oleh hipertiroidisme (terlalu banyak hormon T3 dan T4) dan hipotiroidisme (kekurangan hormon T3 dan T4).  – Fakta Kanker Tiroid

 

Fakta Kanker Tiroid

Pembedahan hampir selalu bisa menyembuhkan kanker ini. Diberikan hormon tiroid dalam dosis yang cukup untuk menekan pelepasan TSH dan membantu mencegah kekambuhan. – Fakta Kanker Tiroid

Jika nodulnya lebih besar, maka biasanya dilakukan pengangkatan sebagian besar atau seluruh kelenjar tiroid dan seringkali diberikan yodium radioaktif, dengan harapan bahwa jaringan tiroid yang tersisa atau kanker yang telah menyebar akan menyerapnya dan hancur. Dosis yodium radioaktif lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa keseluruhan kanker telah dihancurkan. Berikut beberapa fakta kanker tiroid yang perlu Anda ketahui sebelum mendiagnosa kanker:

 

  1. Kanker Tiroid Bisa Baik

Mengetahui bahwa Anda menderita kanker bisa mengejutkan. Tapi fakta kanker tiroid dari penelitian mengungkapkan bahwa tingkat kelangsungan hidup kanker tiroid hampir 98% bila dibandingkan dengan jenis lain dari kanker. Jadi, ini datang sebagai bantuan yang dapat diobati. Ini adalah beberapa faktor mengejutkan tentang kanker tiroid.

 

  1. Radioaktif Iodine Apakah Pengobatan Umum

Fakta kanker tiroid yang berikutnya pengobatan yodium radioaktif terutama dilakukan setelah pengobatan tiroid dihentikan sehingga dapat merusak kelenjar tiroid yang tersisa. Tapi sebelum perawatan ini dimulai, pasien disarankan untuk memiliki asupan yodium rendah kelaparan tubuh yodium. – Fakta Kanker Tiroid

 

  1. Tiroidektomi Memimpin Untuk Obat Lifelong

Setelah tiroidektomi dilakukan, pasien disarankan untuk minum obat seumur hidup untuk menggantikan hormon tiroid dalam tubuh. Ini harus diambil pada dasar sehari-hari untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh. Ini adalah salah satu fakta kanker tiroid yang mengejutkan terutama para penderita.

 

  1. Ultrasound Bantuan Untuk Mendiagnosa

Tes USG dilakukan untuk memeriksa pertumbuhan kelenjar tiroid. USG membantu dalam menentukan kanker. Biopsi dilakukan setelah melokalkan nodul tiroid.

 

  1. Faktor risiko

Fakta Kanker TiroidMeskipun penyebab pasti kanker tiroid tidak didefinisikan belum ada faktor risiko beberapa yang terkait dengan itu. Fakta kanker tiroid yang beredar yaitu radiasi ke kepala dan leher merupakan salah satu faktor. Bahkan diet yodium sederhana rendah dapat memainkan peran dalam perkembangan kanker ini.

 

  1. Wanita Pada Risiko Lebih

Di antara semua pasien kanker tiroid, 75% adalah perempuan. Alasan untuk ini belum ditemukan. Fakta kanker tiroid lainnya yaitu ada korelasi antara peningkatan risiko kanker tiroid pada wanita selama masa pubertas dan menopause.

 

  1. Di antara 5 Kasus 4 Orang Apakah Kurang Dari 55

Fakta kanker tiroid yang mengejutkan terakhir yaitu studi tahun mengungkapkan bahwa kanker tiroid adalah kanker nomor satu pada wanita yang berusia antara 15 tahun sampai 29 tahun. Sekitar 2% dari pasien kanker tiroid adalah anak-anak dan remaja.

 

Fakta Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanda-Tanda Kanker Tiroid

Tanda-Tanda Kanker Tiroid

Tanda-Tanda Kanker Tiroid

Kanker tiroid merupakan sebuah kondisi di mana sel abnormal tumbuh dan berkembang pada kelenjar tiroid. Jenis kanker ini memang tak cukup banyak terjadi dan kalaupun gejala kanker tiroid dapat diketahui lebih awal, penyembuhannya termasuk mudah. Kanker tiroid pun cenderung dialami oleh orang-orang yang usianya sudah mencapai antara 35-39 tahun.

Namun ada juga yang menyerang orang-orang lansia dengan usia 70 tahun lebih. Yang berpotensi lebih besar dalam menderita kanker tiroid 2-3 kali lipat adalah wanita ketimbang pria. Berdasarkan survei dari American Cancer Society, ada 60.000 kasus kanker tiroid terbaru tahun lalu. Kebanyakan di antara penderitanya adalah wanita. Angka ini dianggap cukup tinggi jika dibandingkan dengan kasus serupa beberapa puluh tahun silam.

Meskipun sebesar 90% kanker tiroid bisa disembuhkan, bukan berarti Anda bisa menyepelekan penyakit ini. Jadi waspadai tanda-tanda kanker tiroid berikut ini:

 

  1. Benjolan di leher depan

Tepat di bawah jakun, jika ada benjolan di sana, Anda sebaiknya siaga. Sebab terkadang benjolan yang merupakan tanda-tanda kanker tiroid bisa tumbuh perlahan atau cepat sekali. Kanker tiroid pada dasarnya cukup jarang memunculkan gejala dan malah pada sebagian kasus, penderitanya tidak mengalami tanda-tanda kanker tiroid. Bila muncul benjolan yang terasa asing di bagian leher dan ini tampak aneh, perhatikan dan waspadai untuk segera dibawa ke dokter. Rasa-rasakanlah bila ada perubahan pada leher Anda karena Anda kemungkinan tak akan dapat melihatnya.

 

  1. Sulit berbicara

Diketahui bahwa kelenjar tiroid tepat berada pada bagian bawah laring atau yang kita sebut dengan kotak suara kita. Nodul tiroid yang kemungkinan adalah tanda-tanda kanker tiroid dapat menekan pada kotak suara sehingga akan menyebabkan perubahan pada suara. Jika penyakit bergerak ke jaringan di sekitarnya, seperti pita suara, biasanya penderita akan mengalami kesulitan bicara dan suaranya berubah serak.

 

  1. Kelenjar getah bening

Penderita kanker tiroid juga merasakan pembesaran pada kelenjar getah bening yang ada dileher. Dengan sentuhan lembut, pembesaran tersebut bisa dirasakan. Pada umumnya tanda-tanda kanker tiroidTanda-Tanda Kanker Tiroid seperti ini muncul ketika Anda mengalami demam dan radang atau sakit tenggorokan. Saat infeksinya sudah hilang, kelenjar getah bening yang tadinya membesar otomatis akan ikut mengempis dan kembali normal. Bila Anda tidak demam maupun radang tenggorokan tapi muncul bengkak di bawah rahang, Anda perlu segera memeriksakan ke dokter.

 

  1. Sulit menelan

Tiroid ada pada bagian atas trakea tenggorokan di mana bila kanker mengalami pertumbuhan dan perkembangan di bagian tersebut, maka tekanan akan muncul di bagian trakea. Selain tanda-tanda kanker tiroid sulit berbicara, benjolan di tiroid juga menekan kerongkongan, sehingga penderita merasa kesulitan saat menelan makanan.

 

  1. Sulit bernapas

Munculnya tekanan yang ada pada trakea karena perkembangan kanker tiroid tadi tak hanya membuat kita sulit dalam menelan. Ada kesulitan juga saat melakukan proses pernapasan di mana ini kemudian dapat menjadikan napas pendek-pendek. Dalam beberapa kasus, benjolan bahkan bisa menyempitkan tenggorokan, sehingga pasien juga merasakan tanda-tanda kanker tiroid juga kesulitan dalam bernapas.

 

  1. Nyeri leher

Karena adanya benjolan dan tekanan terhadap saraf di sekitar leher, bagian tersebut terkadang terasa nyeri. Bahkan nyeri tersebut bisa menyebar sampai ke telinga. Apabila mempunyai sakit pada leher yang lewat dari seminggu tidak sembuh-sembuh juga, maka Anda patut mencurigainya. Nyeri pada leher dengan jangka waktu hingga lebih dari beberapa minggu bukanlah hal yang normal. Untuk memastikan apakah nyeri tersebut ada hubungannya dengan tanda-tanda kanker tiroid, tentu Anda perlu ke dokter untuk didiagnosa lebih dulu supaya jelas.

 

Kanker tiroid meskipun telah disembuhkan, tidak menutup kemungkinan setelah 5 sampai 10 tahun kedepan dapat kambuh kembali. Hal ini dapat terjadi karena kemungkinan masih terdapat sisa yang tertinggal ketika menjalani operasi. Itulah beberapa tanda-tanda kanker tiroid yang wajib diwaspadai. Semoga dengan membaca dan memahami tanda-tanda kanker tiroid di atas Anda dapat melakukan pencegahan serta selalu waspada dengan kemunculan-kemunculan tandanya. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Tanda-Tanda Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok – Kanker Tiroid adalah jenis kanker yang menyerang bagian kelenjar kupu-kupu yang berada di daerah kerongkongan yang cukup banyak disalah artikan sebagai penyakit biasa yang dinamakan gondok. Beberapa dari Anda pasti pernah mendengar nama penyakit ini. Gejalanya mirip dengan kanker Tiroid, hanya saja jika sedikit saja mengamati akan terlihat perbedaan antara kedua penyakit tersebut. Kelenjar tiroid berfungsi mengeluarkan hormon(Triidothyronin, Thyroxine, Calcitonin) dan mengatur suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung, dan berat badan.

Penyakit gondok (struma) disebabkan pembengkakan pada leher bagian depan atau samping pada tenggorokan yang disebabkan pertumbuhan kelenjar gondok yang abnormal. Penyakit gondok juga dapat terjadi karena gangguan pada kelenjar tiroid yang tidak mensekresikan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Kedua jenis penyakit ini baik gondok maupun kanker tiroid sebenarnya sangat berkaitan. Keduanya merupakan penyakit yang menyerang kelenjar tiroid. Bahkan dikatakan bahwa kanker tiroid dapat disebabkan oleh penyakit gondok yang lamban penanganannya. Berikut ini gejala penyakit gondok dan kanker tiroid yang memiliki kesamaan.

Jika dilihat dari beberapa gejalanya perbedaan kanker tiroid dan gondok sedikit samar. Namun jika diidentifikasi lanjut, maka akan ditemukan perbedaan pada gejala dua penyakit tersebut. Perbedaan kanker tiroid dan gondok dapat disimak dari ciri-ciri berikut ini:

 

  1. Nyeri Tenggorokan

Nyeri pada tenggorokan dialami oleh penderita kanker tiroid dan penyakit gondok. Perbedaan kanker tiroid dan gondok akan terlihat pada nyeri yang dirasakan. Pada penyakit gondok kecenderungan nyeri akan terasa saat menelan makanan saja, sedangkan pada kanker tiroid rasa nyeri tenggorokan akan dirasakan meski hanya menelan air liur saja.

 

  1. Benjolan

Baik penyakit gondok maupun kanker tiroid, keduanya sama-sama menyebabkan benjolan pada tenggorokan. Apabila diteliti lebih lanjut, perbedaan kanker tiroid dan gondok akan terlihat pada keduanya. Perbedaan kanker tiroid dan gondok pada penyakit gondok benjolan dapat muncul di bagian mana saja di tenggorokan, sedangakan pada kanker tiroid, sebagian besar ditemukan pada bagian depan tenggorokan (bawah jakun). Jika sedikit ditekan benjolan pada penyakit gondok tidak begitu sakit meskipun sudah membesar. Berbeda dengan kanker tiroid yang meski berukuran kecil benjolan akan terasa sakit bila ditekan.

 

  1. Kelainan Jantung

Perbedaan Kanker Tiroid dan GondokPerbedaan kanker tiroid dan gondok lainnya penderita penyakit gondok tidak akan mengalami gangguan pada jantung. Gangguan yang dimaksud adalah munculnya rasa cemas, selalu gelisah, dan jantung berdebar. Kelainan tersebut ditemukan pada penderita kanker tiroid.

 

  1. Dampak Psikologis

Penelitian membuktikan bahwa secara garis besar penderita penyakit gondok maupun kanker tiroid akan mengalami masa berkurangnya nafsu makan. Perbedaan kanker tiroid dan gondok yang dialami pada penderita gondok kurangnya nafsu makan dapat menyebabkan kondisi tubuh yang tidak stabil seperti demam tinggi sedangkan pada penderita kanker tiroid akan mengalami produksi keringat yang berlebih, dengan catatan kanker masih dalam stadium awal.

 

  1. Faktor Utama

Dilihat dari faktor utamanya, perbedaan kanker tiroid dan gondok bisa dikenali dari penyebabnya. Penyakit gondok murni karena gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid yang tidak mampu mengatur sekresi hormon sesuai dengan kebutuhan tubuh, selain itu pola makan yang tidak seimbang kandungan yodiumnya akan memicu penyakit ini. Dapat dikatakan bahwa penyakit gondok adalah penyakit tiroid ringan. Kanker tiroid lebih disebabkan karena kelenjar tiroid yng sudah membengkak dan memicu sel kanker tumbuh karena tidak segera diatasi. Beberapa faktor lain seperti penyakit gondok yang kronis serta pancaran radiasi sebagai efek kemoterapi atau radioterapi kanker juga memicu penyakit ini.

 

Pada intinya penyakit gondok dan kanker tiroid memiliki kesamaan baik gejala, pemicu, serta penanganannya. Keduanya dipengaruhi faktor kelebihan hormon yang sama dan mengakibatkan pembengkakan pada bagian kelenjar tiroid. Dilihat dari penanganannya, penyakit gondok dapat disembuhkan dengan obat herbal atau ramuan tradisional seperti daun sambiloto, konsumsi yodium dengan takaran stabil, atau dengan ramuan manggis. Perbedaan kanker tiroid dan gondok yaitu cara penanganannya. Kanker tiroid yang masih dalam stadium awal bisa dengan mudah diobati dengan obat tertentu dari resep dokter, tindakan seperti operasi pengangkatan dilakukan bila kanker sudah pada stadium lanjut. Kunci utama hidup sehat adalah mengatur pola makan dan pola hidup dengan seimbang. Demikian pembahasan mengenai perbedaan penyakit gondok dengan kanker tiroid. Semoga bermanfaat..

 

 

Perbedaan Kanker Tiroid dan Gondok

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis Kanker Tiroid

Jenis Kanker Tiroid

 Jenis Kanker Tiroid

Jenis Kanker Tiroid – Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel-sel kelenjar tiroid secara tidak terkontrol dan terus-menerus ke arah keganasan sehingga terbentuk suatu massa abnormal di kelenjar tiroid. Pada kondisi ini, maka terlihat adanya benjolan di leher bagian depan disertai dengan gejala-gejala seperti suara serak, sulit menelan, bahkan kesulitan bernafas. Jenis kanker ini jarang mengakibatkan pembesaran kelenjar, namun kerap menimbulkan pertumbuhan kecil (nodul) dalam kelenjar.

Kelenjar tiroid itu sendiri merupakan organ berbentuk seperti kupu-kupu dengan 2 lobus, yaitu lobus kanan dan lobus kiri, berada di bagian depan leher. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon tiroid yang berperan untuk membantu tubuh melakukan metabolisme dan menghasilkan energi. – Jenis Kanker Tiroid

Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan. Kanker tiroid kerap membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid, namun kadang kanker bisa memproduksi banyak hormon tiroid hingga menyebabkan hipertiroidisme. – Jenis Kanker Tiroid

 

Nodul tiroid akan berubah ganas bila:

  • Hanya ada satu
  • Tumbuhnya cepat
  • Nodulnya keras
  • Nodul padat dan isinya bukan cairan (kistik)
  • Skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi

 

Penyebab Kanker Tiroid

Penyebab utama dari terjadinya kanker tiroid tidak diketahui secara pasti. Namun terjadinya kanker diduga karena adanya mutasi (perubahan) dari materi genetik sel-sel kelenjar tiroid sehingga sel-sel tersebut terus tumbuh. Penyebab terjadiya perubahan materi genetik tersebut juga tidak diketahui. Selain itu ada faktor-faktor resiko yang memungkinkan seseorang terkena kanker tiroid. Walaupun memiliki resiko tinggi, belum tentu orang tersebut akan terkena kanker tiroid. Berikut beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker tiroid antara lain :

  • Jenis kelamin. Wanita memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan pria dengan perbandingan 3:1.
  • Usia. Kanker tiroid dapat terjadi pada usia berapapun, namun pada wanita paling sering terjadi pada usia diatas 30 tahun, sedangkan pada pria sering terjadi pada usia diatas 60 tahun
  • Faktor keturunan. Hanya sebagian kecil dari jenis kanker yang dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sebagian besar pasien lainnya tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker tiroid.
  • Faktor makanan. Penyakit ini banyak terjadi pada populasi penduduk yang memiliki kebiasaan asupan iodine atau yodium rendah.
  • Obesitas. Orang obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena.
  • Paparan radiasi. Orang yang sering terpapar sinar radiasi akan memiliki resiko lebih besar. Sebagai contoh pasien yang menjalani radioterapi di daerah leher, kepala atau dada.

 

Ada beberapa jenis kanker pada tiroid yang dapat terjadi, yaitu:

  1. Kanker Papiler

Jenis Kanker Tiroid ini lebih sering dialami wanita dan orang muda. Kanker akan lebih cepat tumbuh dan menyebar pada usia lanjut. Selain itu, orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di leher juga berisiko tinggi mengalami kanker papiler.

Jenis Kanker Tiroid ini bisa diatasi dengan tindakan pembedahan yang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya. Tindakan pembedahan hampir selalu berhasil menyembuhkan kanker ini. Hampir semua penderita kanker papiler bisa disembuhkan.

 

  1. Kanker Folikuler

Sebanyak 15% Jenis Kanker Tiroid merupakan kanker folikuler. Jenis Kanker Tiroid ini lebih sering dialami wanita. Jenis Kanker Tiroid ini bisa menyebar malalui aliran darah, kemudian sel-sel kanker menyebar ke berbagai organ tubuh. Tindakan pengobatan untuk Jenis Kanker Tiroid ini adalah pengangkatan kelenjar tiroid dan pemberian yodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan maupun sel kanker yang tersisa.

 

  1. Kanker Anaplastik

Kanker anaplastik merupakan Jenis Kanker Tiroid yang bisa tumbuh sangat cepat dan bisa mengakibatkan benjolan yang besar di leher. Sebagian besar penderita Jenis Kanker Tiroid ini akan meninggal dalam waktu 1 tahun. Pemberian obat anti kanker dan terapi penyinaran sebelum dan setelah pembedahan memberikan hasil yang cukup memuaskan.

 

  1. Kanker Meduler

Pada Jenis Kanker Tiroid meduler, kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar kalsitonin (hormon yang dihasilkan oleh sel-sel tiroid tertentu). Karena itu, Jenis Kanker Tiroid ini menunjukkan gejala yang tidak biasa. Sel kanker bisa menyebar melalui sistem getah bening ke kelenjar getah bening dan melalui darah ke paru-paru, hati, dan tulang. Pada sindroma neoplasia endokrin multipel, kanker meduler bisa terjadi bersamaan dengan kanker endokrin lainnya.

Jenis Kanker Tiroid ini bisa diturunkan dari anggota keluarga yang menderita kanker moduler. Bila Anda memiliki keluarga dengan riwayat kanker tiroid dan gondok menahun sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Perhatikan pula apakah ada pembesaran kelenjar tiroid atau pembengkakan di leher. Selain itu, gejala lainnya adalah perubahan suara menjadi serak, batuk berdarah, sembelit, atau diare.

 

 

 

Jenis Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Faktor Risiko Kanker Tiroid – Bagi orang yang pernah mengalami penyakit tiroid jinak seperti inflamasi kelenjat tiroid atau penyakit gondok, lebih berisiko menderita kanker tiroid. Sebanyak 20 persen kasus kanker tiroid muncul pada orang yang mengalami kondisi ini. Kanker tiroid adalah tumor yang relative jarang yang muncul paling sering pada wanita dibandingkan pria. Menurut banyak studi, Faktor Risiko Kanker Tiroid pada wanita dan akibat dari beberapa faktor hormo­nal atau reproduksi yang spesifik hanya pada wanita.

Kajian berupa kasus kontrol dilakukan dari tahun 2005 sampai 2010. Kelompok kasus termasuk 204 kasus kanker tiroid yang berdiferensiasi baik pada pasien pria (180 papiler dan 24 folikular termasuk sel Hürthle). Kelompok kontrol terdiri atas jumlah kasus yang sama. Pasien merupakan individu yang dicocokkan secara jenis kelamin, usia dan tempat tinggal. Analisis secara statistik termasuk logistik regresi univariat dan metode logistik regresi multivariat.
Menurut regresi logistik regresi, kanker tiroid berdiferensiasi baik pada pria secara signifikan berhubungan dengan status merokok, durasi merokok, jumlah rokok dalam sehari, riwayat adanya goiter atau nodul tiroid, riwayat kanker nontiroid, diabetes melitus, radioterapi pada kepala dan leher, serta riwayat adanya keganasan tumor. Menurut regresi logistik multivariate, hal ini secara bebas berhubungan dengan status merokok (OR = 0.36; 95% CI, 0.19-0.69), riwayat goiter atau nodul tiroid (OR = 9.19; 95% CI, 1.25-64.58), dan sejarah tumor keganasan (OR = 2.11; 95% CI, 1.19-7.33). Faktor risiko untuk kanker tiroid berdiferensiasi baik pada pria adalah goiter atau nodul tiroid dan riwayat penyakit keluarga dengan tumor keganasan. Merokok tidak berhubungan dengan penyakit ini.

Tapi penderita hipertiroidisme dan hipotiroidisme tidak meningkatkan risiko menderita kanker tiroid. Berikut inilah yang menjadi Faktor Risiko Kanker Tiroid, antara lain :

 

  • Riwayat kesehatan keluarga

Mutasi genetik yang diturunkan menjadi penyebab beberapa kasus karsinom tiroid menduler. Faktor Risiko Kanker Tiroid ini meningkat bila Anda memiliki kerabat yang pernah menderita kanker tiroid. Jadi, pastikan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah terdapat mutasi genetik bagi Anda yang memiliki kerabat dengan kondisi tersebut.

  • Pernah menderita gangguan payudara jinak

Penderita gangguan payudara yang tidak bersifat kanker seperti kista payudara, lebih meningkatkan Faktor Risiko Kanker Tiroid daripada wanita yang belum pernah mengalami kondisi ini.

  • Pajanan terhadap radiasi

Radiasi dari nuklir atau radiasi dari pengobatan medis dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Tiroid terhadap seseorang.

  • Tinggi dan berat badan

Orang yang memiliki berat badan berlebih dan juga orang dewasa dengan badan lebih tinggi dari rata-rata memiliki Faktor Risiko Kanker Tiroid yang lebih tinggi.

  • Gangguan pencernaanFaktor Risiko Kanker Tiroid

Jika Anda mengalami gangguan pencernaan yang bernama familial adenomatous polyposis (FAP), maka Anda memiliki Faktor Risiko Kanker Tiroid lebih tinggi. FAP merupakan penyakit turunan dan biasanya disebabkan karena mewarisi gen yang cacat.

  • Jenis kelamin

Faktor Risiko Kanker Tiroid yang lainnya juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Wanita 3 kali lipat beresiko untuk menderita kanker tiroid dibanding pria. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi bulanan atau ketika sedang hamil. Tapi belum ada cukup bukti untuk memastikan teori ini.

  • Akromegali

Akromegali ialah kondisi langka, di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan, dan akibatnya orang yang mengalami kondisi ini lebih meningkatkan Faktor Risiko Kanker Tiroidterhadap seseorang.

  • Makanan

Orang yang terlalu banyak mengonsumsi mentega, keju, dan daging, lebih meningkatkan Faktor Risiko Kanker Tiroid terhadap seseorang yang sering mengonsumsinya. Maka dari itu, perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk menurunkan risiko terkena kanker tiroid.

 

Dari ulasan di atas ternyata Faktor Risiko Kanker Tiroid tidak hanya genetik atau riwayat seseorang yang pernah mengalami kanker tiroid, makanan juga termasuk salah satu Faktor Risiko Kanker Tiroid maka dari itu untuk menghindari risiko penyakit kanker tiroid ini kita harus bisa menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita juga menghindari apa saja yang dapat meningkatkan risiko kanker tersebut. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Kanker Tiroid

Faktor Penyebab Kanker Tiroid

 

Faktor Penyebab Kanker TiroidFaktor Penyebab Kanker Tiroid – Kanker tiroid terjadi pada sel-sel kelenjar tiroid (organ berbentuk mirip kupu-kupu terletak di pangkal leher), yang berfungsi memproduksi hormon untuk mengatur kecepatan jantung berdetak, tekanan darah, suhu tubuh dan berat badan.

 

Gejala Kanker Tiroid

Kanker tiroid biasanya tidak menyebabkan tanda dan gejala awal apapun. Seiring dengan pertumbuhannya, penderita akan merasakan :

  • Benjolan yang dapat dirasakan di bawah kulit bagian leher
  • Perubahan suara, termasuk suara serak
  • Sulit menelan
  • Nyeri di leher atau tenggorokan
  • Pembengkakan node limpa di leher

 

Penyebab pasti kanker tiroid belum diketahui, namun faktor risiko tertentu telah diidentifikasi dapat meningkatkan Faktor Penyebab Kanker Tiroid, diantaranya:

  1. Penyakit gondok

Salah satu Faktor Penyebab Kanker Tiroid yaitu karena penyakit gondok. Penyakit gondok merupakan gangguan kesehatan tiroid yang jinak, namun apabila dialami terlalu sering tidak baik karena akan memicu semakin parah dan akibatnya bisa menjadi kanker tiroid. Oleh sebab itu apabila ada penyakit gondok sebaiknya tidak diabaikan.

 

  1. Genetik

Faktor Penyebab Kanker Tiroid juga bisa dipengaruhi oleh keturunan keluarga. Keluarga yang memiliki riwayat kanker tiroid ini bisa meningkatkan risiko kepada keturunannya untuk menderita penyakit ini. Karena kesamaan gen dari keluarga inilah yang menyebabkan suatu penyakit bisa menurun ke anggota keluarga yang lainnya, maka dari itu genetik menjadi salah satu faktor penyebab kanker tiroid.

 

  1. Tumor payudara

Tumor payudara merupakanFaktor Penyebab Kanker Tiroid jenis kanker yang jinak dan tumor payudara bisa menyebabkan bagian tubuh akan mengalami masalah seperti pada kelenjar tiroid. Karena tumor payudara yang pernah dialami juga bisa meningkatkan Faktor Penyebab Kanker Tiroid. Oleh karena itu apabila pernah memiliki tumor payudara sebaiknya lebih hati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh agar tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan di bagian tubuh yang lainnya.

 

  1. Berlebihan pada tinggi badan dan berat badan

Faktor Penyebab Kanker Tiroid juga bisa dialami karena disebabkan oleh berat dan tinggi badan yang berlebihan. Karena salah satu fungsi dari kelenjar tiroid untuk mengatur berat badan dan tinggi badan sehingga seseorang yang memiliki berat badan dan tinggi badan yang melebihi batas normal orang kebanyakan bisa menyebabkan penyakit kanker tiroid.

 

  1. Radiasi

Faktor Penyebab Kanker Tiroid juga bisa terjadi karena sering terkena paparan radiasi. Terlalu sering terpapar sinar radiasi bisa meningkatkan risiko untuk menderita kanker tiroid oleh karena itu jika melakukan pengobatan dengan metode radioterapi ataupun kemoterapi bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

 

  1. Makanan

Makanan yang masuk ke dalam tubuhFaktor Penyebab Kanker Tiroid pun bisa menjadi Faktor Penyebab Kanker Tiroid. Makanan yang meningkatkan kanker tiroid ini seperti daging merah, keju dan mentega. Oleh karena itu apabila jika tidak ingin menderita penyakit kanker tiroid maka sebaiknya makan makanan yang sehat seperti buah dan sayuran juga konsumsi makanan yang mengandung rendah yodium.

 

  1. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan seperti Familial Adenomatous Polyposis (FAP) merupakan gangguan pencernaan yang bisa menurun dari keluarga dan bukan hanya gangguan pencernaan biasa karena ini juga bisa menjadi salah satu Faktor Penyebab Kanker Tiroid. Oleh sebab itu jaga kesehatan tubuh dengan baik agar tidak menderita gangguan pencernaan.

 

Itulah beberapa Faktor Penyebab Kanker Tiroid, jika Anda menemukan gejala atau tanda-tanda seperti di atas maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter terdekat untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan kanker tiroid atau bukan. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga bermanfaat..

 

 

 

Faktor Penyebab Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Kanker Tiroid

Diagnosis Kanker Tiroid

Diagnosis Kanker Tiroid

Diagnosis Kanker Tiroid – Kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di pangkal leher, tepat di bawah jakun Anda. Tiroid Anda menghasilkan hormon yang mengatur denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh dan berat badan. Meskipun kanker tiroid tidak umum di Amerika Serikat, peringkatnya tampaknya akan meningkat. Menurut dokter ini adalah karena teknologi baru yang memungkinkan mereka untuk menemukan kanker tiroid kecil yang mungkin belum ditemukan di masa lalu. Kanker tiroid bisa diketahui dari gejala-gejala di bawah ini :

  • Benjolan

Beberapa kanker tiroid yang normal pada anak dan wanita paruh baya, gejala awal, lebih dari 95% pasien memiliki massa serviks, khususnya tidak teratur, terisolasi, tidak teratur, Batas tidak jelas, aktivitas yang buruk dari benjolan yang kaku, harus sangat waspada.

  • Suara serak

Kompresi saraf berulang laring kanker tiroid pada pasien dengan tumor tiroid terus mengalami pembesaran sehingga menyebabkan suara serak dan tersendak saat minum.

  • Kesulitan bernafas

Pasien kanker tiroid benjolan terus mengembang, dan secara bertahap menekan saraf yang berdekatan, trakea atau esofagus, penyebab pasien menunjukkan kesulitan bernapas atau menelan kesulitan, telinga, bantal, myeri bahu radioaktif.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Peningkatan benjolan invasi kelenjar getah bening rahim, menyebabkan pembengkakan leher kelenjar getah bening.   – Diagnosis Kanker Tiroid

 

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tiroid meliputi :

  • Kanker tiroid lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.
  • Paparan radiasi tingkat tinggi. Contoh radiasi tingkat tinggi termasuk yang berasal dari pengobatan radiasi pada kepala dan leher dan dampak dari sumber seperti bencana tenaga nuklir atau pengujian senjata tanaman.
  • Sindrom genetik tertentu yang diturunkan. Sindrom genetik yang meningkatkan risiko kanker tiroid termasuk kanker tiroid meduler, neoplasia endokrin multipel dan polyposis adenomatous dalam keluarga.   – Diagnosis Kanker Tiroid

 

Untuk menentukan Diagnosis Kanker Tiroid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai tahap awal pemeriksaan. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga, serta gejala-gejala yang Anda alami, seperti suara serak yang tidak kunjung menghilang. Tes yang dilakukan untuk Diagnosis Kanker Tiroid adalah :

 

  1. Tes fungsi tiroid

Ini adalah jenis Diagnosis Kanker Tiroid melalui darah yang berfungsi untuk memeriksaDiagnosis Kanker Tiroid apakah pembengkakan yang terjadi pada leher Anda disebabkan oleh kondisi lain. Tes ini juga berfungsi mengukur hormon tertentu di dalam darah Anda. Tes ini bisa mengetahui jika terjadi masalah kesehatan, seperti kondisi hipertiroidisme atau kondisi hipotiroidisme. Pemeriksaan ini dapat menghapus morfologi tiroid, lokasi, dan fungsi tiroid, telah menjadi cara konvensional diagnosis penyakit tiroid.

  1. Sitologi aspirasi jarum halus

Ini adalah prosedur lanjutan untuk Diagnosis Kanker Tiroid. Anda tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit untuk menjalani tes ini. Sebuah jarum yang sangat kecil dimasukkan ke benjolan pada leher untuk mengambil sampel yang kemudian diteliti dengan mikroskop. Tes ini bisa menentukan apakah terdapat sel bersifat kanker dan jenis dari kanker tiroid, jika memang ada.

  1. Tes pencitraan

Anda mungkin perlu melakukan Diagnosis Kanker Tiroid dengan tes pencitraan, seperti CT Scan, ultrasound, atau PET (positron emission tomography) untuk membantu dokter memastikan apakah kanker yang muncul sudah menyebar ke luar dari kelenjar tiroid. CT Scan jelas dapat menunjukkan kanker tiroid, bentuk, ukuran dan hubungan dengan laring, trakea, esofagus, dan Anda dapat melihat ruang lingkup infiltrasi kanker.

  1. Tes penyakit turunan

Dokter mungkin perlu melakukan Diagnosis Kanker Tiroid tes genetik untuk mencari gen yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid medular.

 

 

 

Diagnosis Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Tiroid

Pengobatan Kanker Tiroid

Pengobatan Kanker Tiroid

Pengobatan Kanker Tiroid sangat bergantung kepada jenis dan stadium dari kanker yang Anda derita. Tim dokter dari berbagai spesialisasi mungkin perlu memeriksa Anda untuk menentukan jenis pengobatan yang terbaik dan paling sesuai dengan kondisi Anda saat itu.

Beberapa jenis kanker, seperti karsinoma papiler, karsinoma folikuler, dan sebagian karsinoma tiroid meduler, memiliki peluang yang lebih baik untuk sembuh. Kanker tiroid jenis ini ditangani dengan cara operasi pengangkatan kelenjar tiroid, dan mungkin digabungkan dengan radioterapi. Berikut ini adalah beberapa langkah Pengobatan Kanker Tiroid, antara lain:

 

  1. Tiroidektomi

Pengobatan Kanker Tiroid ini adalah prosedur pengangkatan kelenjar tiroid, baik sebagian (hemitiroidektomi) atau keseluruhannya (tiroidektomi total). Pengobatan Kanker Tiroid ini bergantung pada jenis dan ukuran kanker tiroid, serta apakah sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Anda akan disarankan untuk beristirahat selama 2-3 minggu setelah operasi. Ini dimaksudkan untuk menghindari aktivitas yang memberikan beban pada bagian leher Anda.

 

  1. Terapi pengganti hormon

Anda tidak akan bisa menghasilkan hormon yang mengatur sistem metabolisme tubuh setelah Pengobatan Kanker Tiroid tiroidektomi. Oleh karena itu Anda akan memerlukan tablet pengganti hormon seumur hidup Anda. Mungkin Anda perlu melakukan tes darah secara teratur untuk penyesuaian dosis dan memantau kadar hormon apakah sudah tepat untuk tubuh Anda.

 

  1. Pengaturan kadar kalsium

Pascaoperasi pengangkatan kelenjar tiroid pada beberapa kasus, kelenjar paratiroid bisa terpengaruh. Kelenjar paratiroid berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah dan terletak di dekat kelenjar tiroid.

 

  1. Perawatan yodium radioaktif

Pengobatan Kanker Tiroid ini berfungsi menghancurkan sel-sel kanker yang masih ada dan mencegah munculnya kembali kanker setelah Anda menjalani operasi. Pengobatan Kanker Tiroid ini tidak bisa digabungkan dengan terapi pengganti hormon karena efektivitasnya akan terganggu. Demikian pula, orang yang menjalani Pengobatan Kanker Tiroid ini juga harus mengurangi konsumsi yodium dalam makanannya karena bisa menurunkan efektivitas pengobatan dengan cara ini. Disarankan untuk menghindari segala macam hidangan laut, kurangi konsumsi produk olahan dari susu, dan tidak mengonsumsi obat batuk, serta garam laut.Pengobatan Kanker Tiroid

Perbanyak konsumsi daging, buah, sayuran, dan nasi yang memiliki kandungan yodium rendah. Wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak disarankan menjalani prosedur pengobatan ini karena bisa berpengaruh pada kondisi janin dan bayi. Anda juga disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang bagus untuk menghindari kehamilan, setidaknya enam bulan setelah perawatan ini. Prosedur ini tidak berpengaruh pada kesuburan wanita, tapi bisa sedikit memengaruhi tingkat kesuburan pada pria. Efek samping yang mungkin terjadi akibat Pengobatan Kanker Tiroid ini adalah mual, mulut kering, mata kering, serta indera perasa dan penciuman yang berubah.

 

  1. Radioterapi eksternal

Prosedur yang mana gelombang radioaktif diarahkan pada bagian tubuh yang terpengaruh. Pengobatan Kanker Tiroid ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tahap lanjutan atau karsinoma tiroid anaplastik. Jangka waktu radioterapi sendiri bergantung kepada jenis kanker dan perkembangannya. Efek samping yang biasa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, mulut kering, dan sakit saat menelan.

 

  1. Kemoterapi

Prosedur ini biasanya hanya digunakan untuk mengatasi karsinoma tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh yang lain. Anda akan mengonsumsi obat yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan Kanker Tiroid ini jarang sekali bisa menyembuhkan kanker anaplastik, tapi bisa memperlambat perkembangan dan membantu meredakan gejala yang muncul akibat kanker tiroid. Beberapa kemungkinan efek samping yang bisa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, tukak mulut, dan kehilangan selera makan. Ketika Anda menjalani kemoterapi, Anda juga akan rentan mengalami infeksi.

 

 

Pengobatan Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment