Radiasi Penyebab Utama Kanker

Radiasi Penyebab Utama Kanker

Radiasi Penyebab Utama Kanker

 

Handphone adalah salah satu alat komunikasi yang paling sering digunakan pada masa seperti ini. Seiring dengan berkembangnya informasi, handphone pun semakin canggih pula yang mana kecanggihan ponsel ini biasa dikenal dalam wujud smartphone. Siapa yang tak mengenal smartphone? Dengan desain dan fitur yang dimilikinya, handphone seperti ini kian banyak dicari oleh orang-orang terutama untuk kalangan pebisnis.

Namun sayangnya dibalik kemegahan yang dimiliki oleh handphone, tersimpan bahaya yang jarang diketahui oleh pemiliknya. Salah satu bahaya tersesarnya yaitu radiasi penyebab utama kanker otak. Berikut ulasan selengkapnya.

 

Radiasi Penyebab Utama Kanker

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa radiasi penyebab utama kanker otak. Banyak ahli juga menetapkan bahwa handphone termasuk dalam kategori benda yang mempunyai resiko tinggi untuk kesehatan yang disamakan dengan pestisida, knalpot bensin dan kopi. Temuan ini telah diumumkan oleh IARC atau Badan Internasional untuk Penelitian Kanker yang berada dibawah WHO setelah melakukan beberapa riset selama satu minggu penuh.

Penelitian tersebut menemukan adanya radiasi elektromagnetik handphone dapat memicu kanker otak. Intensitas tinggi pemakaian handphone mengakibatkan peningkatan risiko glioma, sebuah bentuk kanker otak ganas. Masih ingin diteliti lebih lanjut, anggota panel Kurt Straif mengatakan bahwa paparan tertinggi radiasi adalah saat handphone digunakan untuk menelepon. Sedangkan jika menggunakan pesan singkat SMS atau dengan menggunakan perangkat hands-free atau headset akan memperkecil paparan radiasi yang ditimbulkan.

 

Proses Radiasi HP

Mekanisme kerja handphone, pada dasarnya dilakukan dengan mengirimkan sinyal ke menara paling dekat dengan menggunakan frekuensi gelombang radio (bentuknya sama dengan gelombang radio FM dan microwave). Handphone yang menimbulkan gelombang elektromagnetik  memang dapat diserap  dalam tubuh. Gelombang inilah yang mempengaruhi kekuatan signal dan kejernihan suara. Energi yang diserap oleh tubuh dari gelombang elektromagnetik, diukur dalam bentuk satuan SAR atau Specific Absorption Rate.

Disamping itu, radiasi penyebab utama kanker dari hp juga dapat menimbulkan dua efek yaitu:

  • Thermal effect yakni hal yang paling sering disebabkan oleh piranti yang memiliki kandungan gelombang elektromagnetik. Pada umumnya akan timbul panas karena adanya suhu yang meningkat. Biasanya, otak atau sirkulasi darah dapat mencegah pengaruh dari thermal effect Namun, kornea mata biasanya tidak tahan akan panas.
  • Non thermal effect yakni efek yang tidak disebabkan oleh panas. Biasanya bahkan akan mempengaruhi otak hingga bagian tubuh yang dekat dengan antena. Dan hasilnya, metabolisme glukosa di dalam darah akan meningkat. Menurut American Medical Association, efek non thermal dapat dirasakan dalam jangka panjang. Seperti pendarahan otak, kanker, sakit kepala, pusing, gangguan tidur sampai gangguan kepribadian.

Radiasi penyebab utama kanker dari handphone secara tidak langsung bisa merusak DNA, karena memiliki perbedaan dengan tipe radiasi lebih kuat dari sinar X dan radiasi ultraviolet. Dalam level yang tinggi, gelombang dari handphone dapat memanaskan jaringan pada tubuh. Namun hal ini belum dapat dipastikan, apakah itu bisa merusak sel tubuh manusia atau tidak.

 

Resiko Lain Akibat Radiasi HP

Selain radiasi penyebab utama kanker otak, ternyata radiasi handphone juga memiliki dampak buruk, terhadap beberapa keadaan yakni :

 

  1. Kesehatan Reproduksi Pria

Cleveland Clinic Amerika Serikat menyatakan bahwa, produksi sperma pada pria dipengaruhi oleh frekuensi pemakaian handphone. Semakin sering pria menggunakan handphone, semakin besar pula kemungkinan produksi sperma yang mengalami gangguan. Kesimpulan ini didapat dari penelitian yang melibatkan sampel sejumlah 361 pria dalam waktu setahun.

Menurut Dr Ashok Agarwal, menurunnya produksi sperma secara otomatis mempengaruhi tingkat kesuburan pada pria dalam menghasilkan keturunan. Selanjutnya, bagi lelaki yang memakai handphone dalam waktu empat jam bahkan lebih setiap harinya, akan mengalami produksi sperma yang sangat rendah. Berdasarkan info dari FoxNews, jumlah sperma ini mengalami penurunan disebabkan oleh gelombang elektromagnetis handphone.

 

  1. Ibu Hamil

Penelitian di Yale University yang sedang mempelajari bahwa efek radiasi dihasilkan oleh perangkat genggam. Hal ini dibuktikan dengan melakukan percobaan pada tikus yang hamil. Setelah melakukan beberapa penelitian, kesimpulan yang dihasilkan sementara adalah paparan sinar radiasi pada handphone dalam jangka tertentu ternyata bisa menyebabkan bayi mengalami hal negatif pada otak, dan beresiko terkena ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Adapun ADHD adalah gangguan perkembangan yang menyebabkan aktifitas anak-anak menjadi tidak lazim bahkan cenderung berlebihan dalam hal peningkatan aktifitas motorik anak-anak.

 

  1. Anak-anak

Laporan dari International Electromagnetic Field Collaborative, pernah dilakukan penelitian yang hasilnya terdapat kemungkinan munculnya gejala kanker karena stimulasi penggunaan ponsel, khsusnya untuk anak-anak. Walaupun begitu, seperti yang biasa terjadi pada penelitian sejenis ini, belum ada bukti yang betul-betul pasti mengenai kesimpulan yang dibuat oleh para dokter tersebut.

Untuk itu, agar dapat terhindar dari efek buruk radiasi penyebab utama kanker, maka disarankan agar:

  • Menyimpan atau menjauhkan handphone di tempat yang aman dan tidak bersentuhan secara langsung dengan tubuh.
  • Hindari aktifitas dengan handphone saat sinyal buruk. Sinyal buruk umumnya memiliki gelombang elektromagnetik yang justru jauh lebih tinggi.
  • Memakai hands-free atau headset saat berbicara.
  • Jika tidak ada hands-free atau headset, bicaralah dengan menggunakan sisi telinga secara bergantian.
  • Jauhkan handphone ketika menunggu panggilan. Dan dekatkan di telinga hanya jika ada suara jawaban.

 

Efek Radiasi Menyebabkan Kanker Masih Pro Kontra

Sejauh ini, industri Telkom mendanai penelitian besar yang disebut dengan Studi Interphone. Penelitian ini menyatakan bahwa telepon genggam atau handphone tidak mendatangkan kanker, kecuali apabila pemakaian telepon terlalu berat, termasuk juga anak-anak. Tapi kenyataan yang ada, penelitian tidak melibatkan anak-anak, sehingga kesimpulannya sendiri masih mengambang.

 

Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk membuktikan dampak buruk yang terjadi dari pengguna atau pemakai berat handphone. Walaupun hasilnya belum jelas, namun semua pihak menyetujui untuk membatasi penggunaan handphone, sambil menunggu hasil pada penelitian-penelitian terbaru.

 

 

Radiasi Penyebab Utama Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Proses Metastasis Kanker

Proses Metastasis Kanker

Proses Metastasis Kanker

Penyakit yang mungkin paling ditakuti banyak orang adalah kanker. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Mulai dari balita hingga lanjut usia, wanita maupun laki-laki, bahkan mereka yang gaya hidupnya cukup sehat. Seperti yang disampaikan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam situs resminya, Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) yang dilakukan tahun 2013 mencatat prevalensi tumor dan kanker di Indonesia mencapai 1,4 di setiap 1.000 penduduk. Ini berarti ada kira-kira 330.000 orang yang didiagnosis dengan tumor atau kanker setiap tahunnya. Maka, pemahaman tentang metastasis kanker harus digalakkan.

 

Kanker adalah nama untuk beberapa jenis penyakit serupa. Kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Maka, ada banyak sekali jenis kanker yang ditemui pada manusia. Misalnya, leukimia, kanker tulang, kanker payudara, kanker kulit, kanker rahim, kanker paru-paru, dan kanker prostat.

 

Benarkah semua orang punya sel kanker?

Mungkin Anda pernah mendengar informasi bahwa setiap orang sebenarnya memiliki sel kanker dalam tubuh. Masalahnya hanya apakah sel tersebut akan tumbuh dan hidup menjadi kanker yang menyerang organ tubuh tertentu. Tunggu dulu, jangan mudah percaya berita ini karena faktanya sel kanker tidak hidup dalam tubuh setiap manusia. Kenyataannya, setiap orang memang memiliki sel dengan DNA yang rusak, tapi tubuh memiliki sistem otomatis yang akan membunuh sel-sel yang rusak ini sebelum berkembang menjadi sel kanker. Bahkan dalam beberapa kasus, sel yang rusak ini tidak akan tumbuh jadi kanker dalam tubuh. Jadi dalam keadaan normal, tubuh manusia bersih dari sel kanker.

 

Perubahan sel dalam tubuh

Tubuh manusia menampung triliunan sel yang tersebar ke setiap organ dan bagian. Sel-sel ini akan terus berkembang dan berlipat ganda menjadi sel-sel yang baru, mengikuti pertumbuhan dan kebutuhan manusianya. Sementara sel-sel yang sudah terlalu tua, tidak sehat, dan tidak berfungsi lagi akan mati secara alamiah.

Tubuh manusia memiliki sistem pusat tersendiri yang mampu mengatur berapa jumlah sel yang diperlukan tubuh dan sel-sel mana yang sudah tidak sehat. Sistem inilah yang akan memberi perintah bagi sel untuk membelah diri dan bertambah banyak atau untuk mematikan diri.

Sel kanker bisa lahir jika ada kesalahan pada sistem sehingga sel yang rusak tidak mati dengan sendirinya. Sel tersebut justru terus membelah diri hingga jumlahnya sudah tak bisa dikendalikan lagi. Perubahan inilah yang bisa memicu munculnya sel kanker.

 

Tumbuhnya kanker dalam sel tubuh

Dalam sel yang sehat terdapat nukleus yang berfungsi sebagai sistem pusat. Nukleus sendiri menampung kromosom yang terbentuk dari rangkaian DNA. Di dalam DNA, terkandung ribuan gen yang akan memberi instruksi pada sel untuk menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup. Maka nukleus yang menjadi rumah bagi ribuan gen ini akan menentukan jenis sel apa yang dibutuhkan organ tubuh tertentu, kapan sel perlu membelah diri, dan sel mana yang harus mati dan digantikan.

Sayangnya, proses metastasis kanker ini tidak selalu berjalan dengan sempurna. Ketika sel melakukan pembelahan diri, ada risiko sel baru yang lahir dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau digandakan terlalu banyak. Perubahan struktur gen dalam sel ini disebut sebagai mutasi gen. Ketika mutasi gen terjadi, sel sudah tidak bisa lagi menerima perintah dan instruksi dari sistem pusat sehingga sel ini akan tumbuh di luar kendali dan menghasilkan protein yang tidak normal. Kelainan pada protein yang diproduksi akan semakin memicu proses metastasis kanker pembelahan sel-sel baru dengan gen yang tidak sempurna. Pada kasus lain, protein yang dibutuhkan untuk menghentikan kelahiran sel baru justru tidak diproduksi sama sekali.

 

Biasanya, mutasi gen yang berbeda-beda dan yang telah terjadi lebih dari lima kali baru akan berpotensi tumbuh menjadi sel kanker. Proses metastasis kanker bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh Anda dipindai.

Namun, pada kasus kanker anak kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau sejak lahir. Mereka memang memiliki gen bawaan yang rusak dalam sel tubuh sehingga proses terbentuknya kanker tidak membutuhkan waktu yang lama.

 

Penyebaran kanker

Sel utama yang mengalami kerusakan gen dan tumbuh jadi kanker ini biasanya hanya menyerang satu organ atau jaringan tubuh di mana sel ini hidup. Namun, jika tidak dikendalikan sel kanker bisa menyebar dan menyerang organ atau jaringan tubuh lain lewat darah atau kelenjar getah bening. Proses penyebaran kanker ini disebut sebagai proses metastasis kanker.

 

 

Proses Metastasis Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Proses Pertumbuhan Sel Kanker

Proses Pertumbuhan Sel Kanker

 

Proses Pertumbuhan Sel Kanker

Penyakit kanker kian meningkat. Penderitanya terus bertumbuh. Yang meninggal akibat penyakit ini pun terus bertambah. Sebenarnya, apa yang menjadikan penyakit ini menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang? dr. Suwardi, Natural Medicine Practitionerpada Jakarta Natural Health Center membahasnya.

 

Kanker payudara, kanker mulut rahim, kanker usus besar, kanker otak, kanker prostat adalah nama kanker yang sering dibicarakan. Selain itu, banyak lagi jenis kanker yang terus bermunculan. Tapi, apa sebenarnya kanker itu? Kanker adalah makhluk hidup yang menyimpang dari aturan sel normal. Batasan Hayflick mengatakan, sel normal akan membelah kurang lebih 50 kali, lalu kemudian mati. Sementara itu, sel kanker membelah dan tumbuh tidak terbatas. Tapi bagaimana sel kanker bisa membelah tanpa batas? Didalam inti sel terdapat gen. Gen inilah yang mengatur aktivitas sel, termasuk pembelahan dan pertumbuhan sel. Ada empat gen pengatur pertumbuhan normal, yakni:

  • Gen pertumbuhan normal disebut proto-enkogen;
  • Gen penghambat pertumbuhan disebut gen anti-onkogen;
  • Gen apoptosis atau gen yang mengatur kematian sel secara terprogram; dan
  • Gen DNA repair.

 

  1. Proto-enkogen

Proto-enkogen proses pertumbuhan sel kanker yang mengatur pembelahan dan pertumbuhan normal. Karena gen ini yang mengatur pembelahan atau proliferasi sel, maka proto-onkogenada yang menjulukinya sebagai gen kanker. Karena itu, sejatinya setiap orang pasti memiliki gen kanker. Masalahnya, mengapa gen kanker ini menyimpang (mutasi) dari normal? Mengapa sel membelah tanpa dapat dikontrol, seakan-akan tidak ingin musnah dan hidup abadi? Siapa pengendali mereka?

 

 

 

  1. Gen Pengendali

Gen anti-onkogen, apoptosis, dan DNA repair adalah gen pengontrol. Kira-kira satu juta DNA rusak setiap hari. Kerusakan disebabkan oleh proses metabolisme normal dan faktor karsinogenik (hal yang menyebabkan kanker) dari luar tubuh. DNA repairakan memperbaiki kerusakan ini. Bila reparasi gagal, maka proses pertumbuhan sel kanker apoptosis pun dilakukan dan keputusan diambil oleh sel itu sendiri, oleh jaringan sekitarnya, atau oleh sel imun. Bila reparasi dan apoptosis gagal, maka anti-onkogen akan memainkan peranannya untuk mengatasi kondisi ini dengan jalan menghentikan siklus pembelahan sel sehingga tidak terjadi proses karsinogenesis.

 

  1. Karsinogenesis

Perubahan sel normal menjadi sel kanker disebut karsinogenesis. Proses ini biasanya melalui tiga tahap, yakni inisiasi, promosi, dan progresif. Ketiga proses pertumbuhan sel kanker tersebut sangat rumit. Tapi, sebagai ringkasan pemahaman, bisa saya gambarkan sebagai berikut. Pada proses pertumbuhan sel kanker inisiasi, karsinogen (zat yang dapat menimbulkan kanker) merusak pada satu titik DNA. Kemudian, dalam tahap promosi, karsinogen akan merangsang sel terinisiasi untuk proliferasi (pembiakan sel yang berlangsung cepat), hingga selanjutnya masuk ke tahap pertumbuhan progresif dimana sel kanker akan tumbuh progresif. Yang menarik adalah bahwa tahap progresif sel kanker tumbuh tanpa bergantung pada zat karsinogen. Sehingga sebenarnya, walau tanpa karsinogen, kanker terus tumbuh.

Apalagi, jika diinduksi oleh karsinogen, akan lebih progresif. Selama ini, yang menjadi masalah adalah kanker biasanya terdeteksi pada stadium lanjut. Karena kanker telah menimbulkan gejala klinis. Jarang penderita datang ke dokter pada stadium awal. Padahal, dalam setitik goresan pena, jumlah sel kankernya dapat mencapai jutaan dan butuh waktu antara 3 sampai 5 tahun untuk mencapai jumlah tersebut. Oleh karena itu yang dapat dilakukan adalah pencegahan kanker dengan cara hidup sehat.

 

  1. Jangan “Memupuk”

Penyebab utama kanker hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Sebab, terdapat multi faktor yang bisa memicunya. Meski begitu, dari pengamatan saya pada penderita kanker, faktor gaya hidup tampak amat berpengaruh. Pola makan yang tidak sehat dominan berkontribusi menimbulkan kanker. Makan berlebihan, dengan diet lemak trans (gorengan), protein hewani, jarang atau tidak doyan makan sayur dan buah, senang makan makanan dan minuman instan, serta merokok paling sering tampak pada penderita kanker. Ada pun faktor stres dan sering mengonsumsi obat medis juga dapat memperburuk perkembangan sel kanker. Pengamatan ini sangat simpel dan rasional, sebab makan dan minum tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.

 

Makan berlebih dan tidak sehat akan menghasilkan radikal bebas atau toksin yang berperan sebagai “pupuk” gen kanker. Kanker adalah makhluk hidup abnormal pada tubuh inangnya dan toksin merupakan makanan kesukaan sel kanker. Toksin akan menyuburkan sel kanker hingga mereka bermetastasis atau berubah wujud. Itulah sebabnya diet bagi penderita kanker amat penting, selain terapi kanker itu sendiri. Selain diet, stres juga menyenangkan buat sel kanker. Stres memicu peradangan, dimana peradangan adalah media subur untuk proses pertumbuhan sel kanker.

 

Stres menstimulasi pelepasan kortisoldan  adrenalin dimana hormon ini akan merombak deposit gula dan lemak yang disukai oleh sel kanker. Stres meningkatkan lemak jahat (LDL) dan menurunkan lemak naik (HDL). LDL adalah toksin yang disukai sel kanker. Stres juga menurunkan daya tahan tubuh sehingga kemampuan tubuh melindungi dirinya pun kian lemah sehingga sel kanker kian perkasa.

 

 

Perang Melawan Kanker

Bagi yang belum menderita kanker, alangkah bijak jika memelihara tubuh dengan mengatur pola diet yang sehat dan alami. Diet yang baik adalah dengan memilih makanan sehat dan diatur. Siapa bilang tidak boleh makan daging hewani? Boleh, asal diatur jumlah dan frekuensi minimal 5 hari sekali, lebih jarang lebih baik, konsumsi sayur dan buah setiap hari dengan frekuensi 3 kali dalam sehari, cukup minum air, olahraga, dan hindari stres. Bagi yang sudah terkena kanker, ubah pikiran dengan paradigma bahwa kanker itu makhluk hidup, tapi berbeda dengan sel normal.

Kanker makan racun, sel normal butuh nutrisi, sel kanker senang kondisi stres, sel normal butuh kondisi tenang (rileks), sel kanker senang begadang, sel normal suka tidur malam lebih cepat, sel kanker suka obat kimia, sel normal suka vitamin dan mineral alami, sel kanker senang jika tubuh dengan imunitas lemah, sel normal menjadi kuat dengan daya tahan tubuh kuat, sel kanker suka zat pewarna, pengawet dan zat kimia lainnya, sel normal doyan zat bioaktif natural. Apa maknanya? Perangi kanker dengan memutuskan logistik maka sel kanker akan mati perlahan-lahan.

 

 

Proses Pertumbuhan Sel Kanker

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makanan Sehat Pemicu Kanker

Makanan Sehat Pemicu Kanker

 

Makanan Sehat Pemicu Kanker

Kanker adalah salah satu hal mengerikan yang bisa terjadi pada siapa pun. Makanya, wajar kalau saat ini makin banyak orang yang peduli terhadap pencegahan kanker. Mereka memulai dengan hidup sehat melalui makanan yang dikonsumsinya.

Di zaman kehidupan saat ini, cukup sulit tentunya untuk memilih makanan yang memang benar-benar sehat. Hal ini disebabkan karena tingginya polusi saat ini menyebabkan makanan sehat menjadi tidak sehat. Selain itu, banyaknya aneka macam olahan makanan menyebabkan kita sering kesulitan memilih makanan yang bukan merupakan makanan penyebab kanker yang dimakan setiap hari. Jadi, apa saja yang perlu kita lakukan? Tentu saja mengenali terlebih dahulu karakteristik yang dapat menyebabkan kanker.

 

Kanker disebabkan oleh makanan yang mengandung banyak gula buatan, diolah dengan suhu tinggi dan digoreng beberapa kali dengan minyak jelantah, setra makanan yang tidak matang secara sempurna. Jika melihat kriteria makanan penyebab kanker tersebut, tentu saja itu adalah yang sering kita temui sehari-hari. Lalu bagaimana cara menghindari berbagai macam olahan tersebut?

  • Mengubah gaya hidup, dengan benar-benar memperhatikan cara mengolah makanan
  • Mulai mengkonsumsi makanan sehari-hari pencegah kanker
  • Olahraga secara teratur
  • Memulai diet sehat mengatur pola makan

Setelah mengetahui cara menghindari berbagai macam olahan makanan sehat pemicu kanker, tentu saja sekarang saatnya mengenal daftar makanan penyebab kanker jika dimakan setiap hari, yaitu sebagai berikut:

  1. Roti

Makanan sehat pemicu kanker yang praktis untuk sarapan ini pada dasarnya mengandung beragam gizi, dari karbohidrat, mineral, zat besi, hingga kalsium dan folat. Kabar buruknya, telah ditemukan roti yang dicampur dengan potassium bromate. Zat kimia tambahan itu sudah diidentifikasi sejumlah organisasi kesehatan sebagai karsinogen (sesuatu yang menyebabkan kanker) potensial bagi manusia.

 

  1. Daging Merah

Tak hanya lezat di lidah, daging merah juga menjadi sumber bermacam-macam gizi. Sebut saja protein dan karbohidrat. Bahkan, kandungannya lebih tinggi daripada daging putih atau daging unggas.  Akan tetapi, kalian perlu waspada karena daging yang berasal dari ternak besar karena ini juga termasuk dalam makanan sehat pemicu kanker . Misalnya seperti sapi, kambing, dan babi, karena bisa menjadi karsinogenik ketika diolah dengan tingkat panas atau asam yang tinggi.

 

  1. Tomat Kaleng

Sebagai salah satu sumber vitamin C, tomat diyakini mampu menyehatkan tubuh hingga mencegah pembentukan radikal bebas, yang diketahui dapat memicu kanker. Namun, beda cerita kalau kalian doyan makan tomat kalengan.

Pada dasarnya, makanan kaleng tak sepenuhnya sehat, apalagi tomat kalengan. Bisa lebih parah dibanding sekedar makanan kaleng. Pasalnya, tomat punya tingkat keasaman yang tinggi dan lapisan kaleng yang umumnya menggunakan bahan kimia bisphenol-A (BPA). Sehingga bisa membuat makanan ini beracun.

 

  1. Susu

Apa salahnya minum susu? Susu memang ampuh dalam menyuplai kalsium untuk tulang kita, tetapi peneliti telah menemukan hubungan asupan kalsium tinggi dengan kanker prostat.  Alasannya, susu dan produk susu berkalsium tinggi dapat menurunkan 1,25-dihydroxyvitamin D3 (kalsitriol), yang dikenal secara aktif melindungi para pria dari kanker prostat.

 

  1. Ikan Salmon

Gizi yang dimiliki ikan salmon pada dasarnya tak main-main. Ada omega-3, vitamin A, protein, dan asam amino. Akan tetapi, ikan salmon yang diternakkan terbukti punya kandungan omega-3 yang lebih rendah. Tak cuma itu, ikan-ikan tersebut juga berpotensi mengandung kadar merkuri, PCB, dan dioxin yang dapat mengaktifkan sel kanker.

 

  1. Minyak Nabati

Minyak yang didapat dari ekstrak berbagai tumbuhan ini sebenarnya punya banyak manfaat. Seperti mengandung omega-3 (dalam minyak kanola dan biji bunga matahari), serta meningkatkan metabolisme (khususnya dalam minyak zaitun).  Yang perlu kalian tahu, vegetable oil alias hydrogenated oil ini juga memiliki omega-6, yang tak sehat dan mampu mengubah struktur sel manusia sehingga mengarah pada kanker.

 

  1. Buah-buahan

Tidak diragukan lagi, buah-buahan adalah salah satu makanan yang dibutuhkan manusia. Yang jadi masalah buah juga merupakan salah satu makanan sehat pemicu kanker , buah yang terpapar atau terkontaminasi pestisida dapat menyuburkan bibit-bibit kanker. Mencuci buah sebelum dikonsumsi memang membantu menghilangkan residu tersebut, walaupun tak sepenuhnya bisa.

 

Demikianlah informasi mengenai makanan sehat pemicu kanker, padahal makanan tersebut sudah dianggap sehat oleh kita. Semoga dapat menginspirasi dan bermanfaat ya!

 

 

Makanan Sehat Pemicu Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Remisi Spontan Kanker

Remisi Spontan Kanker

Remisi Spontan Kanker

Kanker telah menjadi sebuah kata yang mengandung kewaspadaan dan ketakutan. Namun, bagi sebagian kecil orang, kanker justru menjadi bukti keajaiban. Orang-orang tersebut adalah penderita kanker yang mengalami remisi spontan di mana mereka dinyatakan bersih dan sembuh dari kanker secara tak terduga. Kasus-kasus ini tentu mengundang banyak pertanyaan, terutama dari kalangan medis yang sudah beratus-ratus tahun berusaha mengalahkan kanker. Bisakah kanker sembuh dengan sendirinya?

 

Apakah mungkin sembuh dari kanker secara tiba-tiba ?

Fenomena ini dikenal dalam dunia medis dengan istilah remisi spontan. Remisi spontan adalah hilangnya atau berkurangnya tumor secara signifikan pada pasien yang telah divonis dengan penyakit kanker tertentu. Selain itu, remisi spontan juga merujuk pada kondisi di mana pasien tak lagi menunjukkan gejala-gejala yang biasanya ditunjukkan akibat penyakit yang diderita. Yang membedakan kondisi ini dengan remisi pada umumnya adalah remisi spontan biasanya terjadi tanpa pengobatan atau perawatan kanker konvensional seperti operasi pengangkatan tumor atau kemoterapi.

Meskipun disebut sebagai remisi spontan, kata spontan dalam istilah ini jangan diartikan secara harfiah. Spontan maksudnya pasien menunjukkan kemajuan yang bertahap, bahkan bisa memakan waktu berbulan-bulan, sampai penyakit tidak ditemukan lagi tanpa alasan yang jelas. Padahal, pengidap kanker ini biasanya tidak menjalani pengobatan atau perawatan yang seharusnya dijalani seorang pasien kanker.

Remisi spontan kanker adalah kasus yang sangat jarang terjadi. Prevalensi remisi spontan pada penderita kanker yang dilaporkan oleh BBC adalah 1 di antara 100.000 pasien. Biasanya jenis kanker yang paling sering menunjukkan remisi spontan adalah neuroblastoma, kanker sel ginjal, kanker kulit melanoma, leukimia, dan kanker kelenjar getah bening. Namun, penyakit yang sembuh secara misterius ini sebenarnya bisa terjadi pada hampir semua jenis kanker.

 

Seperti apa kasus remisi spontan kanker ?

Para ahli masih mendebatkan definisi dan ciri-ciri pasti dari remisi spontan pada penderita kanker. Akan tetapi, biasanya remisi spontan kanker ditunjukkan dengan hilangnya atau mengecilnya tumor dan kanker tanpa tanda-tanda rekurensi (kanker atau tumor muncul kembali) hingga sepuluh tahun kemudian. Suatu kasus penyembuhan kanker bisa disebut sebagai remisi spontan kanker jika memenuhi paling tidak satu dari syarat-syarat berikut ini.

 

  1. Pasien tidak menjalani pengobatan konvensional sama sekali

Beberapa pasien yang didiagnosis dengan kanker di stadium akhir biasanya menolak pengobatan, perawatan, atau pemeriksaan medis karena mereka lebih memilih untuk fokus menjalani hari-hari terakhir dengan penuh makna. Namun, secara tak terduga kanker dan tumor yang tadinya bersarang dalam tubuh mereka menghilang atau mengecil secara signifikan. Sudah banyak rumah sakit dan dokter yang melaporkan kasus langka di mana pasien dinyatakan bersih dari kanker tanpa menjalani pengobatan atau perawatan yang disediakan fasilitas kesehatan.

 

  1. Pasien tidak menjalani pengobatan konvensional secara penuh

Pasien tetap menjalani pengobatan dan perawatan medis, tapi sebelum prosedur selesai atau dijalani secara penuh, pasien tersebut tak lagi memiliki tumor atau sel kanker dalam tubuhnya. Dalam beberapa kasus lainnya, pasien hanya menjalani pengobatan atau perawatan seadanya namun sudah menunjukkan kemajuan yang berarti, bahkan hingga sembuh sepenuhnya.

 

  1. Pasien mengalami kemajuan secara bertahap

Beberapa pasien kanker berhasil menunjukkan kemajuan yang secara medis kemungkinannya sangat kecil atau bahkan tidak mungkin sama sekali. Meskipun pasien tak serta-merta bersih dari kanker, berbagai gejala dan tanda kanker yang diidapnya mulai mereda dan hilang.

 

  1. Pasien memiliki harapan hidup yang panjang

Remisi spontan kanker juga bisa terjadi pada penderita kanker yang berhasil hidup jauh lebih lama dari prognosis atau harapan hidup yang diperkirakan oleh tenaga medis secara ilmiah. Pasien tersebut juga hidup melampaui tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang telah diteliti melalui statistik kesehatan.

 

  1. Remisi karena kombinasi berbagai pengobatan

Banyak juga kasus remisi spontan yang ditemui pada pasien kanker yang mengombinasikan lebih dari satu metode pengobatan atau perawatan. Misalnya, pasien tersebut tetap menjalani biopsi tetapi di saat yang bersamaan menjalani metode pengobatan alternatif.

 

  1. Mukjizat

Untuk kasus-kasus tertentu yang sangat langka, pasien kanker menjalani ritual-ritual keagamaan atau melakukan suatu tindakan spiritual seperti meditasi dan berpuasa hingga dirinya dinyatakan sembuh dari kanker. Kebanyakan dari pasien kanker yang mengalami remisi spontan jenis ini benar-benar memercayai adanya kekuatan di luar kuasa dan pemahaman manusia yang bercampur tangan dalam kesembuhan mereka. Perlu diingat bahwa cara ini bukan metode pengobatan atau perawatan yang direkomendasikan bagi penderita kanker, namun penelitian menunjukkan bahwa hal seperti ini memang pernah terjadi.

 

Bagaimana remisi spontan kanker bisa terjadi ?

Para ahli berlomba-lomba untuk meneliti kasus remisi spontan dan penyebabnya. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban pasti yang bisa menjelaskan mengapa seseorang bisa tiba-tiba sembuh dari kanker. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan para dokter, inilah faktor-faktor yang bisa menjadi pemicu remisi spontan kanker.

  • Sistem kekebalan tubuh (imun) yang membunuh sel-sel kanker
  • Faktor hormon
  • Mutasi genetik (perubahan struktur DNA dan RNA)
  • Tumor berubah menjadi jaringan yang sehat dan normal dalam tubuh
  • Angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru di sekitar tumor) yang terhambat
  • Apoptosis (proses matinya sel-sel yang tidak diperlukan tubuh)
  • Efek plasebo (obat kosong) yang positif
  • Hipnosis

 

Siapa saja yang mungkin sembuh dari kanker ?

Pada kasus-kasus remisi spontan kanker yang pernah terjadi, para ahli menemukan kesamaan yang dimiliki oleh para pasien. Mereka yang sembuh dari kanker secara tak terduga umumnya menjalani perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan positif, memiliki orang-orang terdekat yang selalu mendukung dan mendampingi, mengikuti kegiatan yang bisa meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi stres seperti yoga dan meditasi, dan mau menerima kondisi mereka sebagai suatu pelajaran dan pengalaman yang penuh makna.

 

Remisi Spontan Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Alternatif yang Dapat Meringankan Kanker

Pengobatan Alternatif yang Dapat Meringankan Kanker

Pengobatan Alternatif yang Dapat Meringankan Kanker

Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan bagi sebagian besar masyarakat. Tetapi, karena kemajuan di bidang medis, saat ini tingkat kesembuhan kanker semakin meningkat. Hal ini juga didukung dengan berbagai terapi alternatif yang diberikan untuk membantu mengobati kanker. Lalu, apa saja pengobatan alternatif kanker yang dapat membantu mempercepat penyembuhan penyakitnya? Lalu, apakah pengobatan alternatif kanker ini aman dilakukan berbarengan dengan kemoterapi atau radioterapi?

Secara khusus memberikan tanda asterik pada alternatif ini untuk memberi batasan bahwa pengobatan yang dimaksud adalah pengobatan yang scientific, yang mayoritas dilakukan oleh praktisi yang bergelar Dokter, namun memakai cara pengobatannya belum “diakui” oleh dunia kedokteran konvensional. Pembatasan ini juga tidak dimaksudkan untuk menyatakan bahwa cara alternatif lain tidak cukup baik, namun informasi mengenai ini akan dibuat dalam artikel lain, terutama review mengenai penggunaan herbal dan cara pengobatan dan terapi dari benua Asia.

 

Secara keilmuan, maka hampir semua konsep pengobatan alternatif yang baik, didasarkan atas 3 macam terapi yang dirangkaikan sebagai berikut:

  1. Terapi untuk melindungi sel yang sehat dari serangan sel kanker.

Ini dilakukan dengan memberi nutrisi yang berlimpah pada sel yang sehat dengan cara mengubah diet dan meningkatkan alkaline dan menurunkan keasaman tubuh. Umumnya penderita diubah cara makannya menjadi vegetarian atau hampir vegetarian dengan beberapa pengecualian. Terapi yang terkenal dalam konsep ini adalah Gerson Therapy dan Budwig Protocol, Cellect Budwig atau beberapa terapi lainnya.

 

  1. Terapi untuk membunuh sel kanker dan menghentikan penyebarannya.

Banyak cara yang tersedia untuk melakukannya, misalkan dengan membuat badan menjadi alkaline seperti diatas agar kanker tidak dapat hidup, yang dilakukan dengan menambahkan sejumlah supplement tertentu untuk menaikkan alkalinitas badan dengan cepat. Cara lain adalah dengan menaikkan temperatur badan pasien agar sel kanker mati [Hyperthermia Therapy atau Fever Therapy], memaksimalkan oxygen didalam badan [Ozon Therapy atau Peroxide Therapy], Magnetic Field Therapy, Electromedicine Therapy, Intravenus Vit-C dan beberapa cara lainnya yang efektif membunuh sel kanker atau merubahnya menjadi sel normal.

 

  1. Terapi untuk meningkatkan daya kekebalan tubuh.

Terapi Ketiga adalah untuk meningkatkan daya kekebalan tubuh agar pada jangka waktu lama atau secara permanen, tidak akan terjadi remisi kanker. Ini dilakukan dengan Homeophaty therapy, detoxification, nutritional theraphy, Enzyme therapy, psychological therapy, spiritual support dll.

 

Macam-macam Pengobatan Alternatif yang Dapat Meringankan Kanker

Sebenarnya, pengobatan alternatif kanker saja tidak dapat membuat sel kanker mati atau menghambat pertumbuhannya. Namun, terapi dampingan ini lebih ditujukan untuk membuat pasien menjadi lebih nyaman, kuat, dan aman ketika mengalami pengobatan.

Selain itu, pengobatan alternatif yang dapat meringankan kanker ini juga dianggap dapat mengurangi gejala dan efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan medis sehingga terapi yang dilakukan dapat berjalan lancar dan lebih cepat. Apa saja pengobatan alternatif yang dapat meringankan kanker?

 

  1. Yoga

Yoga adalah jenis olahraga yang dianggap aman untuk dilakukan oleh pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan kanker. Olahraga ini melatih pernapasan dan membantu melenturkan tubuh sehingga tak membuat pasien kanker kelelahan, justru membuat rileks serta nyaman.

Beberapa penelitian sudah membuktikan kalau pengobatan alternatif yang dapat meringankan kanker pada pasien adalah yang melakukan yoga dengan rutin selama menjalani pengobatan utamanya lebih merasa rileks dan tidak terlalu banyak mengalami efek samping pengobatan.

 

  1. Akupunktur

Pengobatan alternatif yang dapat meringankan kanker yang berasal dari negeri bambu ini sekarang telah menjadi terapi tambahan yang dianjurkan bagi penderita kanker. Dalam berbagai penelitian telah dibuktikan bila memang akupunktur dapat meringankan gejala yang timbul akibat pengobatan kanker, seperti mual, muntah, mulut kering, kelelahan, dan depresi.

Selain itu, akupunktur juga terbukti dapat meningkatkan nafsu makan dan mencegah seseorang kehilangan berat badan yang berlebihan yang sering terjadi ketika seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi. Jika Anda ingin melakukan pengobatan alternatif yang dapat meringankan kanker ini, maka cari lah ahli terapi akupunktur yang telah memiliki lisensi atau bersertifikat.

 

  1. Akupresur

Hampir mirip dengan akupunktur, namun tak menggunakan jarum, akupresur dianggap sebagai pengobatan alternatif yang dapat meringankan kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 100 orang pasien kanker yang diberikan terapi akupresur selama kemoterapi berlangsung menyatakan bahwa terapi ini cukup efektif untuk mencegah maupun meringankan rasa mual.

 

  1. Pijat

Pijat juga dapat menjadi pilihan Anda untuk membuat diri rileks, nyaman, dan tentunya mampu mengurangi menjadi pengobatan alternatif yang dapat meringankan kanker. Bahkan metode ini cukup aman dilakukan bagi orang yang memiliki kanker stadium lanjut.

Tetapi, hati-hati dengan beberapa bagian tertentu. Bagi Anda yang memiliki jenis kanker padat, hindari pijatan pada bagian tubuh yang terkena kanker tersebut. Pijatan dapat memicu kanker padat tumbuh menjadi lebih besar. Jika Anda sedang menjalani radiasi, maka Anda juga harus menghindari pijatan bagian-bagian yang terkena sinar radiasi, sebab biasanya bagian kulit di sekitar tubuh tersebut lebih sensitif.

 

  1. Aromaterapi

Minyak aromaterapi dapat Anda gunakan untuk membuat diri Anda nyaman dan rileks selama pengobatan kanker berlangsung. Pilihlah minyak esensial seperti peppermint atau eucalyptus, yang memiliki aroma kuat, namun menenangkan. Anda dapat mengusapkannya pada beberapa bagian permukaan kulit Anda atau juga bisa Anda gunakan sebagai campuran air rendaman Anda.

 

pengobatan alternatif yang dapat meringankan kanker yang telah disebutkan di atas tidak 100 % ampuh untuk meringankan penyakit kanker, tapi setidaknya pengobatan tersebut dapat menciptakan tubuh menjadi lebih rilex. Tak berarti bahwa dengan pengobatan ini cukup untuk mengobati penyakit kanker yang Anda derita, saran terbaik ialah kunjungi dokter terpercaya atau terdekat Anda. Terima kasih..

 

 

Pengobatan Alternatif yang Dapat Meringankan Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Medis

Pengobatan Kanker Medis

Pengobatan Kanker Medis

Pengobatan kanker medis sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa puluh tahun yang lalu, namun sampai saat ini belum terdapat pengobatan yang dapat menyembuhkan secara tuntas. Karena putus asa, bahkan banyak orang mencoba berbagai terapi alternatif yang diklaim dapat menyembuhkan.

Pada prinsipnya pengobatan kanker medis yang ada saat ini adalah menyembuhkan secara lokal di daerah tempat tumbuhnya (Local Control) dan berupaya agar tak menyebar ke tempat lain. Tidak ada obat yang bisa membunuh semua sel kanker. Sampai saat ini masih diteliti.

 

Kesulitan terapi terhadap kanker adalah karena sel kanker berasal dari sel tubuh sendiri yang berubah sifat menjadi tidak terkontrol pertumbuhannya. Sehingga setiap pengobatan yang ditujukan kepada sel kanker akan berpengaruh terhadap sel tubuh normal. Kesulitan lainnya, daya ikat antar sel (kohesi) yang rapuh sehingga sel kanker dapat dengan mudah terlepas karena tekanan yang ringan atau dapat pula melepaskan diri secara spontan.

 

Selain itu pada dinding sel terdapat enzim protease yang dapat mencerna protein sehingga sel kanker dapat dengan mudah menyelusup di antara jaringan tubuh di sekitarnya, bahkan dapat masuk ke pembuluh limfe atau pembuluh darah sehingga menyebar ke organ lain.

Namun demikian pengobatan terhadap kanker terus berkembang dan dibuktikan bahwa bila pengobatan dilakukan dengan tepat dan pada stadium dini, maka penyakit kanker dapat dikontrol sehingga penderita kanker dapat hidup normal dan meninggal karena akibat lain dan bukan karena kankernya.

  1. Terapi Operatif (terapi lokal)

Terapi lokal dapat terbagi menjadi 2 kelompok. Pertama adalah terapi operatif dan terapi non operatif. Satu-satunya terapi yang dapat mengangkat tumor secara lengkap dengan daerah infiltrasinya hanyalah operasi. Tidak ada tindakan lain yang dapat mengangkat tumor secara lengkap selain operasi.

Namun operasi hanya berhasil baik bila kanker dapat diangkat secara utuh beserta daerah penyebaran lokalnya, karena itu penting untuk menentukan apakah kasusnya masih ‘operable’ atau tidak. Oleh karena itu seorang pasien seharusnya merasa senang bila akan di operasi karena itu menandakan penyakit kankernya masih dapat dikontrol secara lokal dan belum menyebar jauh. Bila terapi bedah dilakukan secara baik dan dilakukan oleh seorang yang mengerti benar mengenai pertumbuhan kanker serta pada saat yang dini, maka secara lokal kanker itu dapat disembuhkan.

 

  1. Terapi Radiasi (terapi lokal)

Terapi lokal lain adalah terapi radiasi. Radioterapi menggunakan sinar pengion sehingga sel kanker dapat dihancurkan. Sayangnya, dengan pengobatan kanker medis ini tak dapat menghancurkan seluruh sel kanker karena mengikuti kaidah ‘log cell kill’, sehingga membunuh secara logaritmik yang mengakibatkan selalu ada sel kanker yang tersisa.

Tingkat kedalaman radiasi pun terbatas sehingga untuk kanker dengan ukuran besar radiasi tak akan dapat bermanfaat baik. Saat ini berkembang radiasi dengan alat khusus seperti ‘linear accelerated’ dengan daya tembus yang lebih dalam dan tidak terlalu menyebar sinarnya, sehingga daerah yang diradiasi akan lebih tepat.

 

  1. Kemoterapi (terapi sistemik)

Terapi sistemik adalah terapi melalui infus sehingga obat dapat masuk ke seluruh sistem di tubuh. Kemoterapi termasuk terapi sistemik yang paling sering digunakan. Kemoterapi dapat bersifat sebagai pelengkap (Adjuvant) terhadap operasi sehingga operasi akan mengontrol secara lokal, sedangkan kemoterapi mengontrol sel-sel kanker yang sudah menyebar ke tempat lain. Kemoterapi dapat juga bersifat sebagai terapi utama yaitu bila kanker sudah menyebar dan secara lokal pun sudah tidak dapat di operasi lagi.

Saat ini berkembang cara kemoterapi yang disebut ‘Neo Adjuvant’. Dengan pengobatan kanker medis ini kemoterapi sebagian diberikan sebelum operasi (biasanya 3 siklus) dengan tujuan mengecilkan kanker yang besar sehingga operasi dapat dilakukan dengan baik yaitu mengengkat seluruh tumor beserta infiltrasi lokalnya. Sisanya 3 siklus lagi diberikan setelah operasi. Kemoterapi dapat pula diberikan secara paliatif dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan bukan dengan tujuan menyembuhkan. Ketidaknyamanannya adalah efek samping yang cukup berat.

 

  1. Terapi hormonal (terapi sistemik)

Pada kanker yang sensitif terhadap hormon seperti kanker prostat dan kanker payudara, maka bila terdapat reseptor hormonal yang positif dapat dilakukan terapi hormonal. Pengobatan kanker medis adalah dengan memberikan tablet atau suntikan anti-hormon sehingga tercipta suasana tubuh yang tidak nyaman untuk pertumbuhan sel kankernya. Terapi hormonal biasa diberikan sebagai adjuvant namun pada keadaan lanjut dapat diberikan secara paliatif.

 

  1. Imunoterapi (terapi sistemik)

Terapi lain secara sistemik adalah imunoterapi, yaitu dengan menyerang sel kanker melalui sistem imun. Cara ini cukup efektif dan dengan efek samping yang ringan namun hanya secara spesifik menyerang ‘sekelompok’ sel kanker sehingga tidak semua sel kanker dapat dihancurkan.

Selain itu, cara ini membutuhkan biaya besar. Dengan pengobatan kanker ini berbagai upaya yang dikembangkan antara lain menyerang sistem yang mengatur pertumbuhan sel kanker atau dengan menghambat sistem aliran darah terhadap sel kanker. Dengan demikian kelompok sel kanker yang mempunyai tanda tertentu (‘marker’ atau ‘receptor’) dapat dijadikan target pengobatan kanker medis dengan cara ini.

 

  1. Trans Arterial Chemo Embolisasi (TACE)

Cara ini menggunakan kemoterapi juga namun biasanya obat kemoterapi diinfuskan ke pembuluh vena sehingga mengikuti aliran ke seluruh tubuh. Dengan cara TACE ini kemoterapi disuntikkan ke pembuluh darah arteri sehingga efeknya terjadi lokal dan dosis pun dapat dikurangi.

Kekurangan cara ini adalah apabila pembuluh arterinya banyak maka akan kurang efektif. Cara ini efektif pada organ dengan mempunyai pembuluh arteri utama sedikit sehingga efek terhadap organ tersebut dapat maksimal dengan efek samping minimal, seperti liver (hati).

 

  1. Cryosurgery

Cara ini menggunakan alat yang dapat menurunkan temperatur setempat pada daerah yang dituju sehingga sel-sel menjadi rusak. Dapat dilakukan pada tumor besar sehingga tidak memerlukan operasi namun dengan tujuan paliatif sehingga hanya untuk mengecilkan massa tumor saja dan bukan untuk menyembuhkan.

 

Dengan cara ini tidak dapat ditentukan apakah batas-batasnya sudah bebas tumor atau belum, sehingga sangat berbeda dengan operasi di mana dapat memeriksa batas-batas operasi untuk meyakinkan bahwa tepi sayatan sudah bebas tumor atau belum.

 

Pengobatan Kanker Medis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Prosedur Tumbuhnya Kanker

Prosedur Tumbuhnya Kanker

Prosedur Tumbuhnya Kanker

Penyakit yang mungkin paling ditakuti banyak orang adalah kanker. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Mulai dari balita hingga lanjut usia, wanita maupun laki-laki, bahkan mereka yang gaya hidupnya cukup sehat. Seperti yang disampaikan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam situs resminya, Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) yang dilakukan tahun 2013 mencatat prevalensi tumor dan kanker di Indonesia mencapai 1,4 di setiap 1.000 penduduk. Ini berarti ada kira-kira 330.000 orang yang didiagnosis dengan tumor atau kanker setiap tahunnya. Maka, pemahaman tentang kanker dan prosedur tumbuhnya kanker harus digalakkan.

Kanker adalah nama untuk beberapa jenis penyakit serupa. Kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Maka, ada banyak sekali jenis kanker yang ditemui pada manusia. Misalnya, leukimia, kanker tulang, kanker payudara, kanker kulit, kanker rahim, kanker paru-paru, dan kanker prostat.

 

Benarkah Semua Orang Punya Sel Kanker?

Mungkin Anda pernah mendengar informasi bahwa setiap orang sebenarnya memiliki sel kanker dalam tubuh. Masalahnya hanya apakah sel tersebut akan tumbuh dan hidup menjadi kanker yang menyerang organ tubuh tertentu. Tunggu dulu, jangan mudah percaya berita ini karena faktanya sel kanker tidak hidup dalam tubuh setiap manusia. Kenyataannya, setiap orang memang memiliki sel dengan DNA yang rusak, tapi tubuh memiliki sistem otomatis yang akan membunuh sel-sel yang rusak ini sebelum berkembang menjadi sel kanker. Bahkan dalam beberapa kasus, sel yang rusak ini tidak akan tumbuh jadi kanker dalam tubuh. Jadi dalam keadaan normal, tubuh manusia bersih dari sel kanker.

 

Perubahan Sel Dalam Tubuh

Tubuh manusia menampung triliunan sel yang tersebar ke setiap organ dan bagian. Sel-sel ini akan terus berkembang dan berlipat ganda menjadi sel-sel yang baru, mengikuti pertumbuhan dan kebutuhan manusianya. Sementara sel-sel yang sudah terlalu tua, tidak sehat, dan tidak berfungsi lagi akan mati secara alamiah.

Tubuh manusia memiliki sistem pusat tersendiri yang mampu mengatur berapa jumlah sel yang diperlukan tubuh dan sel-sel mana yang sudah tidak sehat. Sistem inilah yang akan memberi perintah bagi sel untuk membelah diri dan bertambah banyak atau untuk mematikan diri.

Sel kanker bisa lahir jika ada kesalahan pada sistem sehingga sel yang rusak tidak mati dengan sendirinya. Sel tersebut justru terus membelah diri hingga jumlahnya sudah tak bisa dikendalikan lagi. Perubahan inilah yang bisa memicu munculnya prosedur tumbuhnya kanker.

 

Tumbuhnya Kanker Dalam Sel Tubuh

Dalam sel yang sehat terdapat nukleus yang berfungsi sebagai sistem pusat. Nukleus sendiri menampung kromosom yang terbentuk dari rangkaian DNA. Di dalam DNA, terkandung ribuan gen yang akan memberi instruksi pada sel untuk menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup. Maka nukleus yang menjadi rumah bagi ribuan gen ini akan menentukan jenis sel apa yang dibutuhkan organ tubuh tertentu, kapan sel perlu membelah diri, dan sel mana yang harus mati dan digantikan.

Sayangnya, prosedur tumbuhnya kanker ini tidak selalu berjalan dengan sempurna. Ketika sel melakukan pembelahan diri, ada risiko sel baru yang lahir dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau digandakan terlalu banyak. Perubahan struktur gen dalam sel ini disebut sebagai mutasi gen. Ketika mutasi gen terjadi, sel sudah tidak bisa lagi menerima perintah dan instruksi dari sistem pusat sehingga sel ini akan tumbuh di luar kendali dan menghasilkan protein yang tidak normal. Kelainan pada protein yang diproduksi akan semakin memicu pembelahan sel-sel baru dengan gen yang tidak sempurna. Pada kasus lain, protein yang dibutuhkan untuk menghentikan kelahiran sel baru justru tidak diproduksi sama sekali.

Biasanya, mutasi gen yang berbeda-beda dan yang telah terjadi lebih dari lima kali baru akan berpotensi tumbuh menjadi sel kanker. Prosedur tumbuhnya kanker bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh Anda dipindai.

Namun, pada kasus kanker anak kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau sejak lahir. Mereka memang memiliki gen bawaan yang rusak dalam sel tubuh sehingga prosedur tumbuhnya kanker tidak membutuhkan waktu yang lama.

 

Penyebaran Kanker

Sel utama yang mengalami kerusakan gen dan tumbuh jadi kanker ini biasanya hanya menyerang satu organ atau jaringan tubuh di mana sel ini hidup. Namun, jika tidak dikendalikan sel kanker bisa menyebar dan menyerang organ atau jaringan tubuh lain lewat darah atau kelenjar getah bening. Prosedur tumbuhnya kanker ini disebut sebagai metastasis kanker.

Itulah sedikit informasi mengenai prosedur tumbuhnya kanker, karena kanker bisa terjadi pada siapa saja maka jika terdapat gejala yang Anda curigai sebagai sel kanker, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat atau terpercaya Anda. Terima kasih..

 

 

Prosedur Tumbuhnya Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Stress Pada Penderita Kanker

Bahaya Stress Pada Penderita Kanker

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga menyebabkan kematian. Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah untuk semua jenis tumor ganas.

Bahaya Stress Pada Penderita Kanker

Kanker dapat menyerang siapa saja, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua golongan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun. Sebelum kanker meluas atau merusak jaringan disekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Stress berat dapat muncul saat seseorang mengalami penyakit kronis seperti tumor ataupun kanker. Bahaya stress kronis pada tubuh memengaruhi kinerja sistem imun tubuh, khususnya dalam mekanisme untuk mencegah pertumbuhan sel tumor dan kanker. Stress yang tidak tertangani juga memicu perilaku berisiko seperti konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, tidak aktif bergerak, dan merokok yang hanya akan meningkatkan risiko dan perkembangan terjadinya kanker. Apa saja bahaya stress pada penderita kanker?

 

  1. Memicu perkembangan kanker lebih cepat

Kondisi stress dan terjadinya kanker merupakan suatu hubungan tidak langsung yang dipengaruhi oleh banyak faktor, namun terdapat beberapa cara bahaya stress pada penderita kanker sangat berpengaruh, diantaranya: Dalam mencegah terjadinya kanker, sistem imun berperan dalam mencegah perkembangan sel abnormal untuk menjadi tumor dan kanker akibat paparan agen kanker yang berasal dari makanan, udara, dan air.

Stress menurunkan kemampuan sistem imun untuk merespon sel tumor dan menghambat proses perbaikan DNA sehingga proses perkembangan tumor untuk menjadi kanker terjadi lebih cepat. Selain itu, perkembangan menjadi kanker juga menjadi lebih cepat jika seseorang memiliki pola hidup yang tidak sehat akibat stress.

Studi percobaan pada tikus menunjukan bahwa kanker yang tertanam pada tikus yang terisolasi berkembang lebih cepat dibandingkan pada tikus yang tidak terisolasi dari kelompoknya. Secara spesifik, hormon norepinephrine yang dihasilkan akibat stress kronis diduga adalah penyebab utama perkembangan dan sel kanker.

 

  1. Mempercepat penyebaran sel kanker

Selain pertumbuhan, penyebaran sel abnormal merupakan faktor penting dalam perkembangan penyakit kanker. Satu studi eksperimen terbaru menunjukan bahaya stress pada penderita kanker menyebabkan penyebaran sel dari tumor ataupun kanker tidak hanya melalui sistem sirkulasi primer atau aliran darah namun juga dapat melalui sistem sirkulasi sekunder atau sistem limfatik.

Sistem limfatik itu sendiri merupakan bagian dari sistem yang imun yang berfungsi mengaliran cairan dari kelenjar limfa ke jaringan sekitarnya. Stress membantu sel kanker membuat saluran mandiri dari dan menuju kelenjar limfa dan dapat bergerak dengan cepat melalui saluran limfatik. Peneliti juga berpendapat hal tersebut merupakan mekanisme yang penting dalam memahami terjadinya metastasis kanker dan menghambat sinyal dan respon stress merupakan hal penting dalam pengobatan kanker.

 

  1. Mengganggu pengobatan kanker

Suatu metode pengobatan kanker memerlukan kondisi tubuh yang baik agar dapat merespon pengebotan dengan optimal. Sebaliknya pengobatan kanker tidak dapat memberikan pengaruh positif jika penderita kanker mengalami stress. Hal ini ditunjukan dengan suatu studi percobaan tikus yang mengalami tumor prostat dimana efek dari pengobatan untuk menghambat pertumbuhan tumor hanya terjadi saat tikus tidak mengalami stress, sebaliknya saat stress pengobatan tidak dapat menghambat perkembangan tumor.

 

  1. Meningkatkan risiko kematian

Perkembangan tumor dan kanker akibat stress dapat menurunkan peluang penderita kanker untuk sembuh dan bertahan hidup. Meski hal ini juga dipengaruhi hal lainnya, namun bahaya stress pada penderita kanker dapat menyebabkan perasaan keputusasaan sehingga penderita enggan mencari pengobatan yang ia butuhkan. Hal ini merupakan salah satu bahaya stress pada penderita kanker yang paling berisiko terhadap penyakit kanker, karena dengan melakukan pengobatan dan perbaikan gaya hidup peluang kematian dini akibat kanker masih dapat dicegah.

 

Banyak cara yang dapat kita lakukan agar terhindar dari stress yang bisa menjerumuskan ke penyakit yang lebih berbahaya, maka dari itu langkah yang tepat ialah mencegahnya sebelum terlambat. Semoga bermanfaat

 

 

Bahaya Stress Pada Penderita Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Menghadapi Penyakit Kanker

Cara Menghadapi Penyakit Kanker

Cara Menghadapi Penyakit Kanker

Dalam perjalanan Anda melawan kanker, Anda mungkin akan menghadapi tantangan yang nampaknya merupakan tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi sejauh ini. Lain orang mungkin memiliki respons yang lain pula dalam menghadapi tantangan ini, dan semuanya adalah reaksi yang alami. Kami berharap untuk dapat membantu saat Anda menjalani pengobatan dan rehabilitasi. Berikut adalah beberapa cara menghadapi penyakit kanker sebagai refensi Anda :

 

  1. Dapatkan informasi yang akurat

Cara menghadapi penyakit kanker yang pertama yaitu dengan mendapatkan pengetahuan yang berdasarkan fakta, ketegangan akibat dugaan dan ketakutan yang timbul dari informasi yang tidak diketahui atau tidak akurat akan berkurang. Meskipun mungkin terdapat ketidakpastian di tahap diagnosis awal, cobalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi yang praktis dan relevan tentang diagnosis kanker Anda. Akan membantu jika Anda ditemani seorang teman atau anggota keluarga tepercaya saat berkonsultasi pertama kali dengan dokter Anda karena mereka dapat membantu Anda memproses informasi yang disampaikan. Catat terlebih dahulu pertanyaan dan kekhawatiran Anda dan bawalah catatan tersebut.

 

  1. Jaga komunikasi yang terbuka

Cara menghadapi penyakit kanker kedua yaitu berkomitmenlah untuk membuka dialog dengan orang-orang yang Anda cintai, dokter, dan pengasuh setelah terdiagnosis terkena kanker. Jika orang-orang mencoba untuk melindungi Anda dari berita buruk atau jika Anda mencoba untuk bersikap berani, Anda mungkin akan merasa sangat sendirian dan tak memiliki hubungan. Cara menghadapi penyakit kanker dengan mengekspresikan emosi secara jujur, Anda dan orang yang Anda cintai mendapat kebebasan untuk menjadi rentan dan menerima dukungan dari satu sama lain.

 

  1. Biarkan orang yang Anda cintai membantu

Bersikaplah terbuka untuk menerima cinta dan bantuan praktis dari teman dan keluarga Anda juga merupakan salah satu cara menghadapi penyakit kanker. Mereka dapat membantu melakukan pekerjaan rumah tangga, menjalankan tugas, mengantar Anda ke dan dari tempat janji bertemu, serta menyiapkan makanan. ara menghadapi penyakit kanker dengan menerima bantuan mereka, mereka akan merasa diberdayakan untuk berkontribusi bagi kesehatan Anda di saat-saat yang sulit, yang menumbuhkan rasa saling mendukung dan solidaritas. Anda juga dapat mendorong keluarga Anda menerima bantuan praktis, seperti melibatkan teman untuk mengantar atau mengasuh anak-anak Anda.

Diagnosis kanker mempengaruhi seluruh keluarga dan menambah stres, khususnya pada pengasuh utama; dengan menerima bantuan dari orang lain, pasien akan sangat membantu dalam mencegah kelelahan pengasuh.

 

  1. Berbicaralah tentang kanker dengan orang lain

Mungkin menurut Anda orang-orang yang belum pernah menderita kanker tidak akan pernah benar-benar memahami perasaan Anda. Banyak pasien merasa bahwa berbicara dengan sesama pasien kanker atau orang-orang yang berhasil sembuh akan sangat membantu dan inspiratif. Cara menghadapi penyakit kanker dengan perbincangan ini dapat memberikan wawasan tentang hal yang dapat Anda harapkan selama pengobatan dan memungkinkan Anda berempati juga pada orang lain.

 

  1. Evaluasi kembali tujuan hidup Anda

Diagnosis kanker mungkin akan membuat kita merenungkan makna kehidupan. Ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan apa dan siapa yang benar-benar Anda hargai dalam hidup Anda. Cara menghadapi penyakit kanker selanjutnya yaitu gunakan waktu untuk melakukan aktivitas yang membuat Anda senang dan puas. Aktivitas ini tidak perlu ambisius; beberapa orang mendapat kesenangan dengan bermain piano, mendengarkan musik, atau melukis. Yang lain dapat terhibur dengan berdoa, membaca buku rohani, atau menulis autobiografi. Biarkan diri Anda mengembangkan keterbukaan baru dengan orang-orang tercinta berbagi pikiran dan perasaan Anda dengan mereka, dan mengajak mereka untuk melakukan hal yang sama. Dialog terbuka dapat mengurangi kecemasan dan ketakutan karena kanker. Jika perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan konselor atau terapis untuk memfasilitasi dialog ini.

 

  1. Siapkan diri Anda untuk menghadapi kemungkinan perubahan fisik

Sekarang setelah terdiagnosis kanker dan sebelum memulai pengobatan adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan perubahan fisik Anda yang akan dating. Cara menghadapi penyakit kanker yang tepat yakni bicaralah dengan dokter Anda tentang perubahan yang harus Anda antisipasi.

Misalnya, apakah kerontokan rambut merupakan efek samping yang telah diketahui, hadirilah seminar praktis, seperti “Terlihat Segar, Merasa Lebih Baik”, di mana para ahli memberikan saran untuk menggunakan rambut palsu, aksesori rambut, merawat kulit, berdandan, dan berpakaian bagus. Juga ada kelompok dukungan dan situs web di mana informasi, dukungan, dan bahkan bank rambut palsu siap tersedia.

 

  1. Berusahalah mempertahankan gaya hidup Anda seperti biasa

Saat dihadapkan dengan ketidakpastian, merencanakan perubahan gaya hidup yang signifikan mungkin nampaknya berlebihan; maka Anda didorong untuk melakukan langkah-langkah kecil. Cara menghadapi penyakit kanker jika Anda menghadapinya yaitu sebisa mungkin upayakan untuk mempertahankan gaya hidup Anda seperti biasa, yang lambat laun akan mengubah rutinitas Anda jika perlu. Cara menghadapi penyakit kanker ini akan membantu Anda menjadi lembut dan sabar terhadap diri sendiri dan pengasuh Anda; terapkan filosofi baru untuk hidup pada saat ini, dan majulah sehari demi sehari. 

 

  1. Pertahankan gaya hidup sehat

Makan sehat dan memulai berolahraga ringan dapat membantu meningkatkan tingkat energi. Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi atau merencanakan diet sehat yang terdiri atas makanan segar/organik, dan menghindari perasa dan pengawet buatan.

Berjalan-jalan setelah makan malam, melakukan olahraga peregangan, dan beristirahat yang cukup dapat membantu Anda mengatasi rasa lelah. Riset terkini mendukung klaim bahwa orang-orang yang berolahraga fisik selama pengobatan dapat menghadapi penyakit ini dengan lebih baik dan juga dapat bertahan hidup lebih lama cara tersebut juga merupakan salah satu cara menghadapi penyakit kanker.

 

  1. Atasi stigma

Sangat disayangkan bahwa stigma dan stereotip lama tentang kanker masih ada saat ini. Teman-teman Anda mungkin keliru mengira bahwa kanker menular atau bahkan menarik diri dari Anda. Banyak orang yang akan memberikan saran tanpa diminta, mengajukan pertanyaan yang sensitif, dan menyuarakan kekhawatiran mereka. Hal ini mungkin membuat frustrasi atau bahkan sering kali menyakitkan.

Akan sangat membantu jika Anda memutuskan pendekatan yang digunakan dalam menghadapi perilaku orang lain saat berinteraksi dengan Anda. Kebanyakan orang sering kali mengambil isyarat dari respons Anda. Cara menghadapi penyakit kanker Anda dapat memutuskan untuk mengingatkan teman Anda bahwa meski kanker telah menjadi bagian yang menakutkan dari hidup Anda, hal itu tidak perlu dijadikan alasan untuk menghindari Anda. Bahkan Anda dapat memutuskan untuk menjaga jarak dengan sekelompok teman tertentu.

 

Anda dapat membicarakan kekhawatiran Anda dengan dokter atau perawat Anda untuk memahami kondisi Anda dengan lebih baik lagi. Jika Anda menyadari bahwa Anda merasa kewalahan atau sulit mengatur kehidupan sehari-hari, Anda dapat berkonsultasi dengan konselor untuk mendapat dukungan. Konselor akan membimbing Anda melalui berbagai cara menghadapi penyakit kanker agar dapat memproses dan mengatur perasaan Anda dengan lebih baik lagi, dengan harapan bahwa Anda akan dapat dengan lancar menyesuaikan gaya hidup Anda dengan pengobatan. Memang dibutuhkan keberanian, harapan, dan dukungan untuk mengatasi fase ini; dan hal ini mungkin dan dapat dilakukan.

 

 

Cara Menghadapi Penyakit Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment