Langkah Pencegahan Kanker Mata

Langkah Pencegahan Kanker Mata

Langkah Pencegahan Kanker Mata

Langkah Pencegahan Kanker Mata – Kanker mata sebetulnya dapat dicegah oleh diri kita sendiri. Beragam upaya dapat dilakukan supaya kanker mata tidak menjadi berkembang dan menggerogoti kita. Di bawah ini langkah-langkah mudah yang bisa coba dipraktikkan supaya menurunkan risiko sakit dan kanker mata :

 

  1. Menggunakan kacamata

Langkah Pencegahan Kanker Mata yang pertama yaitu dengan menggunakan kacamata. Karena paparan sinar ultraviolet meningkatkan risiko terkena kanker mata, maka melindungi mata adalah hal terbaik yang bisa dilakukan demi memberikan perlindungan pada mata. Kacamata hitam atau kacamata anti debu adalah yang paling pas untuk dikenakan ketika berkegiatan di luar ruangan dan matahari tengah terik-teriknya. Ingat bahwa polusi pun tak bisa disepelekan karena mata dapat dengan mudah teriritasi akibat kemasukan debu saat kita berada di jalan.

Khusus bagi kebanyakan orang yang mengendarai sepeda motor atau sepeda di mana wajah gampang terekspos sinar matahari dan debu, kacamata normal (yang bukan untuk rabun dekat maupun jauh) juga boleh digunakan demi menjadi penghalang debu masuk ke mata. Kanker mata dapat terjadi ketika mata sering kena iritasi oleh debu yang menumpuk di dalam mata juga, jadi lindungi sebaik mungkin.

 

  1. Tidak mengenakan lensa kontak dalam waktu lama

Langkah Pencegahan Kanker Mata kedua yaitu untuk Langkah Pencegahan Kanker Matatidak mengenakan lensa kontak dalam waktu yang lama. Seperti yang telah diulas sebelumnya, pemakaian lensa kontak jangka panjang cukup membahayakan kondisi mata. Jadi sebaiknya jika tidak penting, hindari pemakaian lensa kontak apalagi penggunaan dalam waktu yang lama. Mata membutuhkan istirahat dan udara segar. Lensa kontak pun meningkatkan potensi iritasi pada mata, maka sebelum iritasi terjadi lebih baik batasi penggunaan atau kalau bisa tidak menggunakannya sama sekali. Kacamata masih lebih aman meski terkesan kurang modis atau trendi.  – Langkah Pencegahan Kanker Mata

 

  1. Melakukan deteksi dini kanker mata

Untuk mengetahui kondisi kesehatan mata kita, kita perlu melakukan Langkah Pencegahan Kanker Mata yaitu dengan melakukan pendeteksian dengan cara datang ke dokter mata lalu melakukan serangkaian metode diagnosa. Apabila sudah ada gejala kanker mata yang dicurigai, cobalah untuk konsultasikan dengan dokter. Rangkaian tes pemeriksaan biasanya bakal meliputi CT Fundus setelah tes laboratorium, dan tes CT Fundus ini akan dilakukan di bagian kepala pasien setelah kanker mata memang terdeteksi.   – Langkah Pencegahan Kanker Mata

 

  1. Menjaga pola makan

Langkah Pencegahan Kanker Mata yang terbaik yaitu dengan menjaga pola makan. Mengonsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang tak hanya akan menjauhkan kita dari kanker semacam kanker paru-paru atau kanker payudara, kanker mata pun juga bisa dihindari. Banyak-banyaklah mengonsumsi wortel di mana kandungan vitamin A-nya cukup tinggi dan bagus untuk meningkatkan kesehatan mata. Vitamin dan seratnya begitu banyak di dalam sayur-sayuran dan buah, jadi biasakan menjalani pola hidup sehat seperti ini daripada mengonsumsi makanan-makanan yang tak bergizi.

 

  1. Menjaga kebersihan

Langkah Pencegahan Kanker Mata yang terakhir adalah dengan menjaga kebersihan. Pola hidup yang bersih akan melindungi kita juga dari segala penyakit. Salah satu cara mencegah agar kanker mata tak menyerang adalah menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan secara lebih rajin. Ini dikarenakan kita sering menggunakan tangan untuk menyentuh dan mengucek mata di mana biasanya tangan kita tanpa disadari sedang penuh dengan kuman. Iritasi mata dapat terjadi ketika kuman yang ada di tangan berpindah ke mata.

 

Demikian sejumlah Langkah Pencegahan Kanker Mata yang wajib untuk kita lakukan agar dapat menurunkan resiko terkena kanker. Beberapa Langkah Pencegahan Kanker Mata pun telah dibagikan kali ini, jadi semoga berguna untuk menjauhkan diri kita dari penyakit tersebut.

Langkah Pencegahan Kanker Mata

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Mata Melanoma

Kanker Mata Melanoma

Kanker Mata Melanoma

Melanoma terjadi pada sel yang memproduksi melanin pigmen yang memberi warna pada kulit. Mata anda juga memiliki sel yang memproduksi melanin dan dapat menjadi melanoma. Kanker Mata Melanoma yang terletak di mata diistilahkan dengan kanker mata primer. Melanoma meskipun langka terjadi adalah kanker mata yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Jika melanoma mata dimulai di bagian tubuh lain seperti paru-paru atau payudara dan kemudian menyebar ke mata, disebut kanker mata sekunder.

 

Gejala Kanker Mata Melanoma

Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apapun ketika mengalami melanoma mata. Akan tetapi pada kasus yang lain dapat mengalami tanda dan gejala antara lain:

  • Timbulnya titik gelap pada iris mata
  • Sensasi silau pada mata
  • Penglihatan kabur pada salah satu mata
  • Hilangnya kemampuan penglihatan di bagian sisi (peripheral)
  • Timbul sensasi berlekuk pada penglihatan

 

Penyebab Kanker Mata Melanoma

Penyebab pasti Kanker Mata Melanoma tidak diketahui. Ilmuan meyakini bahwa DNA memainkan peran yang menyebabkan sel menjadi kanker. Mutasi DNA dapat menyebabkan sel tidak berfungsi secara normal, dan dapat menimbulkan kanker. Terkadang mutasi ini menurun dalam keluarga, tetapi hal ini juga dapat hilang dengan sendirinya.

Meskipun para ilmuan menemukan hubungan antara kanker dan perubahan genetik tertentu, mereka belum menemukan alasan tepat mengapa perubahan ini terjadi. Melanoma paling banyak terjadi pada uvea. Uvea adalah lapisan pada mata yang berada di antara lapisan sklera dan retina dan terdiri dari iris, badan siliar dan koroid. Uvea mengandung banyak pembuluh darah yang berperan dalam memberikan nutrisi ke mata. Melanoma mata dapat terjadi di bagian depan uvea (iris dan sklera) atau di bagian belakang uvea (koroid). Melanoma mata juga bisa terjadi pada lapisan terluar di bagian depan mata (konjungtiva), dalam soket yang mengelilingi bola mata dan pada kelopak mata meskipun mata sangat jarang.

Kanker Mata Melanoma termasuk janis kanker yang bisa cepat menyebar dan sangat agresif. Melanoma mata dapat diakibatkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan. Seseorang yang memiliki kulit terang dan bermata biru berisiko terkena kanker ini. Tumor yang utama bisa saja terjadi di mata atau mungkin berasal dari organ tubuh lainnya.

 

Faktor Risiko Kanker Mata Melanoma

Beberapa faktor risiko Kanker Mata Melanoma primer antara lain :

  • Warna mata. Orang dengan mata berwarna biru memiliki risiko besar mengalami melanoma mata.
  • Sifat genetik. Kondisi langka yang disebut dysplastic nevus syndrome, yang menyebabkan tahi lalat yang tidak normal juga dapat meningkatkan risiko mengalami melanoma pada kulit dan mata. Sebagai tambahan, orang dengan pigmentasi kulit yang tidak normal pada kelopak mata dan meningkatnya pigmentasi pada uvea juga memiliki peningkatan risiko terjadi melanoma mata.
  • Sinar matahari. Terkena sinar ultraviolet menjadi penyebab melanoma pada kulit, dan juga menjadi faktor risiko melanoma pada mata meskipun belum terbukti.

 

Diagnosa Kanker Mata Melanoma

Seseorang bisa dipastikan menderita melanoma koroid berdasarkan gejala yang ditunjukkan dan hasil pemeriksaan mata dengan oftalmoskop.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:

  • MRI kepala
  • USG mata
  • CT scan tulang tengkorak

 

Pengobatan Kanker Mata Melanoma

Tumor yang berukuran kecil bisa diatasi dengan laser atau terapi penyinaran. Bila berukuran besar maka mata harus diangkat. Bila mata tidak diangkat bisa menyebabkan tumor menyebar ke rongga mata (orbita) dan ke organ lainnya melalui pembuluh darah. Tumor yang menyebar dengan cepat bahkan bisa mengakibatkan kematian. Bila tumor telah menyebar, dilakukan kemoterapi.

 

Kanker Mata Melanoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma

Penyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma

Penyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma

Penyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma – Jenis kanker mata memang cukup jarang kasusnya, tapi juga tidak boleh luput dari perhatian kita dengan mengabaikan kondisi kesehatan mata kita. Kanker mata dapat menyerang bagian dalam maupun luar mata seperti misalnya kelopak mata; sedangkan untuk bagian dalam disebut juga dengan kanker intraokular. Munculnya kanker ini dapat diakibatkan oleh adanya kanker di organ lain, maka memang diharapkan untuk selalu mengecek kondisi tubuh, termasuk kesehatan penglihatan kita.

 

Biasanya kanker mata yang lebih cenderung dialami oleh anak-anak adalah retinoblastoma di mana asal mulanya adalah dari retina, sedangkan kanker intraokularlah yang terjadi dan dialami oleh para orang dewasa dan yang biasanya timbul adalah limfoma dan melanoma. Lalu, kira-kira apa saja penyebab kanker di mata atau faktor risiko yang sebaiknya kita waspadai serta ketahui dari awal?

 

  • Terlalu Sering Memakai Sunbed

Penyebab Kanker Mata yang pertama yaitu akibat terlalu sering memakai sunbed. Pernah dengar istilah sunbed? Sunbed merupakan sebuah alat pemanas yang datang dalam wujud kasur dan biasanya alat ini dipakai oleh orang-orang yang ingin membuat kulitnya lebih gelap tanpa harus berjemur di bawah terik matahari. Daya kerjanya sama seperti ketika kita berjemur di bawah cahaya matahari dan bisa membuat kulit menjadi gelap secara instan karena memang itulah peran utamanya. Kelihatannya menyenangkan dan memanjakan pemakainya, tapi tahukah kita bahwa alat ini pun dapat berakibat fatal pada kulit dan penglihatan kita? Tak hanya kanker kulit, risiko melanoma atau kanker mata juga dapat meningkat oleh karena menggunakan sunbed yang frekuensinya terlalu sering dan lama. Radiasi sinar UV buatan lewat sunbed ini tidak akan baik bagi kesehatan sehingga sebaiknya hentikan penggunaan apabila sudah melihat beberapa gejala maupun ciri kanker mata.

 

  • Warna Mata Terang

Seseorang dengan warna mata yangPenyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma terang seperti misalnya abu-abu, hijau, atau biru seperti yang dimiliki para orang kulit putih rupanya menjadi salah satu Penyebab Kanker Mata. Potensi mengalami kanker mata lebih besar dengan memiliki warna mata demikian dan ini masih ada kaitannya dengan ras tertentu tadi.

 

  • Faktor Umur

Layaknya penyakit kanker umum lainnya, faktor umur juga menjadi Penyebab Kanker Mata karena memang seiring umur yang bertambah, risiko kanker akan menjadi meningkat, tak terkecuali kanker mata. Bila sudah memasuki usia 50 tahun ke atas, sebaiknya memang harus lebih memerhatikan kesehatan dengan melakukan check up secara rutin. Ini dikarenakan memang melanoma mata dapat terjadi dan kebanyakan didiagnosa pada mereka yang usianya sudah berada di atas 50 tahun.

 

  • Jenis Kelamin

Penyebab Kanker Mata selanjutnya yang perlu menjadi salah satu kewaspadaan kita adalah jenis kelamin. Biasanya melanoma mata atau kanker mata justru lebih kerap diderita oleh pria ketimbang wanita. Jadi bisa disimpulkan Penyebab Kanker Mata pada mereka yang berjenis kelamin pria dengan usia di atas 50 tahun berpeluang lebih besar dalam mengidap penyakit serius seperti kanker mata ini. Jadi tak ada salahnya untuk rutin mengecek kondisi penglihatan supaya dapat mencegah kanker jenis ini.

 

  • Jenis Pekerjaan Tertentu

Tahukah Anda bahwa jenis pekerjaan tertentu seseorang juga dapat menjadi Penyebab Kanker Mata meningkat? Mereka yang memiliki pekerjaan sebagai tukang las dan sering terpapar radiasi UV yang asalnya dari alat kerja mereka telah diteliti bahwa kemungkinan terkena kanker mata sedikit lebih tinggi daripada mereka yang bukan tukang las. Ini bisa terjadi dikarenakan radiasi UV untuk pengelasan atau bisa jadi juga karena faktor lain.

 

  • Memiliki Bintik/Flek-flek Coklat

Penyebab Kanker Mata selanjutnya adalah adanya flek atau bintik-bintik coklat pigmentasi di uvea atau iris. Bila kulit kita, terutama kulit wajah memiliki flek maupun bintik coklat yang kelihatan banyak dan tidak normal, tentu ini cukup membahayakan karena diduga dapat meningkatkan kanker mata. Potensi mengidap melanoma mata akan jauh lebih tinggi saat kita memiliki masalah seperti ini di kulit. Apabila kita menyadari timbulnya flek atau bintik-bintik ini, tak ada salahnya memeriksakannya supaya jelas apakah flek maupun bintik tersebut berbahaya dan berisiko kanker atau tidak.

 

  • HPV (Human Papilloma Virus)

Virus satu ini juga ternyata mampu menaikkan potensi seseorang untuk mengalami kanker mata, terutama kanker mata sel skuamosa karena karsinoma sel skuamosa mata dalam kombinasi dengan Penyebab Kanker Mata lainnya bisa dipicu oleh HPV. Infeksi virus ini tergolong umum dan sebenarnya tak semua orang yang terkena virus ini kemudian mengidap kanker mata, hanya saja berjaga-jaga tak ada salahnya. Diduga untuk menjadi Penyebab Kanker Mata, HPV ini akan bekerja sama dengan Penyebab Kanker Mata lainnya sehingga inilah yang menjadikan ada beberapa orang yang bisa terkena kanker mata, dan ada juga yang tidak menderitanya.

 

  • Pemakaian Lensa Kontak

Memang benar bahwa lensa kontak atau soft lens tengah menjadi tren di kalangan anak muda maupun orang dewasa, entah itu karena orang-orang membutuhkannya sebagai pengganti kacamata atau hanya sekadar ingin bergayaPenyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma. Penggunaan yang kurang tepat atau secara jangka panjang dapat berisiko bagi kesehatan mata, bahkan potensi menjadi Penyebab Kanker Mata pun juga ada. Saat kita memakai softlens terlalu sering dan lama, ini akan memicu mata menjadi lebih sulit untuk bernapas. Mata kita juga sangat memerlukan udara bersih untuk bernapas demi menjaga kesehatan dan kelembabannya. Bahkan tak jarang juga banyak kasus mata yang kena iritasi dikarenakan pemakaian lensa kontak, maka sebaiknya hindari hal-hal yang sekiranya dapat mengganggu mata, termasuk pemakaian kontak lensa bila tak begitu penting. Ini demi menghindarkan diri kita dari potensi Penyebab Kanker Mata.

 

Itulah beberapa Penyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma yang sekiranya bisa menambah pengetahuan Anda tentang apa saja Penyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma. Semoga dengan mengetahui Anda bisa lebih berhati-hati dan menjadi waspada untuk menghindari apa saja yang menjadi Penyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma tersebut. Semoga bermanfaat..

 

Penyebab Kanker Mata atau Retinoblastoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Pengobatan Kanker Mata atau Retinoblastoma

Cara Pengobatan Kanker Mata atau Retinoblastoma

Cara Pengobatan Kanker Mata atau Retinoblastoma

Cara Pengobatan Kanker Mata atau Retinoblastoma – Retinoblastoma dapat menyerang satu mata (unilateral) atau bahkan kedua mata (bilateral). Penyakit ini timbul akibat adanya proses mutasi genetik pada sel-sel saraf di dalam retina. Hal ini menyebabkan sel saraf terus tumbuh dan berkembang dan membentuk tumor pada retina. Tumor ini juga dapat tumbuh dan mengisi hampir seluruh vitreous humor (zat seperti selai yang mengisi bola mata). Selain itu, tumor ini juga dapat pecah dan menyebar ke bagian lain dari mata.

Dibawah ini ada beberapa cara yang disarankan oleh dokter – dokter dibanyak rumah sakit untuk mengobati kanker mata atau retinoblastoma :

  1. Enukleasi

Cara Pengobatan Kanker MataCara Pengobatan Kanker Mata atau Retinoblastoma ini berarti penghapusan mata. Mata dengan tumor akan dihapus dan dikirim untuk laporan patologi. Ruang ini digantikan oleh implan buatan yang terbuat dari plastik, karet atau karang. Anak itu dilengkapi dengan mata protesa atau buatan, dibuat untuk pertandingan mata lainnya. Mata buatan ini tentu saja tidak memiliki visi apapun.

  1. Localized Plak

Cara Pengobatan Kanker Mata ini melibatkan penerapan dekat plak radioaktif ke tumor pada sclera, dan dengan demikian memberikan terapi radiasi di daerah lokal. Secara signifikan mengurangi komplikasi lokal yang terkait dengan terapi radiasi. Laser digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi ke tumor. Tanpa adanya sumber untuk bahan bakar, sel kanker akan mati.

  1. Thermotherapy

Cara Pengobatan Kanker Mata dengan Thermotherapy menggunakan suhu panas yang ekstrem untuk membunuh sel kanker. Selama Thermotherapy, panas diarahkan pada sel kanker dengan menggunakan USG, microwave atau laser.

  1. Photocoagulation

Cara Pengobatan Kanker Mata atau RetinoblastomaCara Pengobatan Kanker Mata dengan laser pengobatan untuk tumor efektif dan aman untuk tumor yang lebih kecil dalam ukuran. Dalam kasus-kasus yang tepat, pengobatan ini dapat membantu dalam melestarikan mata serta melihat anak.

  1. Cryotherapy

Cara Pengobatan Kanker Mata ini melibatkan pembekuan tumor dengan menggunakan probe khusus pada permukaan luar mata (sklera). Perawatan ini dilakukan dengan observasi langsung dan efektif dalam menyelamatkan mata dan penglihatan pada pasien dengan tumor kecil. Zat yang sangat dingin, seperti nitrogen cair, digunakan pada jenis pengobatan ini guna membunuh sel kanker. Selama Cryotherapy, zat tersebut ditempatkan di atau dekat sel-sel kanker. Sel kanker akan membeku dan mencair. Proses pembekuan dan pencairan, diulang  beberapa kali dalam setiap sesi Cryotherapy.

  1. Kemoterapi

Cara Pengobatan Kanker Mata ini dengan menggunakan obat antikanker. Telah ada preferensi baru-baru ini terhadap pengobatan dengan obat sistemik sebagai pengobatan tambahan. Kemoterapi ini dapat mengurangi ukuran tumor sehingga membuatnya lebih bisa menerima perawatan lokal seperti laser, Cryotherapy dan radiasi plak.

  1. Brachytherapy

Cara Pengobatan Kanker Mata lainnya dengan cara Brachytherapy atau radiasi internal. Selama radiasi internal, perangkat pengobatan sementara ditempatkan di atau dekat tumor. Radiasi internal untuk retinoblastoma menggunakan piringan kecil yang terbuat dari bahan radioaktif. Piringan tersebut dijahit di tempat dan dibiarkan selama beberapa hari sementara perlahan-lahan mengeluarkan radiasi untuk tumor. Menempatkan radiasi dekat tumor mengurangi kesempatan bahwa pengobatan akan mempengaruhi jaringan mata yang sehat.

  1. Eksternal berkas radiasi

Sebagai alternatif untuk enukleasi, Cara Pengobatan Kanker Mata ini memberikan pengobatan radiasi ke mata bisa mengobati tumor sambil mempertahankan mata. Seperti tumor sangat radiosensitive, metode pengobatan ini sangat efektif. Meskipun radiasi dapat menyebabkan kerusakan pada struktur sekitar mata, misalnya, lensa (katarak), sistem lakrimal (mata kering), orbit (maldevelopment tulang) dll juga meningkatkan kemungkinan mengembangkan tumor sekunder tulang, terutama di anak-anak dengan tumor yang melibatkan kedua mata. Ini menggunakan sinar bertenaga tinggi (sinar-X). Namun, apabila sinar radiasi mencapai daerah halus di sekitar mata, seperti otak, itu akan menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, jenis terapi ini hanya dianjurkan apabila jenis pengobatan lain tidak bekerja.

 

Demikian ulasan tentang Cara Pengobatan Kanker Mata atau Retinoblastoma, semoga bermafaat..

 

Cara Pengobatan Kanker Mata atau Retinoblastoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Mata atau Retinoblastoma

Gejala Kanker Mata atau Retinoblastoma

Gejala Kanker Mata atau Retinoblastoma

Gejala Kanker Mata atau Retinoblastoma – Kanker mata memang cukup jarang kasusnya, tapi sekalinya terjadi, ini bisa saja menyerang bagian dalam (kanker intraokular) dan luar mata (kelopak mata misalnya). Retinoblastoma adalah contoh jenis kanker mata yang diderita rata-rata oleh anak-anak di mana semua awalnya adalah dari retina. Sedangkan limfoma dan melanoma adalah dua jenis kanker mata intraokular yang terjadi pada orang dewasa.

 

Gejala Kanker Mata atau Retinoblastoma

Kanker mata berpotensi juga dialami oleh seseorang diakibatkan oleh kanker pada organ lain yang menyebar dan kemudian mengenai mata. Pada umumnya, kanker mata hanya akan menyerang sebelah mata saja, namun ada kemungkinan berkembang berpindah ke mata yang lain. Supaya bisa lebih mewaspadainya, ada baiknya menyimak sejumlah Gejala Kanker Mata yang umum terjadi di bawah ini.

 

  1. Benjolan yang jelas

Kanker selalu terdeteksi dengan diawali dengan Gejala Kanker Mata yaitu adanya benjolan pada bagian tubuh tertentu, seperti kanker payudara yang benjolannya bisa ada di bagian ketiak atau area di dekatnya. Benjolan di bawah jakun pun juga menjadi pertanda gejala kanker tiroid. Untuk kanker mata, benjolan dapat kelihatan dan terasa jelas di bagian kelopak mata.

Pada tahap yang lebih serius, dari benjolan tersebut kemudian bakal timbul ulserasi benjolan. Ketika benjolan ini muncul, penglihatan pun makin kurang nyaman dan sebagian besar kasus penglihatan penderita pasti terpengaruh. Sebelum benjolan menjadi begitu berpengaruh, segera periksakan agar dapat menanganinya segera.

 

  1. Titik putih di bagian pupil mata

Bila seseorang yang diduga menderita kanker mata terkena flash fotografi pada bagian matanya, maka Gejala Kanker Mata yang berikutnya yaitu titik putih akan terlihat pada bagian pupil mata. Asal titik putih tersebut biasanya ada pada pupil mata Anda. Perhatikanlah setiap terkena flash tersebut, bila Anda atau orang terdekat Anda melihat titik putih tersebut, sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter spesialis mata.

Bahkan pada pencahayaan normal, dari pupil mata keluar juga bintik-bintik putih. Maka untuk membuktikannya, silahkan untuk menyinari bola mata Anda sendiri dan periksalah apakah bintik-bintik putih tersebut memang ada. Bila memang ada, tak ada salahnya untuk segera ke dokter karena takutnya itu sungguhan Gejala Kanker Mata.

 

  1. Merasa silau

Ketika mata terkena cahaya sedikit saja, penderita kanker mata akan mudah merasa silau. Sering merasa silau ini dapat menjadi tanda bahwa sensitivitas terhadap cahaya meningkat di bagian mata. Terkadang hal seperti ini juga tidak bisa langsung dijadikan patokan untuk menunjukkan adanya kanker mata. Untuk itulah perlu didiagnosa lebih dulu, apalagi kalau disertai oleh gejala-gejala lainnya.  – Gejala Kanker Mata

 

  1. Bintik hitam di bagian iris mata

Selain adanya bintik putih yang membuat penglihatan kurang nyaman, ada juga beberapa kasus yang menunjukkan Gejala Kanker Mata adanya bintik hitam. Bintik hitam ini muncul pada bagian iris mata dan dapat dirasakan oleh penderitanya. Rasanya sama tidak nyamannya dengan ketika bintik putih muncul karena pandangan akan terhalang sehingga penglihatan menjadi kurang jelas.

 

  1. Penglihatan mengabur

Karena bintik hitam maupun putih yang muncul, akibatnya penglihatan menjadi terganggu. Ketidaknyamanan tersebut terjadi dikarenakan pandangan kemudian menjadi kabur. Hal ini mengartikan bahwa kemampuan penglihatan penderita akan hilang, sehingga saat melihat benda-benda di sekitarnya walau jarak dekat sekalipun akan sulit. Maka penting untuk mengecek kesehatan mata secara berkala ke ahlinya agar Gejala Kanker Mata pun dapat dihindari.

 

  1. Mata membengkak

Pembengkakan pun dapat terjadi pada mata penderita di mana ini hanya akan dialami oleh salah satu bagian mata saja. Meski begitu, pembengkakan ini jangan dianggap enteng karena bila dibiarkan dapat dikhawatirkan menjadi lebih besar dan parah. Pembengkakan dapat berasal dari sel kanker yang tumbuh, maka ketika diabaikan justru dapat berpotensi untuk berkembang dan menyebar ke mata yang lain. Saat menyadari pembengkakan ini, jangan ragu untuk mendatangi dokter dan melakukan diagnosa.

 

  1. Warna kedua mata berbeda

Anda pun patut curiga ketika melGejala Kanker Mata atau Retinoblastomaihat kedua mata berwarna beda. Saat warna mata yang satu tidaklah sama dengan warna mata satunya, ini juga bisa menjadi Gejala Kanker Mata. Bila ditambah juga dengan gejala-gejala lainnya yang sudah disebutkan, sebaiknya memang memeriksakan kesehatan mata secepatnya.

 

  1. Nyeri pada mata

Bagian mata juga bisa terasa sakit di mana ini menjadi bagian dari Gejala Kanker Mata yang sudah cukup jelas. Terkadang mata yang sakit hanya dianggap sebagai kondisi iritasi biasa sehingga kemudian diabaikan. Ketika mata terdapat benjolan, menjadi kabur pandangannya, belum lagi ditambah dengan rasa sakit, gejala ini patut untuk didiagnosa tanpa menunggu lagi.

 

  1. Sakit kepala

Sewaktu mata kita terasa lelah saja, kepala dapat terpengaruh dan ikut menjadi pusing. Rasa sakit pada mata yang didukung dengan penglihatan yang kabur juga mampu membuat kepala menjadi sakit. Gejala Kanker Mata seperti ini biasanya ditemukan pada kanker mata sejenis melanoma koroid, retinoblastoma dan jenis-jenis lainnya. Jadi, cepatlah tanggap dan cek keadaan mata Anda ke dokter ahlinya.

 

  1. Keluar air mata

Air mata pun bisa ikut keluar walaupun kita tidak sedang menangis. Kondisi ini mirip memang dengan ketika mata kita teriritasi dan perih sehingga air mata tak tertahankan. Masalah ini cukup serius bila disertai Gejala Kanker Mata lainnya yang sudah disebutkan, maka memeriksakan diri akan membantu Anda.

 

  1. Gangguan gerakan mata

Saat sudah berada pada tingkat yang cukup lanjut, kanker mata akan menimbulkan Gejala Kanker Mata yang kurang begitu mengenakkan. Tak hanya kehilangan penglihatan, gerakan pada mata pun menjadi terganggu. Ketidaknyamanan yang dirasakan dapat coba dikonsultasikan dengan dokter agar jelas kondisi yang sebenarnya seperti apa.

 

  1. Mata kemerahan

Seperti ketika mata teriritasi saat kita bepergian di luar dan terkena debu, mata menjadi mudah merah. Sama juga halnya dengan Gejala Kanker Mata, hanya saja yang membedakan adalah kemerahan pada mata terjadi tiba-tiba. Mata merah yang bukan dikarenakan iritasi debu maupun polusi atau kemasukan benda tertentu bisa saja menandakan adanya kanker di dalam mata. Jika kondisi ini tak kunjung sembuh, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

 

  1. Bola mata melotot / juling

Saat bercermin, cobalah untuk mengecek apakah ada yang beda dari bola mata Anda. Salah satu Gejala Kanker Mata adalah bola mata yang terlihat seperti hendak keluar. Bola mata ini persis bentuknya seperti ketika Anda melotot, namun pada beberapa kasus bola mata akan kelihatan juling. Ketika terjadi perbedaan pada bola mata dan ada juga Gejala Kanker Mata lainnya, lebih baik memeriksakan diri sebelum terlambat.

 

  1. Tampak seperti mata kucing

Ada juga beberapa orang penderita yang mengalami Gejala Kanker Mata yaitu mata kucing. Seperti yang Anda mungkin sudah tahu, mata kucing dapat memantulkan cahaya dan begitu juga dengan mata penderita kanker mata.

 

Demikian sedikit penjelasan tentang Gejala Kanker Mata semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang membaca, semoga dengan mengetahui hal apa saja dari Gejala Kanker Mata Anda bisa lebih berhati-hati dan memperhatikan perubahan dan tanda-tanda disekitar Anda dan orang-orang terdekat Anda.

 

 

Gejala Kanker Mata atau Retinoblastoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma – Melanoma adalah jenis kanker ganas yang berkembang dari sel-sel yang mengandung pigmen (melanosit). Melanoma umumnya terjadi pada kulit, namun bisa juga terjadi di mulut, usus, atau mata meski kasusnya sangat jarang. Pada perempuan, melanoma paling sering terjadi pada kaki, sementara pada laki-laki biasanya terjadi pada punggung. Melanoma bisa berkembang dari tahi lalat yang mengalami perubahan baik dari ukuran, bentuk, tepi yang tidak teratur, perubahan warna, gatal-gatal, atau kerusakan kulit.

 

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Semua orang sebenarnya memiliki risiko untuk terkena melanoma, namun risiko tersebut dapat meningkat karena beberapa faktor seperti paparan sinar matahari, jumlah tahi lalat, jenis kulit, dan riwayat kesehatan keluarga (genetik).

Berikut adalah Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma yang bisa menyerang siapa saja :

  1. Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar UVA dan UVB keduanya berbahaya untuk kulit dan dapat menyebabkan kanker kulit, termasuk melanoma. Kulit yang terbakar akibat paparan sinar matahari pada anak usia dini dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma.

Meski sudah dewasa, namun bila sering terkena paparan sinar matahari dalam jangka panjang juga bisa meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma. Hindari melakukan tanning karena meningkatkan paparan sinar UV pada kulit yang dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma dan kanker kulit lainnya.

Selain itu, tinggal lebih dekat di daerah garis khatulistiwa atau di area yang lebih tinggi, juga termasuk menjadi salah satu Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma. Orang yang tinggal dekat dengan ekuator bumi, dimana sinar matahari jatuh lebih dekat dan langsung, mengalami jumlah radiasi sinar UV yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di garis lintang yang lebih tinggi.

Orang-orang yang tinggal di lokasi yang memiliki lebih banyak sinar matahari seperti Florida, Hawaii, dan Australia lebih banyak yang terkena kanker kulit. Namun, di beberapa tempat yang lebih utara dengan populasi berkulit terang juga terjadi banyak kasus kanker kulit.

  1. Warna Kulit

Memiliki jumlah melanin atau pigmen pada kulit yang sedikit berarti perlindungan kulit terhadap radiasi sinar UV yang merusak juga menjadi berkurang. Seperti semua kanker kulit, orang dengan warna kulit yang terang dimana biasanya juga memiliki rambut dan warna mata yang lebih terang, memiliki Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma yang lebih tinggi.

Jika Anda memiliki rambut pirang atau rambut berwarna merah, mata berwarna terang, dan kulit yang mudah muncul bintik atau kulit yang mudah terbakar, maka Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan melanoma daripada orang yang memiliki kulit lebih gelap.

Meski demikian, melanoma juga tetap bisa terjadi pada orang yang berkulit gelap, termasuk orang Hispanik dan orang kulit hitam.

  1. Tahi Lalat

Ada dua jenis tahi lalat yaitu tahi lalat normal dan abnormal. Tahi lalat normal berupa titik cokelat kecil, atau tanda “beauty mark” yang muncul dalam beberapa dekade pertama kehidupan seseorang, dan hampir semua orang memiliki tahi lalat.

Sedangkan tahi lalat abnormal atau sering disebut sebagai dysplastic nevi merupakan tahi lalat yang ukurannya lebih besar dari tahi lalat normal, memiliki batas yang tidak teratur, dan memiliki lebih dari satu warna. Tahi lalat jenis ini bisa menjadi pencetus malanoma dan memiliki tahi lalat jenis ini dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma.

  1. Riwayat Melanoma

Bila seseorang pernah mengalami melanoma, maka risiko terjadinya melanoma kembali akan meningkat. Orang yang memiliki atau pernah mengalami karsinoma sel basal atau karsinoma sel squamosa juga memiliki peningkatan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma.

  1. Riwayat Keluarga dengan Melanoma

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma yang berikutnya yaitu akibat faktor keturunan memainkan peran utama dalam melanoma. Sekitar satu dari setiap 10 pasien yang didiagnosis dengan penyakit tersebut memiliki anggota keluarga dengan riwayat melanoma.

Jika memiliki ibu, ayah, saudara kandung, atau anak-anak yang didianosis melanoma, maka orang tersebut memiliki risiko 50% lebih tinggi untuk terkena melanoma dibanding dengan orang yang tidak memiliki anggota keluarga dengan riwayat melanoma.

  1. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang-orang yang pernah mengalami transplantasi organ, memiliki peningkatan risiko kanker kulit.

Sistem kekebalan tubuh yang melemah sebagai akibat dari kemoterapi, transplantasi organ, paparan sinar matahari berlebihan, dan penyakit seperti HIV / AIDS atau limfoma dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma.

 

Semoga dengan membaca apa saja Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma tersebut, kita bisa mengetahui bahkan bisa mencegah kanker kulit melanoma yang mungkin saja menyerang kita.

 

 

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma

Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma

Cara Mencegah Kanker Kulit MelanomaCara Mencegah Kanker Kulit Melanoma – Melanoma adalah jenis kanker yang berkembang pada melanosit, sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin. Melanin inilah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan. Melanoma adalah jenis kanker kulit yang jarang dan sangat berbahaya. Kondisi ini dimulai dari kulit manusia dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya menjadi pertanda umum atau gejala melanoma. Hal ini bisa terjadi di seluruh tubuh, tapi beberapa bagian tubuh yang sering mengalami kemunculannya adalah:

  • Wajah
  • Tangan
  • Punggung
  • Kaki

Melanoma memiliki bentuk yang tidak beraturan dan lebih dari satu warna. Tahi lalat yang terserang melanoma bisa terasa gatal dan bisa mengalami pendarahan, selain itu, ukurannya juga bisa melebihi tahi lalat normal. Untuk membedakan antara tahi lalat normal dan melanoma, daftar ABCDE sudah dikembangkan untuk orang-orang.

 

Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma

Banyak penyakit atau gangguan kesehatan yang sebenarnya bisa kita cegah, termasuk melanoma. Melanoma dikenal sebagai jenis kanker kulit yang paling ganas.

Melanoma sering terjadi akibat sering terkena paparan radiasi sinar UV dari sinar matahari atau tanning. Munculnya melanoma merupakan akibat dari rusaknya sel-sel melanosit atau sel penghasil pigmen kulit. Meski semua orang memiliki risiko terkena melanoma, namun kita juga bisa melakukan tindakan untuk pencegahan. Berikut adalah beberapa Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma yang sebenarnya mudah untuk kita lakukn, diantaranya :

 

  1. Hindari paparan sinar matahari saat sedang terik (tengah hari)

Biasanya paparan radiasi sinar matahari paling kuat antara jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma yaitu mengatur jadwal kegiatan di luar ruangan di luar waktu tersebut. Kulit kita menyerap radiasi UV sepanjang tahun dan awan menawarkan sedikit perlindungan dari sinar matahari yang merusak.

Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma yang pertama adalah menghindari sinar matahari langsung di saat-saat paparan radiasinya terkuat membantu kita terhindar dari sunburns dan suntans yang menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Selain itu, paparan sinar matahari yang terakumulasi dari waktu ke waktu juga dapat menyebabkan kanker kulit.

 

  1. Kenakan tabir surya

Meski tabir surya tidak menyaring semua radiasi UV yang berbahaya, terutama radiasi yang dapat menyebabkan melanoma, namun memainkan peran utama dalam melindungi kulit terhadap sinar matahari secara keseluruhan.

Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma yang efektif yaitu dengan menggunakan tabir surya spektrum luas minimal yang mengandung SPF 15. Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma dengan mengoleskan tabir surya secara lembut dan ulangi kembali setiap dua jam atau lebih sering jika kita berenang atau berkeringat. Bahkan, American Academy of Dermatology menganjurkan penggunaan tabir surya yang memiliki spektrum luas dan tahan air dengan SPF minimal 30.

 

  1. Kenakan pakaian yang melindungi kulit

Tabir surya tidak memberikan perlindungan lengkap terhadap sinar UV. Jadi menutupi kulit dengan pakaian yang gelap dan rapat yang menutupi lengan dan kaki serta topi bertepi lebar juga merupakan Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma yang efektif karena dapat memberikan perlindungan lebih.

 

  1. Kenakan sunglasses

Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma yang kebanyakan wanita lakukan adalah  menggunakan sunglasses. Cari dan gunakan kacamata pelindung cahaya matahari (sunglasses) yang bisa menghalangi kedua jenis radiasi, yakni radiasi UVA dan UVB.

 

  1. Hindari melakukan tanning

Tanning adalah proses pencoklatan kulit yang Cara Mencegah Kanker Kulit Melanomabiasa dilakukan oleh orang berkulit putih agar kelihatan menarik. Jika orang Indonesia kebanyakan ingin membuat kulit mereka lebih putih dan cerah, beberapa orang di dunia ini, termasuk sedikit dari Indonesia ingin kulitnya agar terlihat kecoklatan. Lampu yang digunakan untuk tanning memancarkan sinar UV sehingga dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma yang baik yaitu dengan menghindari melakukan tanning.

 

  1. Kenali kondisi kulit dan perubahan yang mungkin terjadi

Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma yang terakhir yaitu dengan kenali kondisi kulit dan perubahannya yang mungkin terjadi. Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma dengan melakukan pemeriksaan kulit secara teratur, kenali adanya kemungkinan pertumbuhan kulit baru, perubahan pada tahi lalat, munculnya bintik-bintik, atau benjolan baru. Dengan bantuan cermin, periksa wajah, leher, telinga, dan kulit kepala. Periksa juga bagian dada dan punggung, serta lipatan pada lengan dan tangan.

Periksa kedua bagian depan dan belakang kaki, termasuk telapak dan ruang-ruang antara jari-jari kaki. Selain itu, lakukan juga pemeriksaan pada area genital dan lipatan pada bagian pantat. Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma dengan pemeriksaan secara menyeluruh dan berkala terhadap kondisi kulit akan membuat kita dapat mendeteksi lebih dini apabila terjadi perubahan yang abnormal pada kulit.

 

 

Cara Mencegah Kanker Kulit Melanoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Gejala Kanker Kulit Melanoma – Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Melanoma berkembang pada sel melanosit yang menghasilkan melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit. Meski jarang terjadi, namun melanoma juga bisa muncul pada mata dan organ internal, seperti usus, saluran kencing, atau vagina.

Penyebab melanoma belum diketahui secara jelas, tetapi paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari, lampu tanning, dan lampu tidur dapat meningkatkan risiko terkena melanoma. Membatasi tubuh terhadap paparan radiasi sinar UV dapat membantu mengurangi risiko melanoma. Risiko melanoma meningkat pada orang yang berusia di bawah 40 tahun, terutama perempuan. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

Melanoma dapat muncul pada seluruh area tubuh, namun yang paling sering terkena adalah area tubuh yang sering terkena paparan matahari, seperti punggung, kaki, lengan, dan wajah. Melanoma juga bisa terjadi pada area tubuh yang tidak menerima banyak paparan sinar matahari, seperti telapak kaki, telapak tangan, dan kulit di bawah kuku. Melanoma ini sering disebut sebagai melanoma tersembunyi dan lebih umum terjadi pada orang dengan kulit lebih gelap. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

Pengobatan melanoma biasanya dengan menghilangkan bagian yang terkena melalui operasi. Bagi yang mengalami melanoma dengan area cukup besar, nodus limpa terdekat biasanya akan dilakukan tes apakah melanoma sudah tersebar atau belum. Sebagian besar orang yang terkena melanoma akan bisa diobati apabila sel kanker belum menyebar. Namun, bagi yang melanomanya sudah menyebar, beberapa alternatif terapi misalnya immunotherapy, biologic therapy, terapi radiasi, dan kemoterapi dapat memperbesar peluang untuk bertahan hidup. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

 

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Mengetahui Gejala Kanker Kulit Melanoma dapat membantu memastikan bahwa perubahan kanker dapat terdeteksi secara dini dan diobati sebelum kanker menyebar. Melanoma sebenarnya bisa diobati dengan baik jika terdeteksi lebih dini. Berikut adalah Gejala Kanker Kulit Melanoma :

  • Perubahan pada tahi lalat

Gejala Kanker Kulit Melanoma yang pertama yaitu terdapat perubahan pada tahi lalat yang nampak lebih menghitam dan membesar. Meskipun melanoma tidak selalu muncul dari tahi lalat yang sudah ada, karena bisa juga terjadi pada kulit yang normal.

  • Tahi lalat normal

Tahi lalat yang normal umumnya berwarna sama, seperti cokelat atau hitam, dengan batas yang jelas antara tahi lalat dan kulit sekitarnya. Bentuknya oval atau bulat dan biasanya memiliki diameter lebih kecil dari 6 milimeter. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

Kebanyakan orang memiliki 10 hingga 45 tahi lalat. Sebagian besar dari tahi lalat ini muncul pada usia 50, meskipun tahi lalat dapat berubah penampilannya dari waktu ke waktu, beberapa bahkan mungkin hilang seiring dengan usia. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

  • Tahi lalat yang mengindikasikan melanoma

Gejala Kanker Kulit MelanomaAda cara mudah untuk membantu mengidentifikasi karakteristik tahi lalat yang mungkin mengindikasikan melanoma atau kanker kulit lainnya, yaitu dengan menilik Gejala Kanker Kulit Melanoma yang sering disingkat dengan ABCDE :

  • A adalah untuk bentuk Asimetris

Carilah tahi lalat dengan bentuk tidak teratur, seperti dua bagian yang sangat berbeda. Tahi lalat yang jinak biasanya berbentuk simetris. Jika kita menarik garis di tengah, kedua sisi akan sama besar. Namun jika tahi lalat yang memiliki kedua bagian tidak sama berarti asimetris, dan menjadi salah satu tanda peringatan untuk melanoma.

  • B (irreguler Border) adalah batas yang tidak teratur

Tahi lalat jinak memiliki batas halus dan tegas, berbeda pada melanoma. Batas dari melanoma awal cenderung tidak merata. Tepi tahi lalat dapat bergigi atau berlekuk.

  • C (changes in Colour) adalah perubahan warna.

Umumnya tahi lalat yang jinak hanya memiliki satu warna, seringnya berwarna cokelat. Tahi lalat yang memiliki lebih dari satu warna menjadi sinyal peringatan lain dari melanoma. Warna kecoklatan yang beragam atau hitam bisa muncul. Melanoma juga bisa berwarna merah, putih, atau biru. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

  • D adalah Diameter

Tahi lalat jinak biasanya memiliki diameter lebih kecil atau sekitar 6mm. Sedangkan melanoma biasanya memiliki diameter berukuran lebih besar dari 6mm, tetapi terkadang bisa lebih kecil ketika pertama kali terdeteksi. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

  • E adalah Evolving atau tumbuh dan berubah bentuk

Umumnya, tahi lalat yang jinak akan terlihat sama dari waktu ke waktu. Perlu diwaspadai ketika tahi lalat mulai berkembang atau berubah, baik bentuk, ukuran, maupun warnanya. Kenali adanya perubahan pada ukuran dan bentuk atau warna pada tahi lalat dari waktu ke waktu. Tahi lalat yang merupakan melanoma juga bisa menimbulkan gejala lain seperti gatal-gatal atau perdarahan. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

 

Melanoma Tersembunyi

Melanoma juga dapat muncul di daerah tubuh yang sedikit atau tidak mendapat paparan sinar matahari, seperti ruang antara jari-jari kaki dan pada telapak tangan, telapak kaki, kulit kepala, atau alat kelamin. – Gejala Kanker Kulit Melanoma

Disebut sebagai melanoma tersembunyi karena terjadi di tempat-tempat dimana kebanyakan orang tidak akan berpikir untuk melakukan pemeriksaan melanoma. Jenis melanoma ini lebih sering terjadi pada orang dengan kulit lebih gelap.

 

Melanoma tersembunyi meliputi:

  1. Melanoma Acral-lentiginosa

Sering disebut sebagai melanoma di bawah kuku. Acral-lentiginosa melanoma adalah jenis melanoma yang jarang ditemui. Melanoma ini muncul di bawah kuku tangan atau kuku kaki dan juga dapat ditemukan pada telapak tangan atau telapak kaki. Melanoma ini lebih sering terjadi pada orang kulit hitam dan orang dengan pigmen kulit yang lebih gelap.

  1. Melanoma Mukosa

Melanoma mukosa sering terjadi pada mulut, saluran pencernaan, saluran kemih atau vagina. Melanoma mukosa berkembang di selaput lendir yang melapisi hidung, mulut, kerongkongan, anus, saluran kemih dan vagina. Melanoma mukosa sangat sulit untuk dideteksi karena kondisinya mirip dengan penyakit umum lainnya.

  1. Melanoma Okular

Melanoma mata, juga disebut melanoma okular, paling sering terjadi pada uvea – lapisan di bawah putih mata (sclera). Melanoma mata dapat menyebabkan perubahan kemampuan pandang mata (vision) dan dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata.

 

Demikian artikel tentang Gejala Kanker Kulit Melanoma ini, semoga dengan membaca dan mengetahui apa saja Gejala Kanker Kulit Melanoma tersebut kita bisa mendiagnosa tanda dari kanker kulit melanoma yang sangat berbahaya sejak dini dan bisa mencegahnya agar tidak sampai terkena kanker kulit melanoma. Semoga bermanfaat 🙂

 

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Leukimia Pada Anak

Gejala Leukimia Pada Anak

Gejala Leukimia Pada Anak

Gejala Leukimia Pada Anak – Penyakit kanker darah (leukimia) adalah penyakit yang paling menakutkan bagi manusia. Karena , begitu vonis itu dijatuhkan pada seseorang maka berbagai permasalahan berat dan rumit akan dihadapi di antaranya resiko ancaman jiwa tinggi dan pengobatannya sangat mahal dan efek samping pengobatan yang sangat menyiksa. Leukimia menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60% anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut. Deteksi dini dan pencegahan adalah langkah awal yang paling agar hal yang lebih berat dapat terjadi. – Gejala Leukimia Pada Anak

 

Kejadian leukemia berbeda dari satu negara dengan negara lainnya, hal ini berkaitan dengan cara diagnosis dan pelaporannya. Kejadian leukemia setiap tahun sekitar 3,5 kasus dari 100.000 anak dibawah 15 tahun. Leukemia akut pada anak mencapai 97% dari semua leukemia pada anak, dan terdiri dari 2 tipe yaitu : Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) 82 % dan Leukemia Mieloblastik (LMA) 18 %. Hal ini berbeda dengan leukemia pada orang dewasa, yaitu LLA 15 % dan LMA 85%. Leukemia kronik mencapai 3% dari seluruh leukemia pada anak.  Puncak kejadian LLA pada usia 2-5 tahun dan meningkat lagi setelah usia 65 tahun, sedang LMA mengenai semua kelompok usia, tetapi kejadiannya meningkat dengan bertambahnya usia. Perbandingan penderita laki-laki dan perempuan adalah 1,3 : 15. – Gejala Leukimia Pada Anak

 

Penyebab Leukimia Pada Anak

Penyebab leukemia pada anak belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti :

  • Radiasi Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung: Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia dan Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. – Gejala Leukimia Pada Anak
  • Faktor leukemogenik Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia: Racun lingkungan seperti benzena, Bahan kimia industri seperti insektisida, Obat untuk kemoterapi
  • Penderita sindrom Down memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal. – Gejala Leukimia Pada Anak
  • Virus dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa. – Gejala Leukimia Pada Anak

 

 

Gejala Leukimia Pada Anak

  • Anemia atau pucat

Anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah. Gejala Leukimia Pada Anak umumnya anak mengalami anemia dengan ciri-ciri muka pucat, tak bertenaga alias lemas, gampang lelah dan sesak napas. – Gejala Leukimia Pada Anak

  • Demam berkepanjangan dan mudah terkena infeksi

Karena sel darah putihnya abnormal, kuman yang masuk jadi tidak bisa dilawan sel darah putih. Sel darah putih yang harusnya bertugas melindungi tidak berfungsi. Akibatnya anak jadi rentan kena infeksi dan sering demam. Demam dan infeksi adalah awal Gejala Leukimia Pada Anak. Tidak mudah memang membedakan dengan demam lainnya seperti flu. Tapi demam pada leukemia biasanya lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung beberapa hari dan sering terjadi. – Gejala Leukimia Pada Anak

  • Pembengkakan Kelenjar

Kelenjar getah bening bengkak merupakan salah satu awal Gejala Leukimia Pada Anak yang bisa diamati. Bengkak akibat kelenjar bisa terlihat di dada, pangkal paha leher dan ketiak. Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. Bedanya dengan bengkak kelenjar pada sakit lainnya adalah pada anak leukemia berlangsung selama beberapa hari berbeda dengan bengkak karena sakit flu.

  • Nyeri tulang

Nyeri tulang ini bukan karena luka atau memar. Gejala Leukimia Pada Anak yang ditandai dengan nyeri tulang biasanya semakin memburuk dari waktu ke waktu karena sumsum tulangnya terakumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. – Gejala Leukimia Pada Anak

  • Mudah berdarah dan memar

    Gejala Leukimia Pada Anak

    Gejala Leukimia Pada Anak

Anak-anak leukemia gampang sekali berdarah dan memar yang merupakan tanda tingkat pembekuan darahnya rendah. Trombosit adalah fragmen sel atau sel yang membantu darah untuk membeku yang diproduksi oleh sumsum tulang. Rendahnya tingkat trombosit dalam tubuh dapat mengakibatkan keterlambatan dalam pembekuan darah sehingga anak-anak leukemia gampang berdarah untuk periode yang sering. Gejala Leukimia Pada Anak yang ditandai dengan mudah berdarah dan memar ini harus segera di diagnosa apakah benar anak Anda terserang kanker darah atau leukemia, sebelum menjadi parah periksakanlah ke dokter.

Gejala Leukimia Pada Anak lainnya adalah mimisan, perdarahan gusi, kesulitan bernapas, kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit kepala, hati dan limpa membesar, keringat berlebihan pada malam hari dan munculnya bintik-bintik merah kecil pada kulit, yang dikenal sebagai petechiae. Untuk memastikan anak menderita leukemia harus dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tes darah darah lengkap, CT scan, MRI, biopsi sumsum tulang, apusan darah tepi, dan analisis cytogenic dan tekan tulang belakang.

 

Penanganan Leukimia Pada Anak

  • Penanganan leukemia meliputi kuratif dan suportif. Penanganan suportif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia, komplikasi dan tindakan yang mendukung penyembuhan, termasuk perawatan psikologi. Perawatan suportif tersebut antara lain transfusi darah/ trombosit, pemberian antibiotik pada infeksi/ sepsis, obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik dan pendekatan aspek psikososial.
  • Sitostatika yang digunakan pada tiap tahap pengobatan leukemia merupakan kombinasi dari berbagai sitostatika. Pengobatan dengan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) bermanfaat untuk mengatasi penurunan granulosit sebagai efek samping sitistatika, namun tidak mengurangi lama perawatan di rumah sakit.
  • Permasalahan yang dihadapi. Pada penanganan pasien leukemia adalah obat yang mahal, ketersediaan obat yang belum tentu langkap, dan adanya efek samping, serta perawatan yang lama. Obat untuk leukemia dirasakan mahal bagi kebanyakan pasien apalagi dimasa krisis sekarang ini, Selain macam obat yang banyak , juga lamanya pengobatan menambah beban biaya untuk pengadaan obat. Efek samping sitostatika bermacam-macam seperti anemia, pedarahan, rambut rontok, granulositopenia (memudahkan terjadinya infeksi), mual/ muntah, stomatitis, miokarditis dan sebagainya. Penderita dengan granulositopenia sebaiknya dirawat di ruang isolasi. Untuk mengatasi kebosanan karena perawatan yang lama perlu disediakan ruang bermain dan pelayanan psikologis. Penderita yang telah remisi dan selesai pengobatan kondisinya akan pulih seperti anak sehat. Problem selama pengobatan adalah terjadinya relap (kambuh). Relaps merupakan pertanda yang kurang baik bagi penyakitnya. – Gejala Leukimia Pada Anak

 

Usia penderita leukemia :

  • LLA resiko normal prognosisnya lebih baik dari resiko tinggi
  • Faktor prognosis yang kurang baik antara lain : usia kurang dari 2 tahun, usia lebih dari 10 tahun, jumlah leukosit (sel darah putih) saat awal lebih dari 50×109/L, jumlah trombosit (keping darah) kurang dari 100×109/L, ada masa mediastinum, ras hitam, laki-laki, ada pembesaran kelenjar limfe, pembesaran hati lebih dari 3 cm, tipe limfoblas L2 atau L3, dan adanya penyakit susunan syaraf pusat saat diagnosisi.
  • Angka kelangsungan hidup 5 tahun penderita leukemia sekitar 66-67%.
  • Pada LMA, jumlah lekosit yang tinggi (>100.000/µL), ras hitam, koagulasi abnormal berprognosis jelek – Gejala Leukimia Pada Anak

 

 

Gejala Leukimia Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Tiroid

Gejala Kanker Tiroid

Gejala Kanker Tiroid – Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan dari leher yang mengeluarkan hormon dan mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lain-lainnya

Kanker tiroid sendiri adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam kelenjar tiroid. Kanker tiroid merupakan sejenis kanker yang cukup jarang terjadi dan biasanya mudah disembuhkan jika diketahui sejak awal. – Gejala Kanker Tiroid

Kanker tiroid biasanya terjadi pada orang yang berusia antara 35-39 tahun dan juga pada usia 70 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko mengalami kanker tiroid dua hingga tiga kali lipat dibandingkan pria. Meski alasan pasti kenapa hal ini terjadi masih tidak diketahui, tapi ada kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita. – Gejala Kanker Tiroid

Kanker tiroid terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Karsinoma papiler. Ini adalah jenis kanker tiroid yang paling umum (sekitar 60 persen kasus kanker tiroid) dan biasanya memengaruhi wanita pada usia di bawah 40 tahun.
  • Karsinoma folikuler. Jenis ini terjadi sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker tiroid dan cenderung terjadi pada orang-orang lanjut usia.
  • Karsinoma medular tiroid. Jenis ini terjadi sekitar 5-8 persen dari seluruh kasus kanker tiroid, tapi kanker tiroid jenis ini bisa turun-menurun di dalam satu keluarga, ini yang membedakan dengan jenis kanker tiroid lainnya.
  • Karsinoma tiroid anaplastik. Ini jenis kanker tiroid yang paling jarang dan paling agresif. Kondisi ini hanya terjadi pada 5 persen dari kasus kanker tiroid yang ada dan umumnya terjadi pada orang pada usia 60 tahun ke atas.

 

Berdasarkan survei dari American Cancer Society, ada 60.000 kasus kanker tiroid terbaru tahun lalu. Kebanyakan di antara penderitanya adalah wanita. Angka ini dianggap cukup tinggi jika dibandingkan dengan kasus serupa beberapa puluh tahun silam.

 

Gejala Kanker Tiroid

Gejala Kanker Tiroid

Meskipun sebesar 90 persen kanker tiroid bisa disembuhkan, bukan berarti Anda bisa menyepelekan penyakit ini. Jadi waspadai Gejala Kanker Tiroid selengkapnya seperti yang dilansir dari Third Age berikut ini:

  • Benjolan di leher depan

Tepat di bawah jakun, jika ada benjolan di sana, Anda sebaiknya siaga. Sebab terkadang benjolan yang merupakan Gejala Kanker Tiroid awal yang bisa menyebabkan kanker tiroid bisa tumbuh perlahan atau cepat sekali.

  • Sulit berbicara

Gejala Kanker Tiroid lainnya jika penyakit bergerak ke jaringan di sekitarnya, seperti pita suara, biasanya penderita akan mengalami kesulitan bicara dan suaranya berubah serak.

  • Kelenjar getah bening

Penderita kanker tiroid juga merasakan Gejala Kanker Tiroid yang ditandai dengan pembesaran pada kelenjar getah bening yang ada dileher. Dengan sentuhan lembut, pembesaran tersebut bisa dirasakan.

  • Sulit menelan

Selain sulit berbicara, Gejala Kanker Tiroid yang ditandai dengan benjolan di tiroid juga menekan kerongkongan, sehingga penderita merasa kesulitan saat menelan makanan.

  • Sulit bernapas

Dalam beberapa kasus, benjolan bahkan bisa menyempitkan tenggorokan, sehingga pasien kanker tiroid juga mengalami Gejala Kanker Tiroid kesulitan dalam bernapas.

  • Nyeri leher

Karena adanya Gejala Kanker Tiroid yang ditandai dengan benjolan dan tekanan terhadap saraf di sekitar leher, bagian tersebut terkadang terasa nyeri. Bahkan nyeri tersebut bisa menyebar sampai ke telinga.

 

 

Mendiagnosis Kanker Tiroid

Untuk menentukan diagnosis terhadap kanker tiroid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai tahap awal pemeriksaan. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga, serta Gejala Kanker Tiroid yang Anda alami, seperti suara serak yang tidak kunjung menghilang. Tes yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker tiroid adalah:

  • Tes fungsi tiroid. Ini adalah jenis tes darah yang berfungsi untuk memeriksa apakah pembengkakan yang terjadi pada leher Anda disebabkan oleh kondisi lain. Tes ini juga berfungsi mengukur hormon tertentu di dalam darah Anda. Tes ini bisa mengetahui jika terjadi masalah kesehatan, seperti kondisi hipertiroidisme atau kondisi hipotiroidisme.
  • Sitologi aspirasi jarum halus. Ini adalah prosedur lanjutan untuk mendiagnosis kanker tiroid. Anda tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit untuk menjalani tes ini. Sebuah jarum yang sangat kecil dimasukkan ke benjolan pada leher untuk mengambil sampel yang kemudian diteliti dengan mikroskop. Tes ini bisa menentukan apakah terdapat sel bersifat kanker dan jenis dari kanker tiroid, jika memang ada.
  • Tes pencitraan. Anda mungkin perlu melakukan tes pencitraan, seperti CT scan, ultrasound, atau PET (positron emission tomography) untuk membantu dokter memastikan apakah kanker yang muncul sudah menyebar ke luar dari kelenjar tiroid.
  • Tes penyakit turunan. Dokter mungkin perlu melakukan tes genetik untuk mencari gen yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid medular.

 

Itulah beberapa Gejala Kanker Tiroid yang wajib diwaspadai. Semoga Anda dijauhkan dari penyakit tersebut! – Gejala Kanker Tiroid

 

Gejala Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment