Gejala Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit – Kanker merupakan jenis penyakit yang ditakuti oleh orang-orang di seluruh pelosok dunia. Kanker dapat menyerang seluruh bagian tubuh manusia, tidak terkecuali kulit, sehingga disebut kanker kulit. – Gejala Kanker Kulit

Penyakit kanker kulit pada umumnya lebih sering menyerang orang dengan pigmen kulit putih, tetapi belum tentu juga penyakit kanker kulit tidak menyerang orang yang berkulit hitam atau gelap. Pada dasarnya, penyakit kanker kulit disebabkan oleh paparan sinar UV dari matahari dengan kulit. – Gejala Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan sel kanker yang tumbuh dan menyerang bagian kulit, jika tidak segera mendapatkan pertolongan dari medis, sel kanker tesebut dapat menyebar dan menyerang bagian organ tubuh lainnya. – Gejala Kanker Kulit

Karena beberapa hal yang disebababkan dari lingkungan kerja atau lingkungan hidup, sehingga membuat insiden kanker kulit terus terjadi dan jumlahnya semakin meningkat.Lalu, apa saja Gejala Kanker Kulit? Berikut penjelesannya.

 

Perkembangan Kanker kulit

  1. Gejala Kanker Kulit
  • Squamous Cell Carcinoma Gejala Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit ini pada umumnya disebabkan oleh keratosis, leukoplakia, dan berbagai jenis kanker lainnya. Terjadinya luka atau ulcer, merupakan penyebab awal pertumbuhannya menjadi cepat. Pada umumnya squamous cell carcinoma bercampur dengan infeksi purulen, bau busuk, dan rasa sakit. Dalam hal ini, akan banyak dijumpai metastase kelejar getah bening lokal. Gejala Kanker Kulit

  • Bassal Cell Carcinoma Gejala Kanker Kulit

Pada awal terjadinya jenis kanker ini, tidak terdapat Gejala Kanker Kulit apapun. Pada tahap awal pertumbuhannya akan berbentuk papula substrat patch keras, ada juga yang berbentuk menonjol verrucos, dan kemudian pada ulserasi berubah menjadi lesi ulkus, dengan bentuk acak dan bagian tepi menonjol seperti mulut gunung merapi, lalu pada bagian bawah tidak merata dan pertumbuhannya sangat lambat. Gejala Kanker Kulit

 

Pasien squamous cell carcinoma lebih banyak terjadi pada usia 30-50 tahun, sedangkan pasien bassal cell carcinoma cenderung terjadi pada usia di atas 50 tahun.

Squamous cell carcinoma dalam waktu yang relatif singkat dapat tumbuh dengan cepat, sedangkan bassal cell carcinoma pertumbuhannya sangat lambat.

Squamous cell carcinoma dapat dengan mudah tumbuh di bagian bibir bawah, bagian hidung, bagian lidah, vulva dan persimpangan lendir kulit.

Sedangkan basal cell carcinoma dapat dengan mudah tumbuh di bagian rongga mata, pada bagian dalam canthus, bagian hidung, pipi, dahi, dan semua area bagian kepala juga leher.

 

  1. Gejala Klinis Kanker Kulit
  • Warna : Pada umumnya, kanker kulit berwarna cokelat, hitam, merah, putih atau bercampur warna biru yang tidak merata, kewaspadaan perlu ditingkatkan, saat menjumpati tahi lalat berubah warna. Gejala Kanker Kulit
  • Bagian tepi : Pada bagian tepi umumnya akan berubah menjadi lebih menonjol dan bergerigi. Hal ini disebabkan karena tumor sudah menyebar secara otomatis ke arah sekitar degenerasi. Gejala Kanker Kulit
  • Bagian permukaan : Pada umumnya, bagian permukaan akan menjadi tidak halus dan juga kasar, dan bagian permukan akan berbentuk menjadi squamous atau flaky deskuamasi. Terkadang dalam hal ini, terdapat eksudat atau errhysis, dan lesi menjadi menonjol lebih tinggi di atas permukaan kulit. Gejala Kanker Kulit
  • Pada bagian kulit sekitar lesi akan muncul edema, sehingga menyebabkan kehilangan cahaya dari kilauan kulit, dan berubah menjadi warna putih atau abu-abu.
  • Rasa yang tidak normal : Pada daerah lokal, umumnya akan terjadi rasa gatal, rasa terbakar atau rasa sakit yang menekan. Gejala Kanker Kulit

 

Pengobatan Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan tumor ganas yang menyerang atau terjadi pada bagian kulit. Jenis kanker kulit yang paling sering ditemui atau dijumpai adalah squamous cell carcinoma dan jenis bassal cell carcinoma. Gejala Kanker Kulit

Kanker kulit dapat mudah terjadi karena adanya paparan sinar UV langsung ke arah bagian permukaan kulit. Beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya kanker kulit sebagai berikut :

  • Sinar X-ray dan thermal radiasi.
  • Paparan sinar matahari.
  • Bahan-bahan kimia, seperti arsenic, minyak bumi, aspal, dan batubara.

Dan beberapa zat lainnya, yang dapat menyebabkan terjadinya kanker kulit. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kanker kulit, kita harus menghindari hal-hal yang telah disebutkan atau dijelaskan di atas.

 

Beberapa Macam Jenis Pengobatan Kanker kulit dengan terapi

Gejala Kanker Kulit – Pengobatan yang tepat, tidak hanya berdasarkan atau berlandaskan dari hasil pemeriksaan histology pada diagnosis kanker kulit saja, tetapi juga harus berdasarkan dari hasil pemeriksaan posisi anatomi, umur pasien, jenis kelamin, serta keadaaan dan kondisi kesehatan umum dari pasien.

Dalam melakukan pengobatan, posisi anatomi yang harus diperhatikan adalah bagian yang mudah kambuh setelah menjalani atau melakukan pengobatan melalui operasi, selalin itu ada juga bagian yang dapat mencapai hasil yang sesuai dengan harapan dari rencana pengobatan, misalnya bagian daerah sekitar pada mata,

daerah sekitar hidung, daerah sekitar telinga merupakan daerah yang memiliki tingkat kekambuhan yang cukup tinggi, sehingga harus memilih cara pengobatan yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi pula.

Keadaan dari kondisi kesehatan pasien kanker kulit harus dipertimbangkan, jika mengalami gangguan koagulasi atau terjadi pembekuan darah, atau anti koagulan saat proses terapi, maka harus melakukan cara pengobatan yang tidak menimbulkan adanya pendarahan.

Untuk pengobatan ini dapat menggunakan terapi pisau Ar-He cryosurgery, terapi radiopartikel, dan immunoterapi. Selain itu, pasien lansia dan juga rapuh merupakan pasien kanker kulit yang terjadi pada wanita.

  1. Terapi Pisau Ar-He Cryosurgery.

Pisau Ar-He merupakan jenis gabungan dari teknik ultra yang beku dan panas dalam melakukan pengobatan tumor. Dari ujung jarum dilepas dengan cepat gas argon, sehingga dapat membekukan jaringan lesi tumor hanya dalam hitungan waktu per detik saja, sampai pada suhu -120°C hingga -165°C, dan mampu membentuk menjadi bola es, lalu jaringan tumor yang terdapat di dalam es akan menjadi “kelaparan-kedinginan”.

Dalam hal ini, keadaan “kelaparan” merupakan kekurangan darah atau iskemia, dan kekurangan oksigen disebut hipoksia, hal ini juga disebabkan karena dalam keadaan suhu yang sangat rendah -165°C, sehingga keadaan ini menyebabkan jaringan tumor koagulasi nekrosiss.

Saat ujung jarum melepas gas helium dengan cepat, dapat menaikkan suhu menjadi 20°C-40°C, sehingga dapat mencapai hasil dalam menghancurkan jaringan tumor, dengan pecah dan cairnya bola es yang keras tersebut. Gejala Kanker Kulit

  1. Terapi Penanaman Radiopartikel

Jenis kanker bassal cell carcinoma dan squamous cella carcinoma adalah jenis kanker yang sangat peka terhadap pengobatan radioterapi.

Sebelum menentukan pengobatan radioterapi, pertimbangkan terlebih dahulu umur pasien, jenis kelamin pasien, umur tumor yang diderita, posisi anatomi, tingkat keberhasilan dan tingkat kekambuhan, dan terakhir yaitu hasil dari pengobatan yang dilakukan. Gejala Kanker Kulit

Partikel I 125 merupakan jenis energy dari radionuklida, yang dapat memancarkan sinar dengan terus-menerus dalam jarak waktu yang sangat dekat, sehingga mampu membunuh jaringan sel tumor, dan dari dalam tumor menimbulkan efek radiasi, sehingga mampu mencapai hasil pengobatan yang sama dengan pengangkatan tumor melalui operasi.

  1. Sel Somatik Immunoterapi.

Sel somatic immunoterapi merupakan terapi dengan memasukkan sel-sel immune yang memiliki keaktifan dalam melawan sel kanker yang masuk ke tubuh pasien penderita kanker kulit,

sehingga mampu membunuh sel tumor secara langsung atau dapat merangsang reaksi anti tumor dalam kekebalan tubuh menjadi meningkat. Sel somatic immunoterapi adalah terapi teh hijau,

terapi ini memiliki manfaat dapat membersihkan sel-sel kanker yang tersisa atau dormasi sel dalam darah secara tuntas. – Gejala Kanker Kulit

 

Gejala Kanker Kulit

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Ciri-Ciri Kanker Kulit. Kanker kulit adalah sejenis kanker yang lebih sering menyerang orang dengan pigmen kulit putih. Namun hal ini tentu saja tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit kanker kulit tidak akan menyerang orang dengan kulit gelap. Hal ini karena kanker kulit pada dasarnya disebabkan oleh bahaya sinar UV yang memapar kulit.

Orang berkulit putih cenderung lebih berisiko sebab mereka memiliki pigmen pelindung dari sinar UV yang jauh lebih sedikit ketimbang orang berkulit hitam. Dengan terjadinya cuaca ekstrem dan gejala pemanasan global, sangat penting bagi Anda untuk mengenali Ciri-Ciri Kanker kulit agar dapat melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit mematikan ini, atau bahkan untuk melakukan pengobatan dini.

 

Tanda-Tanda-Kanker-Kulit

Ciri-Ciri Kanker Kulit yang pertama adalah adanya tumor atau tompel atau benjolan yang dapat terlihat dari luar. Inilah yang menyebabkan kanker kulit cenderung memiliki risiko kematian paling sedikit, sebab Ciri-Ciri Kanker Kulit bisa dikenali dengan mudah, sehingga pertolongan medis pun bisa dilakukan lebih cepat. Selain itu, kulit juga merupakan organ yang letaknya paling jauh dari organ vital utama manusia, sehingga kemungkinan penyebarannya membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

Jenis benjolan pada gejala kanker kulit merupakan Ciri-Ciri Kanker Kulit adanya kemungkinan kanker kulit stadium awal. Bila Anda menemukan sebuah benjolan tidak wajar, artinya tiba-tiba muncul dan belum pernah dirasakan sebelumnya, maka perhatikanlah beberapa Ciri-Ciri Kanker Kulit berikut:

  • Ciri-Ciri Kanker Kulit bentuk benjolan yang kurang beraturan atau asimetris. Sehingga antara bentuk bagian kiri dan kanannya terlihat berbeda.
  • Ciri-Ciri Kanker Kulit adanya batas pinggiran benjolan yang terlihat tidak rata dan cenderung memiliki tekstur yang kasar.
  • Ciri-Ciri Kanker Kulit benjolan memiliki warna yang tidak rata atau bergradasi, misalnya warna gelap di tengah dan warna cokelat muda di bagian pinggir hingga batas tepinya.
  • Ciri-Ciri Kanker Kulit besar diameter benjolan yang tidak wajar, bandingkan dengan diameter sebuah pensil.
  • Ciri-Ciri Kanker Kulit bentuknya yang berubah-ubah jika diamati secara teliti. Untuk membuktikan hal ini Anda bisa mengambil foto benjolan atau tompel pada hari pertama Anda mengetahuinya. Kemudian lakukan pengambilan foto pada minggu berikutnya, amati apakah ada perubahan bentuk, warna, atau bahkan ukuran.

Sementara Ciri-Ciri Kanker Kulit yang lain adalah dengan adanya benjolan yang terasa gatal atau bahkan sakit jika disentuh. Amati juga bila terdapat luka kecil pada kulit yang terus mengeluarkan darah sehingga cenderung tidak sembuh. Hal ini bisa jadi adalah gejala kanker kulit.

 

Diagnosis Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan jenis kanker ganas yang menyerang daerah kulit, menyerang bagian-bagian tubuh yang terbuka oleh kulit, sehingga membuat keadaan dan kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang menjadi tidak nyaman.

Jika melakukan diagnosis kanker kulit tepat waktu, maka akan sangat membantu dalam proses pengobatan untuk mengatasi kanker kulit tersebut.

Ciri-Ciri Kanker Kulit juga pada seseorang yang telah lanjut usia, seperti 50-60 tahun, memiliki resiko terbesar terserang penyakit kanker kulit. Tetapi, dalam hal ini banyak orang yang malas dan tidak ingin direpotkan oleh proses pemeriksaan medis. Berikut ini akan dijelaskan mengenai metode pengobatan dari kanker kulit.

 

  1. Langkah Diri Untuk Melakukan Pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit :
  • Menatap cermin kearah bawah, posisi tubuh dalam keadaan tidak mengenakan sehelai pakaian apapun, pertama dapat memulainya dari telapak tangan, lalu periksa telapak tangan, jari-jari, lengan atas dan bagian lengan bawah.
  • Kemudian, langkah selanjutnya angkat kedua tangan ke atas, lekukan sikut tangan, dan lakukan pemeriksaan sendiri dengan teliti pada bagian lengan bawah juga bagian sendi-sendinya.
  • Lakukan pemeriksaan tubuh bagian depan, yaitu mulai dari pemeriksaan bagian muka, bagian leher, bagian perut, bagian dada, bagian dari daerah intim, lalu bagian paha atas dan bagian paha bawah.
  • Pemeriksaan tubuh bagian samping dengan mengangkat kedua tangan ke atas, langkah pertama periksalah tubuh bagian sebelah kiri, dan lalu periksa tubuh bagian sebelah kanan.
  • Lalu selanjutnya, punggung menghadap ke arah cermin atau membelakangi cermin, gunakan cermin kecil agar mudah digenggam tangan, lihat leher bagian belakang , punggung, pinggul, dan kedua lengan bagian belakang. Jika merasakan sulit, Anda dapat meminta bantuan kepada saudara atau kerabat, dan pasangan Anda, agar dapat melakukan pemeriksaan bagian belakang.
  • Anda dapat meminta bantuan sesorang untuk menyisir rambut, lalu lakuanlah pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit bagian kepala Anda, apakah ada sesuatu hal yang mencurigakan di kulit kepala Anda atau tidak.
  • Langkah selanjutnya, Anda dapat duduk, lalu periksalah bagian kaki Anda, dari bagian tumit, bagian jari kaki dan bagian telapak kaki, jika pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit bagian bawah kaki sudah selesai, kemudian segera Anda mengambil cermin untuk melakukan pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit pada betis bagian depan maupun pada bagian belakang, amatilah dengan cermat, apakah terdapat tanda-tanda adanya lesi atau tidak.

 

Sedangkan diagnosis secara medis, pemeriksaan awal dilakukan oleh dokter kulit. Seorang dokter kulit yang telah berpengalaman, biasanya dapat mengetahuinya dengan cukup mengamati Ciri-Ciri Kanker Kulit bagian benjolan yang berada di atas permukaan kulit merupakan tumor jinak atau ganas.

 

  1. Poin Diagnosis Kanker Kulit

Berikut ini beberapa poin yang harus diperhatikan dalam diagnosis kanker kulit.

  • Pertama-tama, Anda harus memperhatikan bahan-bahan atau zat yang berhubungan atau melakukan kontak langsung dengan kulit Anda. Waspadalah, terhadap terjadinya Ciri-Ciri Kanker Kulit bagi penderita yang memiliki penyakit kulit kronis, dan orang-orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan zat-zat radioaktif, di bidang batubara, dan aspal yang biasa digunakan untuk jalanan. Karena hal tersebut adalah dasar penting dalam diagnosi kanker kulit.
  • Jika Anda mengalami kelainan pada kulit, maka hal ini harus diperhatikan dan patut dicurigai, jika Anda menemukan sebuah nodul yang keras pada permukaan kulit, lalu bagian tepinya ada benjolan atau menonjol, serta terdapat pertumbuhan pada sekitarnya, waspadalah, karena Ciri-Ciri Kanker Kulit Tersebut kemungkinan yang terjadi itu adalah kanker kulit, khususnya bagi Anda yang telah memasuki usia di atas 40 tahun.
  • Dan yang terakhir, Anda dapat melakukan pemeriksaan medis histopatologi untuk mendiagnosis kanker kulit. Melakukan pemeriksaan medis histopatologi sangat penting, karena hasil pemeriksaan yang akurat. Jika hasil pemeriksaan Ciri-Ciri Kanker Kulit menunjukkan Anda terkena kanker kulit, diharapkan jangan panik, Anda dapat menentukan langkah pengobatan selanjutnya sesuai dengan kodisi penyakit yang Anda derita. Lakukanlah konsultasi dengan ahlinya, untuk mendapatkan hasil pengobatan yang baik juga efektif.

 

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Kanker Tiroid

Penyakit Kanker Tiroid

Penyakit Kanker Tiroid

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan dari leher yang mengeluarkan hormon dan mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lain-lainnya. Berikut ini adalah ketiga hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid:

 

Triiodothyronin (T3) dan thyroxine (T4). Kedua hormon ini membantu mengatur tingkat metabolisme tubuh, seperti seberapa cepat pembakaran kalori yang dibutuhkan tubuh. Kandungan hormon T3 dan T4 yang berlebih bisa membuat Anda menjadi overaktif dan menurunkan berat badan tubuh, tapi jika kekurangan kedua hormon ini berat badan akan bertambah dan Anda merasa lemah.

Calcitonin. Ini adalah jenis hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium di dalam darah, yang mana kalsium membantu dalam proses pembentukan tulang yang kuat. Tapi hormon ini tidak terlalu penting untuk menjaga kesehatan karena tubuh juga memanfaatkan cara lain dalam mengendalikan kalsium dalam darah.

 

Penyakit Kanker Tiroid sendiri adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam kelenjar tiroid. Penyakit Kanker Tiroid merupakan sejenis kanker yang cukup jarang terjadi dan biasanya mudah disembuhkan jika diketahui sejak awal.

 

Penyakit Kanker Tiroid biasanya terjadi pada orang yang berusia antara 35-39 tahun dan juga pada usia 70 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko mengalami Penyakit Kanker Tiroid dua hingga tiga kali lipat dibandingkan pria. Meski alasan pasti kenapa hal ini terjadi masih tidak diketahui, tapi ada kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita.

 

Penyakit Kanker Tiroid terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Karsinoma papiler. Ini adalah jenis Penyakit Kanker Tiroid yang paling umum (sekitar 60 persen kasus kanker tiroid) dan biasanya memengaruhi wanita pada usia di bawah 40 tahun.
  • Karsinoma folikuler. Jenis ini terjadi sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker tiroid dan cenderung terjadi pada orang-orang lanjut usia.
  • Karsinoma medular tiroid. Jenis ini terjadi sekitar 5-8 persen dari seluruh kasus Penyakit Kanker Tiroid, tapi Penyakit Kanker Tiroid jenis ini bisa turun-menurun di dalam satu keluarga, ini yang membedakan dengan jenis kanker tiroid lainnya.
  • Karsinoma tiroid anaplastik. Ini jenis Penyakit Kanker Tiroid yang paling jarang dan paling agresif. Kondisi ini hanya terjadi pada 5 persen dari kasus Penyakit Kanker Tiroid yang ada dan umumnya terjadi pada orang pada usia 60 tahun ke atas.

 

Gejala Apa Saja yang Terjadi Pada Penyakit Kanker Tiroid?

Gejala utama dari Penyakit Kanker Tiroid adalah munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan dari leher, lebih tepatnya di bawah jakun, dan biasanya tidak terasa sakit. Tapi pada tahapan awal, Penyakit Kanker Tiroid jarang menimbulkan gejala dan cenderung tidak ada gejala sama sekali.

 

Sedangkan gejala lain dari Penyakit Kanker Tiroid biasanya muncul setelah kanker memasuki stadium lanjutan, seperti:

  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan dalam menelan.
  • Perubahan suara atau menjadi serak dan tidak membaik setelah beberapa minggu.
  • Rasa sakit pada bagian leher.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.

 

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid disebabkan oleh Penyakit Kanker Tiroid. Hanya sekitar lima persen dari benjolan pada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kanker.

Sebagian besar pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan nama penyakit gondok. Kondisi ini tidak bersifat kanker dan disebabkan oleh hipertiroidisme (terlalu banyak hormon T3 dan T4) dan hipotiroidisme (kekurangan hormon T3 dan T4).

 

Faktor Apa Saja yang Meningkatkan Risiko Menderita Penyakit Kanker Tiroid?

Penyebab pasti dari Penyakit Kanker Tiroid pada sebagian besar kasus yang terjadi masih belum diketahui, tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami Penyakit Kanker Tiroid, yaitu:

 

  • Mengalami gangguan pada tiroid. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit tiroid jinak, seperti inflamasi kelenjar tiroid atau penyakit gondok, lebih berisiko menderita Penyakit Kanker Tiroid. Sebanyak 20 persen kasus kanker tiroid muncul pada orang yang mengalami kondisi ini. Tapi penderita hipotiroidisme dan hipertiroidisme tidak meningkatkan risiko menderita Penyakit Kanker Tiroid.
  • Riwayat kesehatan keluarga. Mutasi genetik yang diturunkan menjadi penyebab dari beberapa kasus karsinoma tiroid menduler. Risiko untuk menderita Penyakit Kanker Tiroid meningkat bila seseorang memiliki kerabat yang pernah menderita Penyakit Kanker Tiroid. Pastikan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah terdapat mutasi genetik bagi Anda yang memiliki kerabat dengan kondisi tersebut.
  • Pernah menderita gangguan payudara jinak. Penderita gangguan payudara yang tidak bersifat kanker, seperti kista payudara, lebih berisiko mengembangkan Penyakit Kanker Tiroid daripada wanita yang belum pernah mengalami kondisi ini.
  • Tinggi dan berat badan. Orang yang memiliki berat badan berlebih dan juga orang dewasa dengan badan lebih tinggi dari rata-rata, memiliki risiko lebih tinggi mengalami Penyakit Kanker Tiroid.
  • Pajanan terhadap radiasi. Radiasi dari nuklir atau radiasi dari pengobatan medis dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami Penyakit Kanker Tiroid.
  • Gangguan pencernaan. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan yang bernama familial adenomatous polyposis (FAP), maka Anda lebih berisiko mengalami Penyakit Kanker Tiroid. FAP merupakan penyakit turunan dan biasanya disebabkan karena mewarisi gen yang cacat.
  • Makanan. Orang yang terlalu banyak mengonsumsi mentega, keju, dan daging lebih berisiko mengalami Penyakit Kanker Tiroid. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk menurunkan risiko Anda. Orang dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) yang tinggi atau jika makanan yang Anda konsumsi mengandung iodium rendah juga meningkatkan risiko mengalami kanker tiroid. Orang yang mengalami radiasi dan yang pernah mengalami gangguan tiroid akan memiliki kadar iodium dalam tubuh yang rendah.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko 2-3 kali lipat untuk menderita Penyakit Kanker Tiroid dibandingkan pria. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi bulanan atau ketika sedang hamil, tapi belum ada cukup bukti untuk memastikan teori ini.
  • Akromegali. Ini adalah kondisi yang langka yang mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan, akibatnya orang yang mengalami kondisi ini lebih berisiko terkena Penyakit Kanker Tiroid.

 

Penting untuk diingat bahwa orang yang memiliki satu atau beberapa faktor risiko di atas belum tentu akan menderita Penyakit Kanker Tiroid di masa mendatang. Beberapa orang yang menderita Penyakit Kanker Tiroid juga tidak mengalami faktor risiko di atas.

 

Mendiagnosis Penyakit Kanker Tiroid

Untuk menentukan diagnosis terhadap Penyakit Kanker Tiroid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai tahap awal pemeriksaan. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga, serta gejala-gejala yang Anda alami, seperti suara serak yang tidak kunjung menghilang. Tes yang dilakukan untuk mendiagnosis Penyakit Kanker Tiroid adalah:

  • Tes fungsi tiroid. Ini adalah jenis tes darah yang berfungsi untuk memeriksa apakah pembengkakan yang terjadi pada leher Anda disebabkan oleh kondisi lain. Tes ini juga berfungsi mengukur hormon tertentu di dalam darah Anda. Tes ini bisa mengetahui jika terjadi masalah kesehatan, seperti kondisi hipertiroidisme atau kondisi hipotiroidisme.
  • Sitologi aspirasi jarum halus. Ini adalah prosedur lanjutan untuk mendiagnosis Penyakit Kanker Tiroid. Anda tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit untuk menjalani tes ini. Sebuah jarum yang sangat kecil dimasukkan ke benjolan pada leher untuk mengambil sampel yang kemudian diteliti dengan mikroskop. Tes ini bisa menentukan apakah terdapat sel bersifat kanker dan jenis dari kanker tiroid, jika memang ada.
  • Tes pencitraan. Anda mungkin perlu melakukan tes pencitraan, seperti CT scan, ultrasound, atau PET (positron emission tomography) untuk membantu dokter memastikan apakah kanker yang muncul sudah menyebar ke luar dari kelenjar tiroid.
  • Tes penyakit turunan. Dokter mungkin perlu melakukan tes genetik untuk mencari gen yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid medular.

 

Pengobatan Pada Penyakit Kanker Tiroid

Pengobatan yang dilakukan pada kanker tiroid sangat bergantung kepada jenis dan stadium dari kanker yang Anda derita. Tim dokter dari berbagai spesialisasi mungkin perlu memeriksa Anda untuk menentukan jenis pengobatan yang terbaik dan paling sesuai dengan kondisi Anda saat itu.

 

Beberapa jenis kanker, seperti karsinoma papiler, karsinoma folikuler, dan sebagian karsinoma tiroid meduler, memiliki peluang yang lebih baik untuk sembuh. Kanker tiroid jenis ini ditangani dengan cara operasi pengangkatan kelenjar tiroid, dan mungkin digabungkan dengan radioterapi.

 

Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan untuk menangani kanker tiroid.

 

  • Ini adalah prosedur pengangkatan kelenjar tiroid, baik sebagian (hemitiroidektomi) atau keseluruhannya (tiroidektomi total). Prosedur ini bergantung pada jenis dan ukuran kanker tiroid, serta apakah sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Anda akan disarankan untuk beristirahat selama 2-3 minggu setelah operasi. Ini dimaksudkan untuk menghindari aktivitas yang memberikan beban pada bagian leher Anda.
  • Terapi pengganti hormon. Anda tidak akan bisa menghasilkan hormon yang mengatur sistem metabolisme tubuh setelah prosedur tiroidektomi. Oleh karena itu Anda akan memerlukan tablet pengganti hormon seumur hidup Anda. Mungkin Anda perlu melakukan tes darah secara teratur untuk penyesuaian dosis dan memantau kadar hormon apakah sudah tepat untuk tubuh Anda.
  • Pengaturan kadar kalsium. Pascaoperasi pengangkatan kelenjar tiroid, pada beberapa kasus, kelenjar paratiroid bisa terpengaruh. Kelenjar paratiroid berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah dan terletak di dekat kelenjar tiroid.
  • Perawatan iodium radioaktif. Pengobatan ini berfungsi menghancurkan sel-sel kanker yang masih ada dan mencegah munculnya kembali kanker setelah Anda menjalani operasi. Pengobatan ini tidak bisa digabungkan dengan terapi pengganti hormon karena efektivitasnya akan terganggu. Demikian pula, orang yang menjalani prosedur ini juga harus mengurangi konsumsi iodium dalam makanannya karena bisa menurunkan efektivitas pengobatan dengan cara ini. Disarankan untuk menghindari segala macam hidangan laut, kurangi konsumsi produk olahan dari susu, dan tidak mengonsumsi obat batuk, serta garam laut. Perbanyak konsumsi daging, buah, sayuran, dan nasi yang memiliki kandungan iodium rendah. Wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak disarankan menjalani prosedur pengobatan ini karena bisa berpengaruh pada kondisi janin dan bayi. Anda juga disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang bagus untuk menghindari kehamilan, setidaknya enam bulan setelah perawatan ini. Prosedur ini tidak berpengaruh pada kesuburan wanita, tapi bisa sedikit memengaruhi tingkat kesuburan pada pria. Efek samping yang mungkin terjadi akibat prosedur ini adalah mual, mulut kering, mata kering, serta indera perasa dan penciuman yang berubah.
  • Radioterapi eksternal. Prosedur yang mana gelombang radioaktif diarahkan pada bagian tubuh yang terpengaruh. Pengobatan ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tahap lanjutan atau karsinoma tiroid anaplastik. Jangka waktu radioterapi sendiri bergantung kepada jenis kanker dan perkembangannya. Efek samping yang biasa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, mulut kering, dan sakit saat menelan.
  • Kemoterapi. Prosedur ini biasanya hanya digunakan untuk mengatasi karsinoma tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh yang lain. Anda akan mengonsumsi obat yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan ini jarang sekali bisa menyembuhkan kanker anaplastik, tapi bisa memperlambat perkembangan dan membantu meredakan gejala yang muncul akibat kanker tiroid. Beberapa kemungkinan efek samping yang bisa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, tukak mulut, dan kehilangan selera makan. Ketika Anda menjalani kemoterapi, Anda juga akan rentan mengalami infeksi.

 

Apa Saja Komplikasi Akibat Penyakit Kanker Tiroid?

Kanker tiroid yang sudah diobati bisa muncul kembali, meski kelenjar tiroid Anda sudah diangkat melalui prosedur operasi. Hal ini terjadi diduga karena sel-sel kanker yang ada sudah menyebar hingga ke luar kelenjar tiroid. Kemunculan kembali kanker tiorid biasanya terjadi dalam kurun waktu lima tahun setelah operasi, tapi bisa juga muncul puluhan tahun setelah penanganan awal kondisi Anda.

 

Kemunculan ini bisa terjadi pada bagian kelenjar getah bening pada leher, jaringan kelenjar tiroid yang masih tertinggal pada saat operasi, atau pada bagian tubuh lainnya. Kondisi ini bisa ditangani dan biasanya dokter akan menyarankan Anda melakukan tes fungsi tiroid secara berkelanjutan untuk memeriksa kemunculan kembali kanker tiroid, seperti:

 

  • Tes tiroglobulin. Tes tiroglobulin adalah tes darah khusus untuk mengamati munculnya kembali sel-sel kanker. Tiroglobulin adalah protein yang dilepaskan oleh kelenjar tiroid yang sehat, tapi protein ini juga bisa dilepaskan oleh sel-sel kanker. Jika kelenjar tiroid sudah diangkat, seharusnya tidak ada lagi tiroglobulin dalam darah terkecuali sel-sel kanker kembali muncul. Tes ini cukup efektif untuk memeriksa apakah ada kemunculan kembali sel-sel kanker. Tes ini biasanya dilakukan tiap enam bulan sekali.
  • Ultrasound. Tes pencitraan bisa memperlihatkan jika terjadi kemunculan kembali kanker di dalam leher Anda.
  • Tes radioaktif iodium. Tes ini akan memperlihatkan sel-sel tiroid yang bersifat kanker di dalam tubuh Anda. Anda akan diminta untuk menelan sedikit radioaktif iodium sebelum melakukan tes pencitraan. Bagi Anda yang sedang hamil atau menyusui, beri tahu kondisi Anda pada dokter sebelum melakukan tes ini. Tes ini biasanya dilakukan 6-8 bulan pascaoperasi.

 

Penyakit Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Darah atau Leukemia

Kanker Darah atau Leukimia.

Kanker Darah atau Leukimia

Kanker Darah atau Leukimia adalah kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul.

Namun lain halnya dengan pengidap kanker darah. Sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

 

Jenis-jenis Kanker Darah atau Leukimia

Ada berbagai jenis Kanker Darah atau Leukimia. Berdasarkan kecepatan perkembangannya, kanker ini dapat dikelompokkan menjadi akut dan kronis.

Kanker Darah atau Leukimia akut berkembang dengan cepat akibat penambahan jumlah sel darah putih yang abnormal yang pesat dan penyebarannya ke dalam aliran darah. Jenis ini harus ditangani dengan segera.

Sementara itu, kanker darah kronis berkembang secara perlahan-lahan dan dalam jangka panjang. Gejalanya cenderung tidak segera dirasakan sehingga baru terdiagnosis setelah bertahun-tahun. Sel-sel darah putih yang seharusnya sudah mati akan tetap hidup dan menumpuk dalam aliran darah, sumsum tulang, serta organ-organ lain yang terkait.

Kanker Darah atau Leukimia juga dapat dikategorikan menurut jenis sel darah putih yang diserang. Kanker darah yang menyerang sel-sel limfa dikenal dengan istilah leukemia limfotik dan yang menyerang sel-sel mieloid disebut leukemia mielogen.

Berdasarkan dua pengelompokan di atas, terdapat empat jenis Kanker Darah atau Leukimia yang paling sering terjadi. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing jenisnya.

Leukemia limfotik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL)

ALL dapat menghambat fungsi limfosit sehingga pengidapnya berpotensi mengalami infeksi yang serius. Kanker Darah atau Leukimia ini umumnya diidap oleh anak-anak, tapi juga mungkin menyerang dewasa.

Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML)

Ini adalah jenis Kanker Darah atau Leukimia yang umumnya menyerang dewasa. Tetapi AML juga dapat diidap oleh anak-anak serta remaja. Kanker ini akan membentuk sel-sel mieloid yang tidak sempurna dan dapat menyumbat pembuluh darah.

Leukemia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL)

Jenis Kanker Darah atau Leukimia ini hanya dialami oleh orang dewasa. CLL umumnya baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejala-gejalanya untuk waktu yang lama.

Leukemia mielogen kronis atau Chronic myelogenous leukemia (CML)

Jenis Kanker Darah atau Leukimia ini umumnya diderita oleh dewasa. CML memiliki dua tahap. Pada tahap pertama, sel-sel abnormal akan berkembang secara perlahan-lahan. Lalu saat memasuki tahap kedua, jumlah sel-sel abnormal akan bertambah dengan pesat sehingga kondisi pasien akan menurun secara drastis.

Secara umum, Kanker Darah atau Leukimia terjadi akibat produksi sel darah putih yang terlalu cepat sehingga banyak sel yang masih belum terbentuk secara sempurna dan akhirnya kekebalan tubuh penderitanya tidak berfungsi secara maksimal.

Gejala-gejala Kanker Darah atau Leukimia

Gejala Kanker Darah atau Leukimia sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap.

Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:

  • Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  • Demam.
  • Menggigil.
  • Sakit kepala.
  • Muntah-muntah.
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
  • Nyeri pada tulang atau sendi.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa.
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah atau Leukimia

Penyebab dasar Kanker Darah atau Leukimia belum diketahui secara pasti. Tetapi terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor pemicu Kanker Darah atau Leukimia tersebut meliputi:

  • Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker darah, risiko Anda untuk terkena kanker yang sama akan meningkat.
  • Kelainan genetik, misalnya sindrom down.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pengaruh kelainan darah yang diderita, misalnya myelodysplastic syndrome.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Merokok. Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

Diagnosis dan Pengobatan Kanker Darah atau Leukimia

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang ada sebelum memeriksa kondisi fisik Anda. Jika menduga Anda mengidap kanker darah, misalnya karena adanya pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih mendetail yang meliputi tes darah serta biopsi sumsum tulang.

Tes darah akan menunjukkan kadar sel darah putih yang abnormal. Sementara biopsi sumsum tulang digunakan untuk memastikan keberadaan sel-sel Kanker Darah atau Leukimia. Prosedur yang dilakukan dengan mengambil sampel sumsum tulang ini juga digunakan untuk mengetahui jenis kanker darah.

Setelah diagnosis kanker darah positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada banyak faktor, antara lain usia dan kondisi kesehatan Anda serta jenis dan stadium kanker darah yang Anda idap. Berikut ini adalah metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah.

  • Kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Radioterapi untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
  • Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian rentan dalam sel-sel kanker.
  • Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker.
  • Transplantasi sel induk atau stem cell untuk penggantian sumsum tulang yang sudah rusak dengan yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.

 

Kanker Darah atau Leukimia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Retinoblastoma atau Kanker Mata

Retinoblastoma atau Kanker Mata

Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah kanker pada mata yang umumnya dialami oleh anak-anak, namun dapat juga dialami oleh orang dewasa. Retinoblastoma menyerang selaput jala mata atau retina yang terletak pada dinding mata sebelah dalam. Retinoblastoma dapat menyerang salah satu atau kedua mata. Kebanyakan penyakit ini terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

 

Penyebab Retinoblastoma

Retina manusia dibentuk oleh sel-sel yang disebut retinoblas. Kanker terjadi karena adanya mutasi genetik yang membuat retinoblas terus bereproduksi hingga tumor tumbuh pada retina. Kanker ini dapat tumbuh ke seluruh bagian mata hingga menyebar ke bagian tubuh lain, seperti otak dan tulang belakang.

 

Faktor risiko Retinoblastoma

Terjadinya mutasi genetik pada penyakit ini tidak diketahui pada sebagian besar kasus, namun ada kemungkinan bahwa seorang anak mengalami penyakit ini karena diturunkan dari orang tua. Retinoblastoma yang diturunkan disebut retinoblastoma heresiter. Retinoblastoma jenis ini biasanya mengenai kedua mata serta dapat berkembang bahkan sejak usia sangat muda.

Retinoblastoma yang tidak disebabkan oleh mutasi genetik umumnya terjadi secara kebetulan dan hanya mengenai salah satu mata. Sementara retinoblastoma pada orang dewasa bisa juga dipicu oleh penyakit diabetes atau terdapat sejarah penyakit mata lainnya di dalam riwayat kesehatan keluarga.

 

Gejala dan komplikasi Retinoblastoma

Gejala umum retinoblastoma dapat berupa leukokoria, yaitu terdapat warna putih pada pupil mata saat disinari cahaya. Dapat juga terjadi juling, pembengkakan mata, dan mata merah. Segera temui dokter jika kondisi mata anak memburuk, seperti mata merah yang tidak kunjung membaik.

Penyakit ini bisa menyebabkan kebutaan dan timbulnya kanker jenis lain pada anak-anak yang pernah mengidap retinoblastoma. Kanker dapat timbul kembali di mata yang sehat atau di bagian tubuh lain. Pengidap penyakit ini akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara rutin, sebelum dan sesudah perawatan untuk meminimalisasi retinoblastoma terulang kembali.

 

Penanganan Retinoblastoma

Dokter akan melihat sejauh mana tingkat keparahan pasien. Selanjutnya akan ditentukan apakah kebutaan masih dapat dihindari atau perlunya dilakukan pengangkatan mata yang akan digantikan dengan mata buatan.

Salah satu cara mengobati penyakit ini adalah menggunakan terapi laser (laser photocoagulation). Terapi sinar laser dapat digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah yang menutrisi tumor dan menyebabkan matinya sel kanker.

Pilihan terapi lainnya adalah dengan krioterapi atau terapi dingin. Terapi ini menggunakan cairan nitrogen yang sangat dingin untuk membekukan sel kanker sebelum diangkat. Proses pembekuan dan pengangkatan ini dapat dilakukan beberapa kali selama prosedur perawatan. Proses ini dilakukan hingga sel kanker mati. Selain itu, terdapat terapi panas yang merupakan kebalikan dari terapi dingin. Termoterapi menggunakan gelombang ultrasonik, gelombang mikro, atau laser untuk mengarahkan panas dan membunuh sel kanker.

Obat kemoterapi dan terapi radiasi (radioterapi) dapat juga termasuk cara yang biasa digunakan untuk membasmi sel kanker. Jika kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker, maka terapi radiasi menggunakan penyinaran X-ray untuk melakukannya. Radiasi internal atau brachytherapy menggunakan alat yang ditempatkan di dekat tumor untuk mengurangi risiko terpaparnya jaringan sehat terhadap radiasi. Bagi penderitanya yang parah, terapi radiasi eksternal dapat dilakukan untuk memberikan paparan radiasi yang lebih besar. Dibandingkan terapi internal, terapi ini berisiko turut merusak jaringan yang sehat.

Tindakan operasi pengangkatan mata dilakukan bila ukuran tumor sudah terlalu besar dan/atau tumor sudah tidak bisa diobati dengan perawatan lainnya. Operasi pengangkatan mata terdiri dari beberapa tahapan yang diawali dengan pengangkatan bola mata yang terjangkit kanker atau disebut enukleasi. Setelah itu, sebuah bola buatan (implan) dipasang dan disambungkan dengan otot-otot mata. Jaringan otot ini akan beradaptasi dengan jaringan mata seiring proses penyembuhan anak, sehingga nantinya mata implan dapat bergerak seperti mata alami walaupun tidak bisa melihat. Mata tiruan baru akan dipasang  beberapa minggu setelah operasi dan diletakkan bersama implan mata di balik kelopak mata. Selain berdampak kepada penglihatan anak, prosedur operasi ini juga memiliki efek samping pendarahan dan infeksi.

Pencegahan retinoblastoma

Sementara sebagian besar kasus ini belum memiliki tindak pencegahan yang pasti, pemeriksaan mata secara rutin yang dimulai sejak lahir dapat mendeteksi retinoblastoma lebih cepat. Biasanya, kunjungan rutin ke dokter anak pada tahun-tahun awal anak dilahirkan, sudah mencakup pemeriksaan mata. Dokter akan mengecek tanda-tanda penyakit turunan termasuk tanda-tanda tumor pada mata. Pemeriksaan mata secara rutin pada orang dewasa dapat dilakukan paling tidak setahun sekali untuk memonitor kesehatan mata serta memperkecil risiko kanker terulang kembali.

 

Retinoblastoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Kelenjar Getah Bening

Kanker Kelenjar Getah Bening

 

Kanker Kelenjar Getah Bening, Kelenjar getah bening merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh. Kelenjar getah bening ini biasanya terdapat pada dada, bawah ketiak, leher, dan pangkal paha. Kanker kelenjar getah bening sering disebut dengan limfoma, ini merupakan jenis kanker ganas yang menyerang sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan satu bagian penting dari sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas pennting dalam membentuk barisan pertahanan guna melawan keberadaan infeksi maupun kanker.

Kanker Kelenjar Getah Bening

Kanker Kelenjar Getah Bening

Dalam sitem limfatik terdapat cairan seperti susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang mengalir keseluruh tubuh melewati pembuluh darah. Kanker kelenjar getah bening merupakan penyakit yang sangat sangat dan menakutkan yang dapat menyerang pria dan wanita. Kanker kelenjar bening biasanya menyerang orang yang telah berusia lanjut diatas 60 tahun, tetapi ada beberapa kasus kanker kelenjar getah bening terjadi pada orang berusia muda.

Menurut jenisnya, kanker kelenjar getah bening dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Limfoma hodgkin’s merupakan jenis kanker yang ditandai dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening, namun tidak menimbulkan rasa sakit. Pembengkakan ini biasanya terjadi karena virus atau bakteri. Pembengkakan yang merupakan penyebab kanker kelenjar getah bening ini, akan mengganggu produksi sel normal pada kelenjar getah bening. Kemudian sel yang abnormal akan terus berkembang dengan cepat dan menjadi sel kanker pada sistem limfoid.
  • Limfoma Non Hodgkin’s merupakan jenis kanker kelenjar getah bening yang semakin ganas. Limfoma non hodgkin’s berasal dari limfonodus dan jaringan limfa lainnya. Risiko terjadinya limfoma non hodgkin’s akan bertambah dengan bertambahnya usia. Biasanya yang terjangkit penyakit ini adalah orang dengan usia di atas 60 tahun.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Gejala utama yang dialami pengidap kanker kelenjar getah bening adalah tumbuhnya benjolan. Benjolan ini tidak terasa sakit dan umumnya muncul pada leher, ketiak, dan selangkangan. Selain benjolan, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan pengidap. Indikasi-indikasi tersebut biasanya meliputi:

  • Selalu merasa lelah.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Demam dan menggigil.
  • Sering mengalami infeksi atau infeksi yang sulit sembuh.
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Tidak nafsu makan.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Sakit perut.
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh.
  • Gangguan pernapasan.
  • Sakit dada.

Segeralah temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut. Meski memiliki benjolan, bukan berarti Anda pasti menderita limfoma, tapi disarankan untuk tetap melakukan pemeriksaan sedini mungkin.

Penyebab dan Faktor Risiko Limfoma

Limfoma terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit sehingga pertumbuhannya menjadi tidak terkendali. Penyebab di balik mutasi tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena limfoma. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Sebagian besar limfoma Hodgkin terjadi pada pengidap yang berusia 15-30 tahun dan lansia di atas 55 tahun. Sedangkan risiko limfoma non-Hodgkin akan meningkat seiring usia, khususnya lansia berusia di atas 60 tahun.
  • Faktor keturunan. Risiko Anda untuk terkena limfoma akan meningkat jika Anda memiliki anggota keluarga inti (ayah, ibu, atau saudara kandung) yang menderita jenis kanker yang sama.
  • Pernah tertular virus Epstein-Barr atau EBV. Virus ini menyebabkan demam kelenjar. Orang yang pernah mengalami demam kelenjar lebih berisiko mengalami limfoma Hodgkin.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV atau menggunakan obat imunosupresan.
  • Jenis kelamin. Limfoma lebih sering menyerang pria dibandingkan dengan wanita.

Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening

Untuk mengobati dan mencegah kanker kelenjar getah bening Anda dapat mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !

Kanker Kelenjar Getah Bening

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Usus Besar Seperti Apa ?

Kanker Usus Besar Seperti Apa ?

 

Kanker Usus Besar Seperti Apa ?

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah jenis kanker yang menyerang usus besar atau bagian terakhir pada sistem pencernaan manusia. Penyakit ini dapat diidap oleh segala usia, meski 90 persen penderitanya berusia di atas 60 tahun.

Sebagian besar kasus kanker usus besar diawali dengan pembentukan gumpalan-gumpalan sel berukuran kecil yang disebut polip adenoma. Gumpalan ini kemudian menyebar secara tidak terkendali seiring waktu.

Oleh karena itu kita harus mengetahui apa saja ciri-ciri dan gejala kanker usus besar sejauh yang bisa kita amati, karena yang namanya kanker akan lebih baik jika cepat diketahui dan cepat diterapi. Minimnya pengetahuan tentang gejala kanker usus ini membuat banyak sekali pasien yang berobat dalam kondisi yang sudah lanjut, bahkan stadium akhir kanker usus besar.

Berikut Ciri-ciri dan gejala kanker usus besar yang dapat kita amati:

  • Buang air besar berdarah
  • Perubahan kebiasaan buang air besar, termasuk diare atau sembelit atau perubahan konsistensi tinja
  • Perut sering terasa tidak nyaman seperti kram perut, kembung atau sakit
  • Perut terasa penuh

Berhubung usus besar merupakan bagian penting dari organ pencernaan, maka gejala gangguan pencernaan seperti di ataslah yang dominan. Dan karena ini merupakan kanker, maka gejala umum dari kanker juga muncul seperti Kelemahan atau kelelahan dan penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.

Sayangnya, kebanyakan orang dengan kanker usus besar tidak mengalami gejala apapun pada tahap awal penyakit ini. Ketika gejala kanker usus besar muncul, stadium kanker mungkin akan bervariasi, tergantung pada ukuran dan lokasinya.

Penyebab Kanker Usus Besar

Pertumbuhan sel di area tubuh tertentu yang tidak terkendali dan bersifat merusak merupakan penyebab kanker. Pada penyakit kanker usus besar, pertumbuhan tersebut bermula di dalam gumpalan sel pada lapisan usus bagian dalam, kemudian menjalar dan menghancurkan sel-sel lain di dekatnya, atau bahkan hingga ke beberapa area tubuh lainnya.

Pada awalnya, sel-sel yang diproduksi lapisan usus bersifat tidak berbahaya dan memiliki manfaat untuk menjaga kenormalan fungsi tubuh. Namun belum diketahui apa yang memicu sel-sel tersebut rusak, berubah menjadi sel kanker dan tumbuh secara tidak terkendali.

Meski penyebab kanker usus besar tidak diketahui, beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut, di antaranya:

  • Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan
  • Kekurangan serat.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Menderita penyakit gangguan pencernaan, salah satunya adalah kolitis ulseratif atau radang kronis di usus besar.
  • Menderita diabetes.
  • Kurang berolahraga.
  • Memiliki kerabat dekat, misalnya orang tua atau saudara kandung, yang menderita kanker usus besar.
  • Menderita sindrom Lynch.
  • Menderita suatu masalah genetika yang menyebabkan tumbuhnya gumpalan-gumpalan sel atau polip di dalam usus besar. Kondisi ini disebut familial adenomatous polyposis (FAP).

Pengobatan Kanker Usus Besar

Untuk mengobati dan mencegah kanker usus besar Anda dapat mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Kanker Tiroid Dan PencegahannyaS Lutena juga mengandung 5 jenis nutrisi yang paling penting.Oleh karena itulah S Lutena atau Super Lutein mendapatkan rekomendasi dari 6600 dokter spesialis di dunia sebagai herbal antikanker, antiaging dan antioksidan yang berfungsi meregenerasi sel tubuh yang rusak.  Kinerja S.Lutena juga yang sangat baik memperbaiki metabolisme tubuh sehingga bisa berfungsi secara maksimal.

Bahan utama dari herbal S Lutena adalah karotenoid yang merupakan pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S Lutena termasuk  lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !

Kanker Usus Besar Seperti Apa ?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Tiroid

Cara Mencegah Kanker Tiroid

 

Cara Mencegah Kanker Tiroid, Kanker tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki 4 tipe; papiler, folikuler, anaplastik atau meduler. Kanker jarang menyebabkan pembesaran kelenjar, lebih sering menyebabkan pertumbuhan kecil (nodul) di dalam kelenjar. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan.

Cara Mencegah Kanker Tiroid

Cara Mencegah Kanker Tiroid

Kanker tiroid seringkali membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid; tetapi kadang kanker menghasilkan cukup banyak hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme.

Nodul tiroid cenderung bersifat ganas jika:

  • Hanya ditemukan satu
  • Skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi
  • Nodulnya padat dan isinya bukan cairan (kistik)
  • Nodulnya keras
  • Pertumbuhannya cepat.

Cara Mencegah Kanker Tiroid

Bagaimana cara mencegah kanker tiroid ? Beberapa yang bisa dilakukan untuk cara mencegah kanker tiroid ini adalah sebagai berikut :

  1. Menjalankan Pola Hidup Sehat

Cara mencegah kanker tiroid dengan pola hisup sehat. Menjalankan pola hidup sehat jelas akan membuat kita sehat. Tidak hanya terbebas dari berbagai penyakit lainnya, tetapi juga terbebas dari penyakit kanker.

  1. Mencegah Asupan zat Kimia berbahaya

Cara mencegah kanker tiroid dengan menghindari asupan zat-zat kimia, seperti dalam pengawet makanan, pewarna makanan, dan lain-lain. Kalaupun tidak bisa menghindari. Setidaknya kita bisa menguranginya.

  1. Membatasi Radiasi

Cara mencegah kanker tiroid dengan membatasi radiasi. Radiasi juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Salah satu cara terbaik mencegah kanker thyroid adalah membatasi paparan radiasi. Empat puluh lima persen dari paparan berasal dari pemeriksaan medis, terutama CAT Scan dan sinar X – X-ray.

  1. Mendapat Kecukupan Garam

Cara mencegah kanker dengan mendapat kecukupan garam. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar iodine dapat mempengaruhi timbulnya kanker tiroid. kadar iodine rendah dapat meningkat risiko kanker tiroid. Garam mungkin sumber terbesar iodine dalam diet. Jadi, cobalah untuk mencukupi kebutuhan garam perharinya.

  1. Konsumsi Anti Oksidan

Cara mencegah kanker tiroid dapat diturunkan dengan makanan yang banyak mengandung anti oksidan. Contoh makanan yang kaya anti onksidan adalah brokoli, wortel dan jeruk. Menambahkan lebih banyak buah dan sayuran ke dalam diet juga dapat mengendalikan berat badan. Kemungkinan terdapat hubungan antara obsesitas dan kanker tiroid. Dapatkan 4 saji atau lebih perhari.

  1. Konsumsi makanan anti kanker

Cara mencegah kanker tiroid Anda juga bisa mengkonsumsi makanak anti kanker. Makanan khusus kanker tiroid seperti gabungan Weil Cornell Medical College dan New York Presbyterian Hospital di New York City menemukan bahwa mineral ini menghambat pertumbuhan kanker thyroid. Sumber baik selenium lainnya ada di kepiting, dan shellfish.

  1. Deteksi dini

Cara mencegah kanker tiroid dengan Anda juga bisa melakukan deteksi dini. Anda bisa memeriksa leher setiap tahun untuk benjolan yang mencurigakan. Deteksi dan pengobatan dini mampu mencegah kanker hingga 95% kasus kanker tiroid.

Selain dengan cara tersebut, Anda bisa mengobati dan mencegah kanker tiroid dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena Naturally Plus juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

 

Cara Mencegah Kanker Tiroid

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Neuroblastoma

Kanker Neuroblastoma

 

Kanker Neuroblastoma merupakan kanker pada sistem saraf yang kerap terjadi pada anak-anak. Jenis kanker ini bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh. Kanker ini bersumber dari jaringan yang membentuk sistem saraf simpatis yakni bagian dari sistem saraf yang mengatur fungsi tubuh involunter/diluar kehendak, dengan cara meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, mengkerutkan pembuluh darah dan merangsang hormon tertentu.

Kanker Neuroblastoma

Kanker Neuroblastoma

Kanker Neuroblastoma kerap kali berasal dari jaringan kelenjar adrenal di perut. Kemudian menyebar dengan cepat ke hati, kelenjar getah bening, tulang, dan sumsum tulang. Sekitar 75 persen kanker ini diderita anak di bawah 5 tahun. Belum diketahui pasti penyebab munculnya kanker ini, namun faktor keturunan diduga ikut berperan dalam terbentuknya sel-sel tumor.

Gejala Kanker Neuroblastoma

Gejala kanker neuroblastoma bervariasi, tergantung pada lokasi tumor. Gejala awal kanker neuroblastoma seperti :

  • Pasien merasa lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Demam
  • Perut terasa kembung dan nyeri
  • Tumor yang ada di bawah kulit terasa kasar saat disentuh
  • Perubahan kebiasaan buang air besar atau sembelit
  • Pembengkakan pada kaki dan dada sehingga menyebabkan pasien mengalami masalah pernapasan,
  • Perubahan mata termasuk kelopak mata,
  • Ukuran pupil yang berbeda
  • Dalam sumsum tulang menyebabkan pasien menderita anemia

Ada juga tanda-tanda dan gejala lain yang menunjukkan hadirnya kanker neuroblastoma. Di antaranya, gumpalan jaringan di bawah kulit, bola mata yang terlihat menonjol dari soket (disebut proptosis atau penonjolan bola mata abnormal), lingkaran hitam yang mirip dengan memar di sekitar mata, nyeri punggung, demam, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kulit pucat, mudah lelah, diare, keringat berlebih, serta nyeri tulang.

Jika anak Anda memiliki gejala seperti gejala yang tercantum di atas, terutama memiliki riwayat kanker neuroblastoma dalam keluarga, maka segera konsultasikan ke dokter sehingga Anda dapat lebih mengetahui penyebab dari gejala-gejala yang terjadi pada anak Anda. Hal ini karena penyakit ini kebanyakan terjadi pada anak-anak, terutama anak laki-laki.

Penyebab Kanker Neuroblastoma

Hingga saat ini penyebab pasti munculnya kanker neuroblastoma tidak diketahui. Namun secara umum, kanker neuroblastoma dimulai dengan mutasi genetik pada sel-sel normal dan sehat yang terus tumbuh tanpa menanggapi sinyal berhenti. Sementara sel normal akan menanggapi.

Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang biak di luar kendali. Hingga berujung pada adanya akumulasi sel abnormal yang membentuk suatu massa atau tumor. Kanker neuroblastoma dimulai di neuroblast, yakni sel saraf yang belum matang yang dibuat janin sebagai bagian dari proses perkembangannya. Seiring matangnya janin, neuroblast berubah menjadi sel-sel saraf dan sel-sel yang membentuk kelenjar adrenal.

Saat sebagian besar neuroblast matang karena kelahiran, sejumlah kecil neuroblast yang belum matang ditemukan pada bayi baru lahir. Pada banyak kasus, neuroblast akan matang dan menghilang. Namun ada juga yang justru membentuk tumor yang disebut neuroblastoma.

Anak-anak yang memiliki riwayat keluarga kanker neuroblastoma lebih mungkin mengidap penyakit ini. Jika ada satu atau dua gejala yang mungkin ditemukan pada balita Anda, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis.

Pengobatan Kanker Neuroblastoma

Pengobatan kanker neuroblastoma bervariasi, tergantung kepada lokasi, penyebaran dan usia penderita. Bila kanker neuroblastoma belum menyebar maka akan diangkat dengan pembedahan. Bila kanker neuroblastoma sudah menyebar dan berukuran besar maka akan diberikan kemoterapi (obat anti-kanker vincristine, siklofosfamid, doksorubisin dan cisplastin) atau terapi penyinaran.

Itulah informasi tentang gejala dan penyebab kanker neuroblastoma pada anak-anak. Dengan mengetahui gejala yang terjadi, segera melakukan pemeriksaan. Semakin cepat Anda ke dokter, maka pengobatan lebih cepat dilakukan untuk mengatasi gejala yang terjadi.

Cara Mengobati Kanker Neuroblastoma Dengan Suplemen Anti Kanker No. 1 Dari Jepang S-Lutena

Super Lutein Naturally Plus (S Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Kanker Tiroid Dan PencegahannyaSecara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna. Dua puluh (20) menit setelah konsumsi, Super Lutein akan diserap oleh pencernaan, dan dalam waktu empat puluh (40) menit diserap oleh mata. Oleh karenanya, setelah konsumsi Super Lutein pandangan mata akan lebih cerah dan terang.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena) ? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S-Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !

Kanker Neuroblastoma

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Rahim Dan Gejala

Penyebab Kanker Rahim Dan Gejala

 

Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim.

Penyebab Kanker Rahim Dan Gejala

Seperti kebanyakan kanker, risiko penyebab kanker rahim akan meningkat seiring bertambahnya usia.

  1. Faktor Hormonal Penyebab Kanker Rahim

Penyebab kanker rahim -Ketidakseimbangan hormon estrogen dengan hormon lain, yang disebut progesteron, dapat mempengaruhi risiko kanker rahim.Sebelum menopause, ovarium memproduksi estrogen dan progesteron, yang membantu untuk mengendalikan siklus bulanan atau haid. Pada masa ini telur akan dilepaskan dari ovarium dan membuat dinding rahim tumbuh lebih tebal untuk mempersiapkan kehamilan.Bila tidak terjadi pembuahan maka lapisan akan datang pergi setiap bulannya. Setelah menopause, ovarium tidak lagi memproduksi hormon, namun wanita masih menghasilkan beberapa estrogen dalam lemak tubuh mereka. Saat estrogen terlalu banyak tanpa adanya progesteron untuk menyeimbangkan itu, maka risiko kanker rahim pun meningkat.

  1. Berat badan dan aktivitas fisik

Penyebab Kanker Rahim– Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu kanker rahim. Setelah menopause, lemak tubuh adalah sumber utama estrogen. Wanita yang kelebihan berat badan mungkin memiliki tingkat estrogen yang tinggi. Satu dari tiga kanker rahim dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa fisik yang kurang aktif dapat meningkatkan risiko kanker rahim.

  1. Faktor genetik

Penyebab Kanker Rahim- Beberapa kasus kanker rahim disebabkan oleh perubahan gen tertentu, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker rahim. Jika ada beberapa kerabat dekat dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker usus, payudara atau rahim, maka ada kemungkinan ada genetik diwariskan kepada generasi berikutnya. Kerabat dekat dalam hal ini mencakup orangtua, anak, saudara dan saudari, penyebab kanker rahim.

  1. Tamoxifen Penyebab Kanker Rahim

Penyebab Kanker Rahim– Tamoxifen merupakan obat hormonal yang digunakan untuk mengobati kanker payudara. Obat ini bisa sedikit meningkatkan risiko/penyebab kanker rahim, bila dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.

Itulah beberapa penyebab kanker rahim. Gejala kanker rahim tidak spesifik. Studi terbaru menunjukkan bahwa penderita kanker rahim biasanya mengalami gejala berikut ini secara menetap: tekanan abdomen (merasa penuh, bengkak atau kembung),Perasaan ingin buang air kecil terus menerus.

Secara umum, ada dua macam kanker rahim: endometrium dan Ulterian. Endometrium menjadi jenis yang paling umum dari kanker rahim, sedangkan Ulterian sebaliknya. Ada berbagai gejala atau tanda-tanda, yang dapat membuat Anda sadar bahwa Anda menderita kanker ini.

Gejala Awal Kanker Rahim

Wanita biasanya merasa bahwa, kanker ini ada menjelang usia senja. Meskipun benar, wanita dengan usia yang lebih muda dapat menderita kanker ini. Berikut adalah beberapa gejala awal kanker rahim, Anda harus memeriksakan diri ke dokter:

Berat Tubuh Mendadak Turun

Ketika Anda kehilangan 5 kilogram secara tiba-tiba dalam sebulan, tanpa berolahraga atau perubahan diet, itu adalah situasi di mana Anda perlu proaktif. Ini bisa menjadi gejala atau tanda kanker rahim. Jadi, kunjungi dokter untuk diperiksa. Itu lebih baik daripada Anda menyesal.

Merasa Kenyang

Ada saat-saat ketika Anda cenderung merasa kenyang, bahkan ketika Anda belum makan. Ini adalah gejala kemungkinan kanker rahim. Jika Anda merasa kembung disertai nyeri panggul atau perut, maka Anda harus waspada. Apalagi jika itu terjadi lebih dari seminggu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

Perubahan Pada Payudara

Ketika ada perubahan pada payudara Anda, maka Anda perlu mengetahuinya. Baik itu bentuknya, ukuran, atau teksturnya. Ada kalanya kulit di sekitar payudara Anda kaku, dan payudara Anda menjadi merah dengan ruam. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin mengalami peradangan di sepanjang payudara. Ini adalah salah satu dari beberapa gejala kanker rahim.

Perubahan Menstruasi

Jika Anda ada dalam tahap premenopause, dan mendapatkan menstruasi, itu perlu diwaspadai. Karena hal ini tidak normal. Anda perlu memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan rahim Anda. Dalam kasus menstruasi yang tidak teratur, Anda sebaiknya menemui dokter segera.

Perubahan Kulit

Perubahan pada kulit biasanya diawali dengan pigmentasi, di mana kulit akan berubah warna, atau bisa saja ada pendarahan pada kulit Anda yang tidak normal, seperti berlebihan dan sulit sembuh.

Penyebab Kanker Rahim Dan Gejala

Posted in Uncategorized | Leave a comment